• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

1 JUTA TON DARI INDIA, 2 JUTA TON DARI THAILAND

by
January 15, 2024
in Economy, Feature
0
Jokowi Menyerah, Produksi Beras Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Beras, Indonesia Sulit Hentikan Impor Beras
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

(PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Setidaknya untuk tahun 2024 ini, kita akan memiliki tambahan cadangan beras sekitar 3 juta ton yang diperoleh dari impor. 1 juta ton dari India dan 2 juta ton dari Thailand. Presiden Jokowi menjelaskan upaya impor beras dari India dan Thailand ini ditempuh untuk mengamankan cadangan strategis ketahanan pangan di tanah air. Ini perlu ditempuh, karena produksi beras dalam negeri mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Turunnya produksi beras hasil petani dalam negeri, memang harus kita akui. Jangan lagi berpura-pura produksi beras dalam negeri mencukupi kebutuhan beras secara nasional. Kalau untuk memenuhi konsumsi masyarakat, produksi beras memang tercukupi dari hasil produksi petani dalam negeri. Surplus beras 2023 sebesar 700 ribu ton, menjadi bukti terpenuhinya kebutuhan tersebit.

Masalahnya, ternyata tidak selesai sampai disini. Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh, kebutuhan beras dalam negeri, tidak cukup hanya dengan telah terpenuhinya sisi konsumsi masyarakat semata, namun kita juga butuh untuk cadangan beras strategis dan untuk Bantuan Langsung beras, yang jumlahnya cukup besar.
Untuk cadangan beras strategis, sekurang-kurangnya kita butuh 1,5 juta ton beras, bahkan Presiden Jokowi meminta untuk ditambah hingga 3 juta ton, sedangkan untuk bantuan langsung, kita butuh beras sekitar 2,56 juta ton per tahun, sekiranya menggunakan pola yang digarap saat ini. 21,3 juta penerina manfaat, diberi 10 kg beras per bulannya.

Itu sebabnya, Presiden Jokowi memandang impor beras penting untuk dilakukan, sekiranya bangsa ini ingin memiliki ketahanan pangan yang kuat dan tangguh. Impor merupakan pilihan jangka pendek selama produksi petani di dalam negeri, tidak mampu memenuhi kebutuhan yang ada. Selain itu, penting dipahami, soal impor-ekspor adalah hal biasa dalam perdagangan internasional.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kalau beras yang kita butuhkan, tidak tersedia lagi di negara-negara produsen beras dunia ? Sinyal ke arah itu, sebetulnya telah berkelap-kelip. Beberapa waktu lalu, di saat El Nino menyergap banyak negara, kita sempat kesusahan untuk memperoleh beras impor, karena ada “warning” dari Badan Pangan Dunia, bakal terjadinya krisis pangan global.

Untungnya dengan kegigihan para penentu kebijakan perberasan dalam melobi negara-negara sahabat, akhirnya kita mendapatkan beras impor yang dibutuhkan. Keberangkatan Kepala Badan Pangan Nasional dan Direktur Utama Perum BULOG ke India adalah bukti keseriusan Pemerintah guna mendapatkan beras agar ketahanan pangan bangsa tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.

Kita tentu memahami, mengapa Presiden Jokowi begitu sungguh-sungguh menangani masalah beras. Presiden Jokowi, pasti tidak ingin main-main atau setengah hati dengan persoalan beras di tanah air. Beliau pasti akan mengingat apa yang disampaikan Proklamator Bangsa Bung Karni 72 tahun lalu, urusan pangan menyangkur mati hidupnya sebuah bangsa.

Dihadapkan pada suasana seperti ini, untuk jangka menengah Pemerintah telah melahirkan kebijakan guna menggenjot produksi beras setinggi-tingginya menuju swasembada. Kemauan politik semacam ini, bukan cuma retorika politik. Presiden Jokowi pun langsung menambah anggaran Kementerian Pertanian sebesar 5,8 trilyun rupiah untuk menggenjot produksi beras dan jagung.

Untuk lebih memberi keyakinan terhadap pencapaian peningkatan produksi beras, Pemerintah juga menambah anggaran pupuk bersubsidi sebesar 14 trilyun rupiah. Yang sering jadi pertanyaan adalah apakah dengan penambahan anggaran yang cukup besar, akan mampu meningkatkan kinerja para petugas di lapangan ? Jawaban inilah yang penting kita selami lebih dalam lagi.

Menggenjot produksi setinggi-tingginya, tentu tidak cukup hanya dengan menambah pagu anggaran. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah sampai sejauh mana anggaran sebesar itu dapat efektip dan efesien dalam penggunaannya. Satu contoh adalah mana mungkin kita akan menggenjot produksi, jika benih/bibit padinya tidak tersedia ?

Atau bisa juga ditanyakan, mana mungk8n produksi akan meningkat cukup signifikan jika tiba-tiba datang La Nina dan kita tidak menyiapkan diri untuk menghadapinya ? Pengalaman ketidak-siapan dalam menghadapi El Nino, ada baiknya dijadikan proses pembelajaran, seandainya kita harus menghadapi hal yang sejenis. Disinilah kita butuh pendekatan deteksi dini (early warning system).

Selain itu, tentu kita harus siap juga dengan kehadiran dan keberadaan para Penyuluh Pertanian guna menularkan kemajuan ilmu teknologi dan inovasi terkini kepada para petani. Sebagai guru petani dan pembawa obor pencerahan, para Penyuluh Pertanian diharapkan lebih pro aktif untuk anjangsono ke rumah-rumah petani, sehingga terjaga suasana kebatinan yang selama ini tertanam sejak lama.

Hanya ceritanya bisa menjadi lain, jika para Penyuluh Pertanian lebih terpanggil untuk jadi tenaga pelaksana proyek eselin 1 Kementerian, ketimbang harus membangun komunikasi yang inten dengan para petani. Kalau yang dikejar adalah tambahan penghasilan karena gaji yang kecil, mska solusi terbaiknya adalah tambah insentif Penyuluh Pertanian dalam jumlah yang memadai.

Sebetulnya, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar semangat menggenjot produksi benar-benar dapat diwujudkan. Cuma, berdasarkan pengamatan yang ada, hal-hal itulah yang butuh penanganan dengan serius. Semoga langkah menggenjot priduksi merupakan solusi cerdas untuk menjawab ancaman krisis beras yang kapan-kapan datang menjemput.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diluar Debat Prabowo Masih Ngedumel ; “Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba”

Next Post

Memasuki Hari ke 101, Israel Lanjutkan Pembantaian di Gaza

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
PM Kanada : Israel Membunuh Perempuan dan Bayi di Gaza ‘Harus Dihentikan

Memasuki Hari ke 101, Israel Lanjutkan Pembantaian di Gaza

*IRIANA DAN GIBRAN DALAM PERMAINAN CATUR JOKOWI*

Diketawain Negara Lain Membaca Postur APBN 2024 - Rakyat Kita Akan Tetap Menderita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist