• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bisnis

Paradoks Investasi: Ketika yang Datang Disambut, yang Ada Ditinggalkan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 4, 2026
in Bisnis, Economy, Feature
0
Paradoks Investasi: Ketika yang Datang Disambut, yang Ada Ditinggalkan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Penutupan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon bukan sekadar kisah berhentinya satu entitas bisnis. Ia adalah simbol dari paradoks yang kian telanjang dalam lanskap ekonomi Indonesia: di satu sisi, negara begitu agresif mempromosikan investasi asing, sementara di sisi lain, investor yang telah lama menanamkan modalnya justru berangsur-angsur tumbang.

Narasi besar yang dibangun pemerintah dalam beberapa tahun terakhir bertumpu pada satu keyakinan: investasi asing adalah mesin pertumbuhan. Karpet merah dibentangkan, regulasi dipermudah, insentif fiskal digelontorkan. Dalam pidato-pidato resmi, investasi diposisikan sebagai jalan pintas menuju industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja.

Namun realitas di lapangan menghadirkan cerita yang berbeda. KOS—perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Osaka Steel Co., Ltd.—justru tak mampu bertahan. Ironisnya, ini bukan investasi kecil. Ia lahir dari kolaborasi lintas negara, dengan harapan menjadi tulang punggung industri baja nasional. Tapi harapan itu runtuh di hadapan tekanan pasar yang tak terkendali.

Di sinilah paradoks itu menjadi nyata. Negara sibuk mengundang investor baru, tetapi gagal merawat investor yang sudah ada. Seolah-olah investasi diperlakukan seperti tamu: yang baru datang disambut meriah, sementara yang lama dibiarkan tanpa kepastian.

Salah satu akar persoalan terletak pada banjir impor baja murah. Ketika pasar domestik dibanjiri produk luar dengan harga lebih rendah, industri dalam negeri dipaksa bertarung dalam arena yang tidak setara. Proteksi yang lemah membuat efisiensi bukan lagi sekadar keunggulan, melainkan syarat bertahan hidup yang nyaris mustahil dipenuhi.

Di saat yang sama, permintaan domestik melemah. Proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya menjadi jangkar konsumsi baja mulai melambat. Ketergantungan industri pada proyek pemerintah memperlihatkan rapuhnya struktur permintaan. Begitu proyek tersendat, industri pun kehilangan napas.

Paradoks ini mengandung pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya kebijakan investasi dibuat? Jika tujuan akhirnya adalah memperkuat ekonomi nasional, maka keberlangsungan investor yang sudah ada semestinya menjadi prioritas, bukan sekadar angka realisasi investasi baru dalam laporan tahunan.

Lebih jauh, ada kegagalan dalam membangun ekosistem industri yang sehat. Investasi tidak cukup hanya diundang; ia harus dijaga. Tanpa perlindungan pasar yang memadai, tanpa kepastian kebijakan, dan tanpa strategi industrialisasi yang konsisten, investasi—baik asing maupun domestik—akan menghadapi nasib yang sama: datang dengan harapan, pergi dengan kekecewaan.

Penutupan KOS adalah cermin. Ia memantulkan kenyataan bahwa kebijakan yang berorientasi pada kuantitas investasi belum tentu berbanding lurus dengan kualitas keberlanjutan. Negara mungkin berhasil menarik investor baru, tetapi kehilangan yang lama adalah biaya yang tak kalah mahal.

Pada akhirnya, paradoks ini bukan sekadar soal ekonomi, melainkan soal arah. Apakah Indonesia ingin menjadi pasar bagi investasi, atau menjadi rumah bagi industri? Tanpa jawaban yang tegas, kita akan terus menyaksikan ironi yang berulang: merayakan kedatangan, sambil diam-diam mengantar kepergian.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penutupan Krakatau Osaka Steel, Alarm Tekanan Industri Baja Nasional

Next Post

Pilihan: Cinta Allah atau Tanah Air?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post

Pilihan: Cinta Allah atau Tanah Air?

Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Gula Darah, Stres, dan Beban Negara: Ketika Ekonomi Menekan Tubuh Purbaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist