London, FusilatNews — Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan berbagai kebijakan pendidikan nasional, termasuk program Sekolah Rakyat, di hadapan para akademisi dan tokoh pendidikan Inggris dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama untuk membuka peluang dan memutus rantai kemiskinan yang kerap menghantui generasi muda dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, layanan pendidikan berkualitas dan merata harus menjadi prioritas bagi negara jika ingin mewujudkan masyarakat yang adil dan setara.
“Saya yakin pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa dan pendekatan paling efektif untuk mengatasi kemiskinan serta ketimpangan,” kata Prabowo di depan peserta forum yang terdiri dari perwakilan universitas-universitas terkemuka di Inggris.
Program Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Salah satu fokus utama pidato Prabowo adalah Sekolah Rakyat, yakni jaringan sekolah berasrama yang digagas pemerintah untuk memberikan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Hingga kini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Prabowo juga mengungkapkan rencana memperluas program ini ke kelompok siswa berprestasi serta anak-anak kelas menengah yang belum memiliki akses optimal ke pendidikan berkualitas. “Ini bukan sekadar sekolah, tetapi upaya strategis untuk memutus lingkaran kemiskinan antargenerasi,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri sebelumnya telah diluncurkan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mencapai target 500 sekolah hingga tahun 2029, dengan potensi menjangkau ratusan ribu peserta didik di seluruh Indonesia. Sekolah-sekolah ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas pendidikan formal, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan pembekalan keterampilan.
Jembatan Kolaborasi Internasional
Dalam forum pendidikan tersebut, Prabowo turut menekankan pentingnya kerja sama internasional — khususnya dengan universitas-universitas di Inggris — sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia membuka peluang kolaborasi untuk program pertukaran, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Kehadiran kepala negara dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral di sektor pendidikan antara Indonesia dan Inggris sekaligus menjaring dukungan akademis untuk implementasi kebijakan Sekolah Rakyat di tanah air.
























