• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Ali Syarief by Ali Syarief
January 27, 2026
in Aya Aya Wae, Cross Cultural, Feature
0
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu
Share on FacebookShare on Twitter

Ada momen yang terasa magis dalam perjumpaan manusia. Kita bertemu seseorang yang baru dikenal beberapa jam, tetapi obrolan mengalir seperti kawan lama. Musik favoritnya sama, cara memandang politik serupa, bahkan selera humor nyaris sebangun. Banyak orang menyebutnya kebetulan. Padahal, dalam ilmu sosial dan psikologi, fenomena ini memiliki penjelasan yang jauh lebih sistematis daripada sekadar “takdir mempertemukan”.

Kesamaan selera, hobi, dan sudut pandang bukan anomali. Ia adalah produk dari mekanisme sosial, psikologis, bahkan biologis yang bekerja diam-diam membentuk jaringan kesamaan antarmanusia.

1. Teori Homofili: Kita Cenderung Menyukai yang Serupa

Dalam sosiologi, terdapat konsep klasik bernama Homophily Theory. Teori ini menyatakan bahwa manusia secara alami lebih mudah membentuk hubungan dengan individu yang memiliki kesamaan karakteristik—baik usia, pendidikan, kelas sosial, nilai, hingga selera budaya.

Paul Lazarsfeld dan Robert Merton sejak 1954 menyebut homofili sebagai “the tendency of individuals to associate with similar others”. Kesamaan menciptakan rasa aman, mengurangi konflik interpretasi, dan mempercepat keintiman. Maka tidak mengherankan jika dua orang yang sama-sama menyukai jazz, membaca buku filsafat, atau kritis terhadap kekuasaan, akan lebih cepat merasa “nyambung”.

Bukan kebetulan. Itu pola.

2. Confirmation Bias: Kita Menyukai yang Menguatkan Keyakinan Kita

Psikologi kognitif menjelaskan adanya confirmation bias—kecenderungan manusia mencari, mengingat, dan menyukai informasi yang menguatkan keyakinan yang sudah ada. Ketika kita bertemu seseorang yang berpandangan serupa, otak memberi “hadiah dopamin”. Rasanya nyaman, seolah menemukan cermin intelektual.

Inilah sebabnya dua orang yang sama-sama skeptis pada kekuasaan, atau sama-sama idealis dalam melihat keadilan, cepat merasa berada di kubu yang sama. Bukan karena kebetulan. Tetapi karena otak memang dirancang untuk menyukai resonansi.

3. Social Identity Theory: Kesamaan Membentuk Rasa “Kita”

Henri Tajfel dalam Social Identity Theory menjelaskan bahwa manusia membangun identitas diri melalui kelompok rujukan. Kita mendefinisikan diri lewat “kami” dan “mereka”. Hobi, selera musik, bacaan, bahkan preferensi politik menjadi penanda kelompok.

Ketika bertemu seseorang dengan tanda identitas yang mirip, sistem psikologis langsung mengklasifikasikannya sebagai “ingroup”. Di situlah keakraban cepat terbentuk.

Kesamaan bukan kebetulan. Ia adalah mekanisme identitas.

4. Cultural Capital: Selera adalah Produk Lingkungan

Pierre Bourdieu menambahkan dimensi penting: cultural capital. Selera bukan sesuatu yang lahir tiba-tiba. Ia terbentuk oleh pendidikan, bacaan, lingkungan keluarga, kelas sosial, dan pengalaman hidup.

Dua orang yang tumbuh dalam tradisi literasi kuat, terbiasa berdiskusi ide, atau aktif mengikuti isu sosial, besar kemungkinan mengembangkan preferensi yang mirip. Maka ketika mereka bertemu, kesamaan itu terasa “alami”, padahal ia hasil proses panjang.

5. Neurobiology: Otak Menyukai Pola yang Familiar

Bahkan secara biologis, otak manusia menyukai pola yang dikenali. Familiarity menurunkan beban kognitif. Kita lebih mudah berinteraksi dengan orang yang “sefrekuensi” karena tidak perlu banyak menerjemahkan maksud dan makna.

Inilah sebabnya pertemuan dengan orang yang satu sudut pandang sering terasa seperti “klik”. Bukan kebetulan. Itu efisiensi neurologis.


Penutup: Kebetulan Hanyalah Nama Lain dari Pola yang Belum Kita Pahami

Jika banyak persamaan selera, hobi, dan cara pandang muncul antara dua insan, jangan buru-buru menyebutnya kebetulan. Ia lebih tepat disebut pertemuan dua pola kehidupan yang searah—dibentuk oleh lingkungan, pengalaman, preferensi kognitif, dan kebutuhan psikologis yang serupa.

Kebetulan hanyalah istilah populer. Sementara ilmu menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu mencari kesamaan untuk merasa aman, diakui, dan dipahami.

Maka ketika kita bertemu seseorang yang terasa “nyambung”, barangkali bukan takdir yang bekerja. Tetapi hukum sosial dan psikologis yang berjalan sangat rapi—hanya saja jarang kita sadari.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Next Post

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...