• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Ali Syarief by Ali Syarief
June 13, 2026
in Birokrasi, Politik
0
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Sejarah Indonesia selalu mencatat bahwa mahasiswa adalah kelompok pertama yang merasakan denyut kegelisahan rakyat. Ketika harga kebutuhan pokok naik, lapangan pekerjaan menyempit, korupsi merajalela, dan penguasa kehilangan sensitivitas terhadap penderitaan masyarakat, kampus-kampus akan menjadi ruang lahirnya perlawanan moral.

Kini, tanda-tanda itu mulai terlihat di era pemerintahan Prabowo Subianto. Gerakan mahasiswa yang mengkritik pemerintah semakin marak. Mereka turun ke jalan bukan semata-mata karena perbedaan politik, melainkan karena akumulasi kekecewaan terhadap berbagai persoalan yang semakin nyata di hadapan publik.

Ironisnya, kritik yang datang dari mahasiswa sering kali disambut dengan nada meremehkan. Dalam berbagai kesempatan pidato, Presiden Prabowo kerap melontarkan sindiran dan olok-olok terhadap pihak-pihak yang mengkritik pemerintahannya. Sikap seperti ini mungkin efektif untuk menghibur pendukungnya, tetapi tidak menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi bangsa.

Mahasiswa tidak sedang meminta lelucon. Mereka menuntut jawaban.

Mereka melihat nilai tukar rupiah yang terus berada di bawah tekanan. Mereka menyaksikan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Mereka mendengar janji-janji besar tentang kesejahteraan, namun di saat yang sama menyaksikan berbagai kasus korupsi yang terus bermunculan tanpa menunjukkan efek jera yang berarti.

Lebih menyakitkan lagi, publik disuguhi gaya hidup mewah sebagian pejabat negara. Ketika rakyat diminta berhemat, sejumlah pejabat justru mempertontonkan kehidupan hedon yang jauh dari semangat pengabdian kepada rakyat. Mobil mewah, perjalanan eksklusif, fasilitas berlebihan, dan pamer kemewahan di media sosial menjadi simbol jarak yang semakin lebar antara penguasa dan rakyat yang dipimpinnya.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan sederhana: apakah para pejabat masih memahami penderitaan masyarakat yang mereka wakili?

Di sisi lain, kinerja kabinet juga menjadi sasaran kritik. Banyak program yang berjalan tanpa koordinasi yang jelas. Sejumlah menteri lebih sering memproduksi kontroversi daripada prestasi. Kebijakan yang lahir sering kali menimbulkan kebingungan karena berubah-ubah dan minim komunikasi kepada publik. Akibatnya, muncul kesan bahwa kabinet bekerja tanpa arah yang solid dan tanpa kemampuan membaca keresahan masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, mahasiswa kembali mengambil peran historisnya sebagai penjaga nurani bangsa. Mereka mengingatkan bahwa legitimasi kekuasaan tidak hanya diperoleh melalui kemenangan pemilu, tetapi juga melalui kemampuan memenuhi harapan rakyat setelah terpilih.

Pemerintah seharusnya memahami bahwa kritik bukan ancaman. Kritik adalah alarm. Ketika mahasiswa mulai turun ke jalan, itu bukan tanda kebencian terhadap negara. Justru sebaliknya, itu adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan republik.

Seorang pemimpin besar tidak diukur dari kemampuannya mengolok-olok pengkritik, melainkan dari kesediaannya mendengar suara yang tidak menyenangkan. Kekuasaan yang sehat adalah kekuasaan yang membuka ruang koreksi, bukan yang menertawakan peringatan.

Jika berbagai persoalan yang menjadi sumber kegelisahan publik terus diabaikan—mulai dari pelemahan ekonomi, korupsi yang tak kunjung surut, gaya hidup hedon para pejabat, hingga buruknya kinerja kabinet—maka gelombang kritik mahasiswa berpotensi berkembang menjadi gelombang kekecewaan rakyat yang lebih luas.

Dan sejarah Indonesia mengajarkan satu hal penting: setiap kali suara mahasiswa bertemu dengan kemarahan rakyat, kekuasaan akan menghadapi ujian terbesarnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Next Post

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Feature

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?
Feature

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
Next Post

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist