• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Negara Sudah Tak Mampu Membantu Rakyat – BBM Tembus 30K

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2026
in Economy, Feature
0
Copot PIN Menteri, Bahlil Tantang Mahasiswa
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bukan sekadar isu ekonomi. Ia adalah cermin dari kemampuan negara dalam melindungi rakyatnya. Ketika harga solar non-subsidi di SPBU swasta menembus angka Rp30.000 per liter, sebagaimana diakui oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, maka yang sesungguhnya sedang dipertontonkan adalah satu hal: negara mulai kehilangan daya untuk mengintervensi kesejahteraan rakyatnya.

Fenomena ini bukan berdiri sendiri. Harga diesel yang melonjak tajam di sejumlah SPBU swasta hingga kisaran Rp30.000 per liter menjadi indikator nyata bahwa mekanisme pasar telah mengambil alih ruang yang sebelumnya menjadi domain negara.

Ketika Negara Menyerah pada Mekanisme Pasar

Dalam teori ekonomi klasik, negara hadir untuk menyeimbangkan pasar—bukan tunduk padanya. Namun dalam praktik hari ini, negara tampak semakin bergeser dari regulator menjadi penonton.

Kenaikan harga BBM non-subsidi mencerminkan dua hal. Pertama, ketergantungan terhadap harga energi global yang tak terkendali. Kedua, keterbatasan fiskal negara untuk terus menanggung subsidi energi.

Pemerintah memang menegaskan bahwa BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Namun pernyataan ini justru membuka lapisan masalah baru: hanya sebagian rakyat yang terlindungi, sementara sebagian lainnya harus berhadapan langsung dengan harga pasar yang brutal.

Di sinilah paradoks itu muncul. Negara seolah hadir, tetapi hanya untuk sebagian. Sisanya dibiarkan bertahan sendiri.

Rakyat di Antara Dua Realitas

Kenaikan harga BBM diesel bukan sekadar soal kendaraan. Ia menjalar ke seluruh sendi ekonomi: logistik, distribusi pangan, hingga biaya produksi. Ketika harga energi naik, harga kebutuhan pokok hampir pasti mengikuti.

Bagi kelas menengah bawah—yang tidak selalu menjadi penerima subsidi—kenaikan ini adalah pukulan berlapis. Mereka tidak cukup miskin untuk dibantu, tetapi juga tidak cukup kuat untuk bertahan tanpa bantuan.

Inilah kelompok “abu-abu” yang sering luput dari kebijakan negara.

Dari Negara Protektif ke Negara Minimalis

Jika ditarik lebih jauh, fenomena ini menunjukkan perubahan karakter negara. Dari yang semula protektif menjadi semakin minimalis. Negara tidak lagi menjadi pelindung utama, melainkan sekadar fasilitator.

Pertanyaannya: apakah ini pilihan atau keterpaksaan?

Jika ini pilihan, maka negara telah menggeser tanggung jawabnya. Namun jika ini keterpaksaan, maka persoalannya jauh lebih serius: negara memang sudah tidak mampu.

Ketidakmampuan ini bisa berasal dari berbagai hal—beban fiskal yang berat, utang yang meningkat, atau prioritas anggaran yang tidak berpihak pada kebutuhan dasar rakyat.

Energi Mahal, Negara Mahal, Rakyat Terjepit

Ironisnya, di saat harga energi semakin mahal, rakyat juga menyaksikan negara tetap menggelontorkan anggaran besar untuk proyek-proyek ambisius. Ketimpangan prioritas ini menimbulkan pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya negara bekerja?

Jika rakyat harus membeli solar seharga Rp30.000 per liter, sementara negara terus mengklaim keberhasilan pembangunan, maka ada jurang antara narasi dan realitas.

Dan jurang itu semakin lebar.

Kesimpulan: Negara yang Mulai Absen

Kenaikan harga BBM diesel hingga Rp30.000 bukan sekadar angka. Ia adalah simbol dari negara yang mulai absen dalam kehidupan rakyatnya.

Negara belum sepenuhnya hilang, tetapi perannya semakin mengecil. Ia masih ada dalam kebijakan, tetapi melemah dalam dampak.

Dalam situasi seperti ini, rakyat dipaksa menjadi mandiri—bukan karena diberdayakan, tetapi karena ditinggalkan.

Dan ketika negara tak lagi mampu membantu rakyat, maka yang tersisa hanyalah satu pertanyaan:
Masihkah ia layak disebut sebagai negara kesejahteraan?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tipu Daya Tak Abadi: Ijazah dan Krisis Kepercayaan Publik

Next Post

Prabowo Perintahkan KSP Telusuri Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Prabowo Perintahkan KSP Telusuri Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Perintahkan KSP Telusuri Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis

Barna Soemantri: Dari Darah Perjuangan ke Kesadaran Ideologis

Barna Soemantri: Dari Darah Perjuangan ke Kesadaran Ideologis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist