• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Primadona Jokowi: “Jalan Tol” Kok Bangga?

Ali Syarief by Ali Syarief
October 6, 2024
in Feature
0
Sambil Sudutkan Anies, Heru Peroleh Ragam Pujian, Karena Rampungkan Proyek Sodetan Ciliwung
Share on FacebookShare on Twitter

Judul ini memberikan landasan bagi kita untuk mengkritisi keberhasilan yang diangkat oleh Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur, khususnya jalan tol, selama sepuluh tahun kepemimpinannya. Namun, pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah: apakah jalan tol benar-benar merupakan solusi utama bagi pembangunan bangsa? Atau justru, ada hal lebih penting yang telah diabaikan, yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)?

Pembangunan SDM: Fondasi Utama Negara

Dalam sejarah pembangunan Indonesia, era Presiden Soeharto menekankan pentingnya pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu keseimbangan antara pembangunan jasmani dan rohani. Ini adalah visi besar di mana pemerintah tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan pendidikan, kesehatan, serta moral dan spiritual rakyatnya. Dengan fokus pada SDM, Soeharto berupaya membangun negara dengan pondasi kuat yang bertumpu pada kecerdasan dan kualitas rakyatnya.

Sebaliknya, era Jokowi lebih sering diidentikkan dengan infrastruktur fisik seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Meskipun infrastruktur fisik tentu penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kita harus bertanya: di mana fokus pada pembangunan SDM?

Hasil dari Mengabaikan SDM

Mengabaikan pembangunan SDM memiliki konsekuensi jangka panjang yang sangat serius. Setelah sepuluh tahun kepemimpinan Jokowi, kita dapat melihat sejumlah masalah yang semakin nyata:

  1. Korupsi Merajalela: Salah satu indikator yang paling mencolok dari rendahnya kualitas SDM adalah maraknya korupsi di setiap sektor pemerintahan dan politik. Ketika pendidikan dan pembinaan moral diabaikan, mentalitas instan dan materialistis tumbuh subur, dan ini tampak jelas dalam banyaknya kasus korupsi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

  2. Partai Politik Berorientasi Kekuasaan: Partai-partai politik tampaknya lebih berfokus pada meraih kekuasaan dan menikmati hasilnya, daripada berupaya mendorong reformasi yang berpihak pada rakyat. Ini adalah konsekuensi dari hilangnya pendidikan politik yang berbasis nilai dan moral yang kuat. Koalisi besar yang terbentuk dalam pemerintahan Jokowi sering kali tidak didasari oleh ideologi, melainkan kepentingan praktis untuk berbagi “kue” kekuasaan.

  3. Ekonomi yang Tidak Mencapai Target: Meskipun ada klaim keberhasilan dalam pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya, kenyataannya pertumbuhan ekonomi tidak mencapai target yang diharapkan. Pengangguran masih menjadi masalah besar, terutama bagi generasi muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dalam jangka panjang, pembangunan infrastruktur tanpa didukung SDM berkualitas justru bisa menjadi beban bagi negara.

  4. Kemiskinan yang Membengkak: Data kemiskinan menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan infrastruktur, kesejahteraan rakyat tidak meningkat secara signifikan. Infrastruktur tanpa SDM yang mampu memanfaatkannya dengan efektif hanya akan menjadi simbolis, tanpa memberikan dampak nyata bagi perbaikan taraf hidup rakyat.

  5. Pendidikan dan Kualitas SDM Menurun: Indikator yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan kualitas pendidikan. Pada tahun 2024, Indonesia tercatat memiliki rata-rata IQ anak bangsa yang terendah di ASEAN. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas telah diabaikan.

Jalan Tol: Simbol Pembangunan yang Kosong?

Dalam banyak kesempatan, Jokowi bangga akan pencapaiannya dalam pembangunan jalan tol. Namun, apakah jalan tol benar-benar menyelesaikan masalah mendasar bangsa ini? Infrastruktur fisik seperti jalan tol memang penting, tetapi jika pembangunan mental dan spiritual bangsa terabaikan, maka kita hanya membangun ‘jalan kosong’. Jalan tol yang megah tidak akan bermakna jika rakyat yang menggunakannya tidak memiliki kecerdasan, moralitas, dan keterampilan yang cukup untuk memajukan dirinya dan bangsanya.

Konklusi

Pembangunan infrastruktur fisik di bawah kepemimpinan Jokowi tentu tidak dapat dipandang sepenuhnya negatif. Namun, jika dibandingkan dengan persoalan yang lebih mendasar seperti pembangunan SDM, maka fokus pada infrastruktur fisik ini bisa dikatakan salah arah. Pembangunan sebuah bangsa sejatinya harus dimulai dari manusianya—dari pendidikan, moralitas, kesehatan, dan spiritualitasnya. Tanpa itu, pembangunan hanya akan tampak megah di permukaan, tetapi rapuh di dalam.

Maka, pertanyaan yang harus kita renungkan bersama adalah: apakah kita ingin menjadi bangsa yang bangga dengan jalan tol, atau bangsa yang berdaya dengan rakyat yang cerdas dan bermoral tinggi?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Macron Serukan Embargo Senjata untuk Israel di Tengah Ketegangan Gaza

Next Post

Teriak Menkopolhukam ada Korupsi di Kemenag RI – Tidak Di Gubris Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post

Teriak Menkopolhukam ada Korupsi di Kemenag RI - Tidak Di Gubris Jokowi

Hari Pertama Bantuan Pangan Bansos.   Jokowi Bagikan Beras di Salatiga

Daya Beli Merosot, Cermin Buruknya Kinerja Ekonomi Rezim Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist