• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

fusilat by fusilat
February 11, 2026
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

By Paman BED

Dunia hari ini bergerak dalam genggaman algoritma. Di balik layar ponsel kita, ada jutaan tangan yang bekerja dalam senyap: para pengemudi ojek online dan kurir logistik. Mereka adalah tulang punggung Gig Economy—ekonomi berbasis fleksibilitas, kecepatan, dan efisiensi.

Namun mari jujur sejenak. Di balik kemudahan yang kita nikmati, tersimpan kerapuhan yang nyata. Status “mitra” kerap menjadi paradoks: fleksibel dalam waktu, tetapi rapuh dalam perlindungan sosial; bebas memilih jam kerja, namun terikat pada algoritma yang dingin dan sepihak. Skema insentif berubah-ubah, pendapatan tak pasti, dan risiko kerja ditanggung sendiri.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar: sampai kapan mereka harus menjadi pemain cadangan di lapangan ekonomi milik orang lain?
Bisakah kita bermimpi mereka naik kelas—dari pengguna platform menjadi pemiliknya?

Jawabannya ada pada satu kata yang sudah lama berakar di bumi pertiwi, tetapi lama kehilangan relevansi praksisnya: koperasi. Yang dibutuhkan hari ini adalah memberinya nyawa digital dan disiplin profesional.


Mengubah Penonton Menjadi Pemilik

Selama ini, Gig Economy dikuasai platform kapitalis global. Driver hanyalah user, bukan shareholder. Nilai tambah ekonomi mengalir keluar, meninggalkan para pekerja di lingkar ketidakpastian.

Gagasan mengonsolidasikan pengemudi ojol ke dalam Koperasi Digital Produktif bukan sekadar upaya menaikkan pendapatan, melainkan soal kedaulatan ekonomi. Bayangkan bila aplikasi yang mereka gunakan bukan milik investor asing, melainkan dimiliki bersama oleh para pengemudi itu sendiri.

Dalam ekosistem ini, keuntungan tidak lari ke Silicon Valley, melainkan kembali ke anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Inilah pengejawantahan paling konkret dari Pasal 33 UUD 1945: ekonomi disusun sebagai usaha bersama, berdasar asas kekeluargaan—bukan jargon, melainkan praktik.


Jembatan Kesejahteraan yang Struktural

Memasukkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan ke dalam manajemen koperasi adalah lompatan struktural, bukan kosmetik kebijakan. Selama ini, pengemudi dianggap pekerja mandiri yang harus mengurus segalanya sendiri. Akibatnya, banyak yang abai—bukan karena tak sadar risiko, tetapi karena birokrasi rumit dan keterbatasan biaya.

Dalam Koperasi Digital Produktif, iuran BPJS dikelola secara kolektif melalui sistem potong otomatis dari pendapatan. Koperasi bertindak sebagai kantor pusat kesejahteraan, memastikan anggotanya tidak jatuh miskin ketika sakit atau mengalami kecelakaan kerja.

Lebih jauh, koperasi berpeluang menciptakan floor income—batas penghasilan minimal—melalui subsidi silang dan manajemen order yang lebih manusiawi. Driver tak lagi sekadar mesin pengejar poin, melainkan manusia dengan martabat dan kenyamanan hidup.


Standarisasi: Roh di Balik Teknologi

Kita harus waspada terhadap fatamorgana kecepatan. Teknologi hanyalah alat. Jiwa dari transformasi ini adalah standarisasi dan sertifikasi. Banyak koperasi gagal bukan karena idenya buruk, tetapi karena dikelola secara amatir.

Koperasi digital bagi ojol harus memiliki standar emas:

  1. SOP Digital (SOKDP)
    Seluruh transaksi harus transparan, bankable, dan terintegrasi dengan sistem perbankan—QRIS, Virtual Account, dan pencatatan real time.
  2. Integritas SDM
    Pengurus koperasi bukan sekadar “yang dituakan”, melainkan profesional tersertifikasi. Mereka harus memiliki ijazah moral agar dana anggota tidak menjadi bancakan.
  3. Audit yang Akuntabel
    Digitalisasi memungkinkan setiap rupiah terpantau 24/7, menutup celah korupsi yang selama ini menjadi momok koperasi konvensional.

Tantangan Utama: Perang Melawan Mindset

Tantangan terbesar bukan membangun aplikasinya, melainkan meruntuhkan tembok mentalitas “begini saja sudah cukup”. Mengubah driver dari sekadar pengemudi menjadi entrepreneur kolektif yang melek digital membutuhkan kesabaran dan keteladanan.

Di sinilah falsafah Tut Wuri Handayani Ki Hadjar Dewantara menemukan relevansinya. Pemerintah dan lembaga pendamping—termasuk Kosgoro—tidak boleh mendikte dari atas. Mereka harus berdiri di belakang: menyediakan ekosistem, membuka akses perbankan, menjamin legalitas, dan menyiapkan mitra usaha yang adil.


Bukti Empiris: Dari Nanggerang untuk Indonesia

Implementasi nyata dimulai dari Desa Nanggerang, Cicurug, Sukabumi.
Koperasi Namara (Nanggerang Makmur Sejahtera) menanam fondasi perubahan dengan komitmen menaikkan kelas pengemudi ojek pangkalan—non-online—menjadi ojol dalam koperasi milik mereka sendiri.

Pengelolaan koperasi telah dimulai dengan penerapan ERP, serta standarisasi dan sertifikasi pengurus agar profesional. Program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan telah berjalan, dengan koperasi sebagai penanggung premi. Ini bukan wacana, melainkan langkah strategis yang terukur.


Kendala dan Mitigasi Risiko

Kendala terbesar bukan pada aspek teknis digitalisasi, melainkan non-teknis: shock culture, keraguan operasional, dan keterikatan pada pola kerja lama. Perubahan budaya kerja tidak bisa disederhanakan.

Shock culture bukan masalah kecil. Kegagalan mengelolanya dapat berakibat fatal: program runtuh, transformasi Gig Economy terkubur hidup-hidup, dan mati perlahan.

Kunci mitigasinya jelas: sabar namun cepat, disiplin pada timeline, dan konsisten pada rencana kerja ekosistem koperasi digital produktif. Semua pemangku kepentingan—operator hingga anggota—harus berada di jalur yang sama.


Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Transformasi Gig Economy menjadi korporasi melalui koperasi digital produktif adalah langkah visioner yang menjawab tiga masalah utama sekaligus: ketidakpastian pendapatan, minimnya perlindungan sosial, dan lemahnya posisi tawar. Dengan koperasi yang profesional, kita membangun benteng ekonomi rakyat yang tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing secara global.

Saran Strategis

  1. Pilot Project Terukur
    Konsolidasi awal 1.000–3.000 driver dalam satu wilayah sebagai model bisnis matang dengan trafik transaksi sehat.
  2. Integrasi Platform ERP
    Gunakan platform seperti kooperasi.com untuk memastikan tata kelola transparan dan efisien.
  3. Kemitraan Perbankan yang Lincah
    Gandeng bank—seperti Bank BTN—untuk modal kerja dan kemudahan transaksi digital.
  4. Edukasi Berkelanjutan
    Sertifikasi pengelola koperasi adalah harga mati untuk membangun trust anggota dan mitra.

Mari berhenti menjadi penonton di atas “spring bed” kenyamanan masa lalu. Saatnya bangun, mendorong bola salju revolusi koperasi ini hingga menjadi badai perubahan yang menyejahterakan.


Referensi

  • Scholz, T. (2016). Platform Cooperativism: Challenging the Corporate Share Economy.
  • Dokumen Standar Operasional Koperasi Digital Produktif (SOKDP) – Kolaborasi Bank BTN & Kooperasi.com.
  • Maturity Index Instrument: Audit, Sertifikasi & Bankability Koperasi Digital.
  • Dewantara, K. H. (1962). Karya Ki Hadjar Dewantara: Pendidikan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

Next Post

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

fusilat

fusilat

Related Posts

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik
Feature

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

February 11, 2026
Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal
Economy

Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

February 11, 2026
Economy

Dari Ing Ngarso ke Tut Wuri: Kesalahan Fatal Negara Membina Koperasi

February 11, 2026
Next Post
Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada
Birokrasi

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

by Karyudi Sutajah Putra
February 7, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Setelah berhasil melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini DPR coba...

Read more
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Menteri LH Pungut Sampah di Tangsel, Pengamat: Tak Selesaikan Akar Masalah

Menteri LH Pungut Sampah di Tangsel, Pengamat: Tak Selesaikan Akar Masalah

February 6, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

February 11, 2026

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

February 11, 2026
Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

February 11, 2026

Dari Ing Ngarso ke Tut Wuri: Kesalahan Fatal Negara Membina Koperasi

February 11, 2026
Mobil Mantan Polisi Dicuri Polisi di Kantor Polisi, Didiamkan Polisi: Inilah Potret Paling Bangsat Penegakan Hukum di Indonesia

Mobil Mantan Polisi Dicuri Polisi di Kantor Polisi, Didiamkan Polisi: Inilah Potret Paling Bangsat Penegakan Hukum di Indonesia

February 11, 2026
Keluhan Investor Asing: Ketika Listrik Padam, Kepercayaan Ikut Redup

Keluhan Investor Asing: Ketika Listrik Padam, Kepercayaan Ikut Redup

February 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

February 11, 2026

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

February 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...