• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan oleh DPRD, mendapat angin segar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Madiun, Jawa Timur, dan Pati, Jawa Tengah, awal pekan ini.

Di Madiun, KPK menangkap Walikota Maidi beserta sejumlah orang lainnya yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Di Pati, KPK menangkap Bupati Sudewo dan sejumlah orang lainnya yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka pemerasan lelang jabatan perangkat desa. KPK menyita uang tunai senilai miliaran rupiah.

Di Madiun, KPK hat-trick atau “menang” tiga kali berturut-turut setelah sebelumnya juga menangkap dua walikota sebelum Maidi, yakni Kokok Raya dan Bambang Irianto.

Tentu saja berita penangkapan Walikota Madiun dan Bupati Pati ini menjadi angin segar bagi kubu yang menghendaki pilkada dilakukan oleh DPRD seperti sebelum tahun 2004. Sebab, aksioma mereka seolah menemukan relevansinya. Kata mereka, banyaknya kepala daerah terlibat korupsi merupakan konsekuensi logis dari piliada langsung oleh rakyat yang berbiaya tinggi atau high cost politics, sehingga pilkada harus dikembalikan ke seperti sebelum tahun 2004, yakni bupati, walikota atau gubernur dipilih oleh DPRD.

Dari delapan parpol yang ada di DPR RI, hanya PDI Perjuangan yang menolak wacana polkada tak langsung atau oleh DPRD.

Padahal, aksioma semacam itu sesat dan menyesatkan. Pasalnya, motif korupsi di Indonesia didominasi oleh keserakahan.

Ya, ada dua motif korupsi, yakni korupsi karena kebutuhan atau corruption by need, dan korupsi karena keserakahan atau corruption by greed. Nah, di Indonesia yang mendominasi adalah korupsi karena keserakahan.

Ratu Atut Chosiyah semasa menjabat Gubernur Banten jelas bukan orang miskin. Tapi ia korupsi juga.

Pun Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Maidi dan Sudewo juga bukan orang miskin. Tapi mereka masih korupsi juga.

Jadi, aksioma bahwa pilkada berbiaya tinggi memicu tingginya angka korupsi kurang relevan. Sebab motif korupsi di Indonesia yang dominan adalah keserakahan, bukan kebutuhan.

Ada dua komponen biaya pilkada. Pertama, political cost atau ongkos politik seperti biaya pendaftaran, biaya kampanye, dan biaya saksi.

Kedua, money politics atau politik uang seperti uang mahar ke parpol pengusung dan pendukung, serta angpao serangan fajar. Political cost ada batasnya atau limited, sementara money politics tak ada batasnya atau unlimited.

Nah, money politics inilah yang memicu pilkada berbiaya tinggi. Jadi, salah calon kepala daerah sendiri mengapa memberikan uang mahar ke parpol dan melakukan serangan fajar ke masyarakat calon pemilih. Kalau semua calon tidak melakukan serangan fajar, niscaya rakyat juga pasti akan memilih. Bahkan pilihannya akan lebih murni karena berdasarkan visi misi calon dan suara hati nuraninya sendiri.

Kamuflase

Aksioma bahwa pilkada langsung memicu tingginya angka korupsi sehingga pilkada harus dilakukan oleh DPRD justru patut kita curigai sebagai kamuflase belaka. Alasan mereka sesungguhnya adalah agar DPRD lebih berkuasa atas kepala daerah.

Selama ini kepala daerah tidak takut kepada DPRD. Itu karena yang memilih kepala daerah adalah rakyat langsung, bukan DPRD. Itu pun kepala daerah masih suka memberi suap kepada DPRD. Sejak 2004 hingga kini, sudah sekitar 4 ribu anggota DPRD terlibat korupsi.

Dengan dipilih oleh DPRD, maka anggaran serangan fajar kepala daerah yang semestinya diberikan kepada rakyat akan diberikan kepada DPRD yang akan memilih dia. Dengan kata lain, “rezeki” serangan fajar yang mestinya diterima oleh rakyat akan diambil alih oleh DPRD. DPRD akan lebih berkuasa dan jemawa.

Dengan kata lain, tak ada jaminan pilkada tak langsung oleh DPRD akan mengurangi money politics yang berujung pada banyaknya kepala daerah korupsi. Itu kamuflase belaka. Yang sesungguhnya terjadi adalah parpol-parpol ingin menambah kekuasaannya di DPRD.

Terbukti, hanya PDI Perjuangan yang menolak wacana pilkada tak langsung oleh DPRD.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tempeh dan Tofu Edamame: Jalan Alternatif Kedaulatan Pangan

Next Post

Antara Bayi yang Menyusut dan Kampus yang Membengkak

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Antara Bayi yang Menyusut dan Kampus yang Membengkak

Antara Bayi yang Menyusut dan Kampus yang Membengkak

Istana Bantah Ada Pertemuan Jokowi dan SBY di GBK Senayan

Davos dan Dua Kegelisahan: Pikiran SBY, Bayang-Bayang Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...