• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Ali Syarief by Ali Syarief
January 6, 2025
in Crime, Feature
0
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus korupsi e-KTP yang melibatkan kerugian negara mencapai 2,3 triliun rupiah kembali mencuatkan nama-nama besar, terutama dari PDIP, yang hingga kini tak tersentuh hukum. Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah keterlibatan sejumlah pentolan PDIP dalam skandal ini, meski hingga saat ini mereka tidak pernah diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama-nama seperti Puan Maharani dan Pramono Anung disebutkan oleh terdakwa Setya Novanto dalam kesaksiannya di persidangan sebagai penerima aliran dana korupsi e-KTP, dengan masing-masing mendapatkan 500.000 dolar AS, atau sekitar 7,5 miliar rupiah. Namun, meski pengakuan ini disampaikan di ruang persidangan, keduanya tak pernah diproses hukum atau diperiksa sebagai saksi oleh KPK.

Keterlibatan Puan Maharani dan Pramono Anung dalam kasus e-KTP menggambarkan sebuah paradoks dalam dunia politik Indonesia. Di satu sisi, mereka adalah tokoh-tokoh penting dalam PDIP yang selalu mengklaim dirinya sebagai partai yang bersih dari praktik korupsi. Di sisi lain, meski sudah ada bukti dan pengakuan langsung dari terdakwa utama, keduanya tetap tidak disentuh hukum. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana politikus besar sering kali bisa menghindari jeratan hukum, meskipun masyarakat tidak akan pernah melupakan peran mereka dalam skandal besar ini.

Kesaksian Setya Novanto, yang diungkapkan di hadapan majelis hakim, memberikan gambaran yang jelas tentang keterlibatan para politisi dalam kasus korupsi ini. Menurut Novanto, ada transaksi yang melibatkan dua politisi PDIP yang diduga menerima uang hasil korupsi e-KTP. Pengakuan ini sangat mengguncang, namun fakta bahwa keduanya tidak pernah diperiksa oleh KPK menambah kesan adanya perlindungan terhadap nama-nama besar ini.

https://vt.tiktok.com/ZS6P2KSC6/

Meskipun begitu, publik tidak akan mudah melupakan kasus e-KTP dan peran yang dimainkan oleh para tokoh penting dalam skandal tersebut. Masyarakat Indonesia semakin paham bahwa kekuatan politik dan uang sering kali menjadi pelindung bagi mereka yang berada di puncak kekuasaan, sementara rakyat biasa harus menanggung beban dari kerugian negara yang ditimbulkan. Dalam konteks ini, ketidakjelasan penanganan hukum terhadap Puan Maharani dan Pramono Anung menciptakan persepsi publik bahwa hukum di Indonesia mungkin hanya bisa berpihak pada mereka yang memiliki kekuatan politik.

Kisah e-KTP adalah contoh nyata dari betapa kuatnya pengaruh politik dalam sistem hukum di Indonesia. Kasus ini mengingatkan kita bahwa meski korupsi melibatkan kerugian yang sangat besar bagi negara, tidak semua pihak yang terlibat akan mendapatkan keadilan yang sama. Puan Maharani dan Pramono Anung, yang namanya disebut dalam pengakuan Setya Novanto, tetap bebas dari hukum, sementara Setya Novanto sendiri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini menjadi cerminan betapa sulitnya menegakkan keadilan di tanah air, terutama ketika kepentingan politik dan kekuasaan berperan besar dalam proses hukum.

Masyarakat Indonesia tentu berharap agar para pemimpin politik yang terlibat dalam skandal besar seperti e-KTP dapat diberi keadilan yang setimpal. Namun, dengan sistem hukum yang terkesan selektif dan tidak transparan, banyak pihak merasa pesimis bahwa hal itu akan terwujud. Hingga saat ini, borok Mega dan Pramono Anung dalam kasus e-KTP masih menjadi salah satu luka dalam perjalanan reformasi hukum di Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tuna Terjual Seharga Rp. 21,7M pada Lelang Pertama Tahun Ini di Tokyo

Next Post

IPW: Polri Tak Serius Tangani Kasus Pemerasan Penonton DWP Asal Malaysia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW: Polri Tak Serius Tangani Kasus Pemerasan Penonton DWP Asal Malaysia

Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan

HORMATI KUALITAS BERAS DALAM NEGERI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...