• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 27, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Saya pesimis Indonesia akan memiliki presiden yang benar-benar hebat. Bukan karena negeri ini kekurangan orang-orang hebat. Sebaliknya, Indonesia memiliki banyak negarawan, akademisi, teknokrat, pemimpin daerah, pengusaha, dan tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas luar biasa. Persoalannya bukan pada stok kepemimpinan. Persoalannya adalah sistem yang menutup rapat jalan bagi mereka.

Akar persoalan itu sesungguhnya dapat ditelusuri sejak desain konstitusi mengenai pencalonan presiden. Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu. Artinya, sejak pintu pertama, rakyat tidak memiliki hak untuk mencalonkan pemimpin terbaiknya. Kunci sepenuhnya berada di tangan elite partai.

Dalam praktiknya selama dua dekade terakhir, ketentuan tersebut berkembang menjadi sistem yang sangat berorientasi pada oligarki partai. Walaupun Mahkamah Konstitusi pada awal 2025 menyatakan ketentuan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) tidak lagi memiliki kekuatan hukum mengikat, pencalonan tetap harus melalui partai politik sebagaimana diatur dalam konstitusi. Dengan kata lain, pintu pencalonan masih tetap dijaga oleh elite partai.

Akibatnya, kualitas calon sering kali bukan ditentukan oleh kapasitas, integritas, atau rekam jejak, melainkan oleh kalkulasi politik para pemegang stempel partai.

Pengalaman Pilpres 2024 menjadi renungan yang menarik. Dua figur dengan rekam jejak akademik dan pemerintahan yang kuat, Anies Baswedan dan Mahfud MD, harus menerima kekalahan dari pasangan yang di dalamnya terdapat Gibran Rakabuming Raka.

Esai ini bukan untuk memperdebatkan hasil pemilu. Rakyat telah memberikan suara, dan hasilnya harus dihormati. Namun fakta politik tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah sistem kita benar-benar dirancang untuk menghasilkan pemimpin terbaik, atau sekadar menghasilkan pemenang yang didukung koalisi paling kuat?

Dalam demokrasi yang sehat, kompetisi seharusnya mempertemukan gagasan terbaik dan pemimpin terbaik. Tetapi ketika tiket pencalonan sepenuhnya dikendalikan elite partai, kompetisi berubah menjadi arena negosiasi kekuasaan.

Karena itu, ketika mulai berbicara tentang Pilpres 2029, saya justru semakin pesimis.

Lihatlah nama-nama yang mulai beredar. Sebagian besar berasal dari ketua umum partai, pimpinan partai, atau tokoh yang memperoleh legitimasi melalui struktur partai. Sangat sedikit ruang bagi profesional independen, ilmuwan, ekonom, birokrat unggul, atau tokoh masyarakat yang tidak memiliki kendaraan politik.

Padahal sejarah membuktikan bahwa kepemimpinan besar sering lahir dari luar struktur partai yang kaku. Banyak negara melahirkan pemimpin nasional dari kalangan akademisi, profesional, hakim, diplomat, maupun pemimpin lokal yang kemudian memperoleh dukungan rakyat secara langsung.

Indonesia justru bergerak ke arah sebaliknya.

Partai politik menjadi gerbang tunggal menuju kursi kepresidenan. Akibatnya, regenerasi nasional bergantung pada dinamika internal partai, bukan pada proses seleksi terbuka yang memungkinkan munculnya figur terbaik bangsa.

Lebih ironis lagi, sebagian partai sendiri belum menunjukkan demokrasi internal yang kuat. Kepemimpinan partai sering kali bersifat sangat sentralistis, bahkan tidak jarang didominasi oleh figur tertentu atau berlangsung secara turun-temurun. Jika proses seleksi di tingkat partai belum sepenuhnya terbuka dan kompetitif, maka wajar bila proses seleksi calon presiden pun sulit menghasilkan pilihan yang benar-benar meritokratis.

Inilah yang membuat saya pesimis.

Pesimisme itu bukan karena Indonesia miskin akan pemimpin hebat. Justru saya yakin orang-orang hebat masih sangat banyak. Mereka ada di kampus-kampus, lembaga riset, pemerintahan daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, bahkan di birokrasi.

Sayangnya, mereka tidak memiliki kunci untuk membuka pintu pencalonan.

Selama pintu itu hanya bisa dibuka oleh segelintir elite partai, maka kualitas kepemimpinan nasional akan selalu dibatasi oleh kepentingan politik jangka pendek.

Indonesia membutuhkan sistem yang lebih terbuka, lebih kompetitif, dan lebih memberi kesempatan kepada putra-putri terbaik bangsa, siapa pun mereka. Demokrasi seharusnya menjadi mekanisme untuk menemukan pemimpin terbaik, bukan sekadar prosedur untuk memenangkan kandidat yang paling kuat secara politik.

Jika struktur pencalonan tidak berubah, maka Pilpres 2029 boleh jadi hanya akan menghadirkan pergantian nama, bukan pergantian kualitas kepemimpinan.

Dan selama itu pula, kita mungkin akan terus bertanya-tanya: mengapa negeri sebesar Indonesia selalu kesulitan melahirkan presiden yang benar-benar hebat?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING
Feature

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowonisasi

July 26, 2026
Feature

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026
Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

July 26, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...