• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Japanese Supesharu

Jepang, negara yang warganya hampir mustahil benar-benar kehilangan barang

fusilat by fusilat
February 26, 2022
in Japanese Supesharu
2
Jepang, negara yang warganya hampir mustahil benar-benar kehilangan barang

sumber : bbc

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap tahun, jutaan barang hilang dan tertinggal di Jepang. Namun, tidak seperti di negara-negara lain, di Jepang kemungkinan besar Anda akan mendapatkan lagi ponsel atau dompet yang hilang.

Semua barang hilang dan tertinggal disimpan di Tokyo, tepatnya di Pusat Penampungan Barang Hilang dan Tertinggal Lostabashi.
Pada 2019, jumlah barang hilang yang dikirim ke tempat ini mencapai rekor, yaitu 4,15 juta benda.
Saat ini, lokasi tersebut menyimpan lebih dari 600.000 barang hilang.
Yukiko Igarashi, kepala Pusat Barang Hilang dan Tertinggal di Tokyo, mengatakan ada sekitar 7.700 barang yang dikirim ke tempatnya setiap hari.
“Sebanyak 20% barang hilang di Jepang berada di Tokyo,” kata Yukiko.
Adapun barang yang paling cepat dijemput pemiliknya adalah telepon seluler.
“Sekitar 90% ponsel yang hilang dikembalikan ke pemiliknya,” jelasnya.

Barang kedua paling cepat dikembalikan adalah dompet dengan persentase hampir 70%.
“Satu benda lainnya yang jamak hilang adalah dokumen-dokumen resmi, seperti surat izin mengemudi, kartu asuransi kesehatan, kartu kredit atau kartu diskon.”
Sebagian besar barang dikembalikan ke pemiliknya pada hari yang sama ketika benda itu hilang.
Meski demikian, ada pula barang yang diabaikan pemiliknya.
“Barang yang paling jarang dijemput pemiliknya adalah payung, kurang dari 1%. Orang dengan mudah membeli lagi payung plastik murah sehingga orang jarang mencarinya,” papar Yukiko.

Mudah melaporkan
Namun, apa rahasia kesuksesan sistem pengembalian barang hilang dan tertinggal di Jepang?
“Semua barang hilang pada dasarnya diserahkan ke ‘Koban’ atau kantor polisi,” kata kepala tempat penampungan barang hilang dan tertinggal.
Di kantor polisi Sukiyabashi, misalnya, petugas Wada berkata, “Tugas polisi di Koban mencakup patroli area, menerima barang hilang, dan mengisi laporan barang hilang.”
Kepolisian juga “mengurus orang yang tersasar atau mabuk, mendengarkan laporan warga soal beragam hal yang bisa menimbulkan masalah, dan menangani kecelakaan atau pelaku tindak kriminal,” jelas petugas Wada.
Petugas di Koban juga menampilkan gambaran berbeda jika dibandingkan dengan polisi-polisi di tempat lain.

polisi jepang
Keterangan gambar : Semua barang hilang pada dasarnya diserahkan ke ‘Koban’ atau kantor polisi.

Pendekatan berbasis komunitas dan keberadaan Koban yang mudah dijangkau membuat warga dapat dengan mudah melaporkan barang hilang dan tertinggal.
“Rata-rata kami menerima tujuh barang hilang sehari di Koban Sukiyabashi,” kata Wada.

Klaim barang hilang
Apa yang terjadi jika tidak ada seorang pun mengeklaim barang hilang?

“Jika pemilik tidak muncul dalam waktu tertentu [di Koban], barang itu akan dikirim ke Pusat [Penampungan Barang Hilang dan Tertinggal],” jelas Kepala Pusat Barang Hilang dan Tertinggal di Tokyo, Yukiko Igarashi.

Kemudian, jika tidak ada orang yang mengambil barang itu di Pusat Barang Hilang dan Tertinggal, orang yang pertama kali menyerahkan ke Koban bisa mengeklaimnya setelah tiga bulan.

Jika orang itu memilih tidak ingin mengambilnya, kepemilikan bisa diputuskan oleh pemerintah kota melalui lelang.

“Benda yang paling saya ingat adalah amplop berisi uang tunai sebesar US$8.800 [Rp126,5 juta] yang diserahkan ke saya,” kata petugas Wada.

“Saya kaget waktu itu!” serunya.

Yukiko Igarashi
Keterangan gambar : Yukiko Igarashi adalah Kepala Pusat Barang Hilang dan Tertinggal di Lidabashi, Tokyo.

Kepala Pusat Barang Hilang dan Tertinggal di Tokyo, Yukiko Igarashi, mengatakan bukan hal aneh menemukan uang tunai seperti yang dilaporkan kepada polisi.

“Bagi saya, benda yang paling saya ingat adalah gigi palsu dan tongkat berjalan. Saya heran, bagaimana pemiliknya bisa pulang ke rumah tanpa benda-benda itu?

“Ada begitu banyak barang unik yang hilang!”

Sistem pelaporan dan penampungan barang hilang dan tertinggal di Jepang memang efisien. Akan tetapi, prosesnya tidak akan mungkin bisa berjalan tanpa kedisiplinan warga Jepang itu sendiri.

“Selama lebih dari 1.000 tahun, Jepang punya hukum mengenai barang hilang,” jelas Yukiko.

“Saya pribadi meyakini bahwa pendidikan moral Jepang memainkan peranan penting dalam membentuk perilaku kami terhada barang hilang,” jelasnya.

Sejak dini, anak-anak diajari bagaimana cara mengembalikan barang hilang.

“Anda kerap melihat anak-anak menyerahkan barang hilang ke Koban bersama orang tua mereka, meskipun barang itu hanya koin 100 Yen [Rp12.500],” papar Yukiko.

Profesor Masahiro Tamura dari Universitas Kyoto Sangyo menengarai kali pertama warga Jepang berinteraksi dengan polisi dalam hidup mereka kemungkinan ketika mereka menyerahkan barang hilang ke Koban.

“Ini menciptakan hubungan dekat dengan petugas polisi dan warga awam,” jelasnya.

pusat barang hilang di jepang
Keterangan gambar : Selama pandemi Covid-19, Pusat Barang Hilang dan Tertinggal di Tokyo menerima 2,8 juta barang.

Konsep Jepang hitono-me yang berarti ‘mata masyarakat’ adalah bagian penting dalam proses itu. Konsep ini mencegah orang-orang Jepang melakukan hal tercela, walaupun tidak ada polisi.

“Moral diri kami kerap membantu kami memodifikasi perilaku kami. Tapi begitu pula dengan ‘mata masyarakat’,” kata Profesor Tamura.

Menurut Profesor Tamura, masyarakat Jepang sangat peduli tentang bagaimana orang lain memandang perilaku mereka. Karenanya, perilaku dalam menangani barang hilang terkait dengan citra mereka di masyarakat.

Kedisiplinan itu pun tetap terjaga saat bencana alam terjadi.

“Sering kali ketika bencana terjadi di Jepang, kejahatan tidak meningkat. Satu-satunya pengecualian adalah saat Bencana Fukushima tatkala kami mengalami kasus-kasus criminal,” ujar Profesor Tamura.

“Karena itu, kekuatan pandangan masyarakat terhadap kami lebih besar ketimbang kekuasaan aparat publik,” tambahnya.

Pandemi Covid-19 ternyata telah mengurangi jumlah barang hilang dan tertinggal di Jepang. Namun, jumlah benda di Pusat Barang Hilang dan Tertinggal mencapai 2,8 juta barang.

Sumber : BBC

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cara Mengakhiri Pandemi Covid-19 di Indonesia

Next Post

MK Tolak Gugatan Uji Materi Presidential Threshold

fusilat

fusilat

Related Posts

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda
Feature

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

April 13, 2026
Gunung Fuji, Dilihat dengan Cara yang Berbeda: Sebuah Refleksi Lintas Budaya
Cross Cultural

Gunung Fuji, Dilihat dengan Cara yang Berbeda: Sebuah Refleksi Lintas Budaya

April 12, 2026
Imbalan Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kontroversi
Japanese Supesharu

Imbalan Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kontroversi

April 7, 2026
Next Post
MK Tolak Gugatan Uji Materi Presidential Threshold

MK Tolak Gugatan Uji Materi Presidential Threshold

Lansia Bisa Booster Usai 3 Bulan Vaksin Kedua

Lansia Bisa Booster Usai 3 Bulan Vaksin Kedua

Comments 2

  1. Sri Mulyatun says:
    4 years ago

    Semua tergantung pemimpinnya. Jika baik’pemimpinnya, maka akan baik yg dipimpinnya. Jika ada yang jelek, tugas pemimpin memperbaikinya. Jgn yg baik dihukum yg jelek dibiarkan. Kacau

    Reply
    • fusilat says:
      4 years ago

      Betul

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist