Ada dua hal yang teramat penting, dalam pertemuan makan siang antara Presiden Jokowi dan para kandidat Presiden pada pilpres 24, yang akan datang. Pertama soal undangan Presiden Jokowi, dan Jawaban Anies Baswedan. Selanjutnya, dialog antara Anies Baswedan dengan Presiden Jokowi.
Bakal capres Anies Baswedan mengatakan, mulanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang makan siang bersama di Istana Negara, pada Minggu kemarin, 29 Oktober 2023.
Namun, Anies mengaku sudah memiliki agenda bertemu dengan masyarakat di Jember, Jawa Timur, sehingga tidak bisa hadir jika pertemuan dilakukan tanggal 29/10/23 itu.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Jokowi kemudian mengganti jadwal makan siang bersama para bakal capres pada hari ini.
“Terima kasih berkenan diganti hari Senin,” kata Anies usai makan siang bersama Jokowi dan dua bacapres lainnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2023. Presiden Jokowi Makan Siang Bareng Para Capres Pilpres 2024.
Bagi saya, inilah pemimpin ajeg kepada janji. Tidak peduli, siapa yang menundang, ia tetap berpegang teguh memenuhi amanah kepada rakyat kecil sekalipun.
Tetapi, mungkin karena Presiden mempunyai agenda politik tertentu atas pertemuan makan siang itu, sehingga ia undur mengikuti waktu luang Anies Baswedan.
Acungan jempol selanjutnya untuk Anies Baswedan, ia menyampaikan pesan yang menohok jantung hatinya Jokowi. Ia menyamikan pesan berantai dari rakyat yang pernah ia temui, yaitu supaya Presiden bersikap netral dalam Pilpres 24 yang akan datang.
Sikap Jokowi yang pernah mengatakan akan Cawe-cawe dan posisi anaknya yang menjadi Cawapres Prabowo, pernyataan Anies Baswedan itu adalah bak tamparan bagi Jokowi.
Capres Prabowo, menyampaikan menu makanan yang disajikan Presiden Jokowi sedangkan Ganjar Parnowo hanya basa-basi yang tidak memiliki pesan politik sedikitpun.
Sementara analis lain adalah, Direktur Eksekutif Voxpop Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengungkap makna dari makan siang yang dilakukan Presiden Joko Widodo dengan tiga bakal calon presiden (capres) di Istana Negara. Ia menangkap ada dua arti dalam pertemuan tersebut.
Pertama, menurut Pangi, tidak boleh curiga. “Kita berprasangka baik saja, kita mendukung itikad baik presiden untuk membuat suasana yang demokratis, teduh yang tidak bising,” ujar Pangi dalam program Metro Hari Ini, Metro TV, Senin, 30 Oktober 2023.
Kedua, harus curiga. Pangi menuturkan bahwa setiap pertemuan politik, pasti ada makna politik di dalamnya.
“Selalu dalam pertemuan politik, itu bukan suasana yang kosong, itu bicara apa, dapat apa, bagaimana, dan kepentingan apa yang membuat pertemuan itu terjadi,” ungkapnya.
Pangi bahkan memaknai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan tiga bakal calon presiden dengan kata ‘hati-hati’. Sebab, pertemuan tersebut diduga dilakukan untuk gimik politik dan cara presiden mengecoh sentimen politik.
“Ini seperti pemadam kebakaran, jadi presiden hari ini posisinya tersudutkan oleh tekanan publik, legitimasinya mulai tergerus,” kata dia.
“Meja makan itu seolah bisa mengembalikan animo kepercayaan publik terhadap presiden,” lanjut Pangi.


























