• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

 Anies Baswedan Akan Dianggap Rendah Adab Jika Berpasangan dengan Kaesang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 16, 2024
in Feature, Pilkada
0
Jumat Ini Timnas AMIN akan Dibubarkan Secara Resmi Dalam Acara Halal Bihalal
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Jakarta – Seandainya Anies Baswedan benar-benar menerima Kaesang Pangarep atau sosok lain dari partai yang jelas-jelas anti perubahan sebagai calon pasangannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, hal ini akan memunculkan banyak pertanyaan tentang konsistensi dan integritasnya. Partai tersebut selama ini telah mendiskreditkan kelompok Muslim, yang merupakan mayoritas di Indonesia, dengan menyebut mereka sebagai penganut politik identitas.

Jika Anies menerima bakal pasangannya dari kelompok yang sering bersikap diskriminatif dan negatif terhadapnya, hal ini bisa menimbulkan pandangan bahwa Anies adalah seorang yang tidak konsisten atau bahkan munafik. Banyak yang akan mempertanyakan kejujuran dan prinsipnya, terutama eks konstituen Anies dari Pilpres 2024 dan Pilgub DKI sebelumnya. Apakah Anies hanya mengejar kekuasaan dengan mengorbankan prinsip-prinsip yang pernah ia perjuangkan?

Namun, dunia politik seringkali penuh dengan dinamika yang tidak terduga. Dalam banyak kasus, politikus harus fleksibel dan kompromistis dalam menghadapi situasi kondisional. Fenomena politik Pilpres 2024 bisa menjadi contoh, di mana terlihat adanya “kedekatan semu” antara pasangan calon 01 dan 03. Meskipun berbeda prinsip, mereka terlihat bersatu demi mengalahkan cawe-cawe Jokowi. Namun, setelah itu, pertarungan sesungguhnya akan terjadi di putaran kedua.

Dalam konteks ini, akan lebih baik bagi Anies untuk tetap konsisten dengan ide perubahan yang ia gagas. Ide yang bukan sekedar main-main, karena banyak masyarakat dan tokoh ulama yang mendukungnya. Mereka berharap ada perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan yang dianggap rapuh dan memprihatinkan.

Jika Anies merasa perlu menjelaskan alasan politiknya, sebaiknya ia berbicara langsung kepada publik, termasuk melalui tokoh ulama besar seperti Imam Besar Dr. Habib Rizieq Shihab. Dengan demikian, Anies dapat menunjukkan bahwa ia tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip yang ia yakini. Jika tidak, ia bisa saja dianggap memiliki “mens rea politics” atau niat jahat dalam politik.

Sebelum mengambil keputusan untuk maju kembali dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 dengan pasangan dari kelompok anti perubahan, Anies sebaiknya berkonsultasi dengan tokoh-tokoh yang ia percayai. Ini akan membantu memastikan bahwa langkahnya tidak hanya berdasarkan ambisi pribadi, tetapi juga mendapat dukungan dari para pendukung setianya.

Jika Anies hanya berdiskusi dengan ulama yang tidak memiliki kredibilitas, dan kemudian meminta dukungan dari Imam Besar dengan alasan sudah melakukan pendekatan ke partai-partai, ini bisa dianggap sebagai pemaksaan. Hal ini bisa merugikan Anies dan menyebabkan kekalahannya di Pilkada DKI, serta merusak reputasi para ulama pendukungnya.

Anies harus diakui sebagai sosok yang cerdas dan inovatif, dengan etika dan moralitas yang tinggi. Namun, pendekatannya yang normatif dalam menghadapi kecurangan pemilu 2024 menunjukkan bahwa ia mungkin kurang proaktif dalam memimpin perlawanan.

Fenomena politik Pilpres 2024 bisa menjadi parameter untuk Pilkada DKI Jakarta. Situasi politik tidak akan jauh berbeda, dengan rezim yang sama dan lawan yang didukung oleh oligarki politik. Pertanyaannya, apakah Anies akan berada di pihak oligarki atau kembali sebagai lawannya? Dan apakah ia akan kembali menerima kekalahan dengan tenang, seperti yang terjadi di Pilpres 2024?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Proyek IKN Terancam Mangkrak: APBN Tersisa Rp17 Triliun, Investor Asing Belum Tertarik

Next Post

Kaesang “Ditendang”, Anies Pilih Warga Kampung Bayam

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya
Feature

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026
Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah
Feature

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
Next Post
Membongkar Framing Negatif: Kasus “Political Decay” dan Anies Baswedan

Kaesang "Ditendang", Anies Pilih Warga Kampung Bayam

Kishida, 3 Menteri Memakan Ikan Fukushima Untuk Menunjukkan Keamanannya

Upaya Kolaboratif Pemerintah Jepang untuk Meningkatkan Upah Struktural dan Pemberdayaan Perempuan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...