• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

Ali Syarief by Ali Syarief
February 11, 2026
in Economy, Feature, Tokoh/Figur
0
Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah tekanan fiskal yang kian menumpuk, Presiden Prabowo Subianto memilih menerima para pengusaha besar di Padepokan Garudayaksa, Hambalang. Pertemuan dengan jajaran Apindo itu dipresentasikan sebagai ruang dialog strategis: membahas pengembangan sektor padat karya, peningkatan daya saing global, dan peran swasta dalam menciptakan lapangan kerja. Pemerintah menyebutnya sebagai pengejawantahan visi Indonesia Incorporated—negara dan dunia usaha berjalan beriringan.

Namun di luar ruang pertemuan yang hangat itu, realitas ekonomi nasional menyodorkan cerita yang jauh lebih keras.

Negara sedang menghadapi tekanan fiskal serius. Penerimaan melemah, sementara utang jatuh tempo melonjak ke kisaran Rp 850 triliun. Defisit anggaran menyentuh batas psikologis 3 persen. Kebutuhan pembiayaan riil, jika dihitung dari defisit dan pembiayaan ulang utang, mendekati Rp 1.600 triliun. Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah batas daya tahan negara.

Dalam konteks inilah pertemuan Prabowo dengan para pengusaha patut dibaca lebih dalam: apakah ini upaya membangun solusi struktural, atau sekadar mengandalkan sektor swasta sebagai penyangga terakhir ketika ruang fiskal negara menyempit?

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa para pengusaha dan pemerintah sepakat untuk “berjalan beriringan”. Sektor padat karya—tekstil, garmen, sepatu—kembali disebut sebagai tumpuan penciptaan lapangan kerja dan daya saing global. Indonesia, kata Prasetyo, tidak bisa hanya mengandalkan pasar domestik.

Secara konseptual, gagasan itu tak keliru. Industri padat karya memang menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara berkembang. Masalahnya, sektor inilah yang justru paling lama tertekan di Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, industri tekstil dan turunannya menghadapi kombinasi mematikan: banjir impor, biaya energi tinggi, logistik mahal, regulasi yang berubah-ubah, dan pasar global yang semakin kompetitif.

Maka pertanyaannya bukan lagi apa yang harus dikembangkan, melainkan dengan instrumen apa.

Di tengah tekanan fiskal, ruang insentif pemerintah sangat terbatas. Subsidi, tax holiday, hingga stimulus industri bersaing langsung dengan kebutuhan membayar utang dan menjaga stabilitas makro. Negara tidak lagi berada pada posisi leluasa untuk “mendorong” sektor swasta tanpa mengorbankan pos anggaran lain. Dalam situasi seperti ini, seruan agar pengusaha menjadi motor penciptaan lapangan kerja terdengar lebih sebagai harapan daripada kebijakan yang ditopang daya dukung fiskal.

Konsep Indonesia Incorporated sendiri menyimpan ambiguitas. Di satu sisi, ia menjanjikan sinergi negara dan pasar. Di sisi lain, ia berisiko memindahkan beban struktural negara ke pundak dunia usaha—tanpa terlebih dulu menyelesaikan persoalan dasar yang menghambat produktivitas: lemahnya daya beli, rendahnya kualitas tenaga kerja, dan ketidakpastian kebijakan.

Lebih jauh, pertemuan ini juga berlangsung di tengah memburuknya persepsi pasar global terhadap Indonesia. Koreksi dari lembaga pemeringkat dan penyedia indeks global mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan fiskal dan tata kelola. Dalam situasi seperti ini, dunia usaha nasional pun tidak sepenuhnya berada dalam posisi aman. Mereka menghadapi pasar global yang ketat, biaya pendanaan yang meningkat, serta risiko permintaan domestik yang melemah.

Dengan kata lain, negara dan pengusaha sama-sama sedang tertekan—bukan berada dalam posisi saling menopang secara seimbang.

Di sinilah letak jurang antara wacana dan realitas. Pemerintah berbicara tentang daya saing global, sementara fondasi domestik—konsumsi rumah tangga—justru melemah. Pemerintah mendorong ekspor, sementara industri padat karya kesulitan bertahan di dalam negeri. Pemerintah mengajak dunia usaha berlari lebih kencang, sementara beban struktural belum diringankan.

Pertemuan di Hambalang bisa dibaca sebagai sinyal politik: Presiden ingin menunjukkan bahwa negara masih solid, bahwa pengusaha besar masih berada dalam lingkaran kepercayaan kekuasaan. Ini penting untuk menjaga sentimen pasar. Namun stabilitas berbasis sentimen elite tidak selalu sejalan dengan stabilitas ekonomi riil.

Sejarah menunjukkan bahwa kolaborasi negara dan pengusaha hanya efektif jika negara terlebih dahulu menyelesaikan persoalan dasarnya: kepastian hukum, kebijakan industri yang konsisten, dan perlindungan terhadap ekonomi rakyat. Tanpa itu, Indonesia Incorporated berpotensi menjadi slogan yang menutupi keterbatasan fiskal, bukan strategi keluar dari krisis.

Pertanyaan yang tersisa setelah pertemuan Hambalang bukanlah seberapa sering Presiden bertemu pengusaha, melainkan sejauh mana negara mampu memperbaiki kondisi yang membuat sektor padat karya benar-benar hidup kembali. Tanpa pembenahan itu, visi besar tentang daya saing global hanya akan berputar di ruang diskusi—sementara tekanan fiskal dan kelelahan ekonomi rakyat terus berjalan di dunia nyata.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Ing Ngarso ke Tut Wuri: Kesalahan Fatal Negara Membina Koperasi

Next Post

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik
Feature

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

February 11, 2026
Economy

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

February 11, 2026
Economy

Dari Ing Ngarso ke Tut Wuri: Kesalahan Fatal Negara Membina Koperasi

February 11, 2026
Next Post

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada
Birokrasi

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

by Karyudi Sutajah Putra
February 7, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Setelah berhasil melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini DPR coba...

Read more
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Menteri LH Pungut Sampah di Tangsel, Pengamat: Tak Selesaikan Akar Masalah

Menteri LH Pungut Sampah di Tangsel, Pengamat: Tak Selesaikan Akar Masalah

February 6, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

February 11, 2026

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

February 11, 2026
Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

Indonesia Incorporated di Tengah Tekanan Fiskal

February 11, 2026

Dari Ing Ngarso ke Tut Wuri: Kesalahan Fatal Negara Membina Koperasi

February 11, 2026
Mobil Mantan Polisi Dicuri Polisi di Kantor Polisi, Didiamkan Polisi: Inilah Potret Paling Bangsat Penegakan Hukum di Indonesia

Mobil Mantan Polisi Dicuri Polisi di Kantor Polisi, Didiamkan Polisi: Inilah Potret Paling Bangsat Penegakan Hukum di Indonesia

February 11, 2026
Keluhan Investor Asing: Ketika Listrik Padam, Kepercayaan Ikut Redup

Keluhan Investor Asing: Ketika Listrik Padam, Kepercayaan Ikut Redup

February 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

Starlink Masuk, Biometrik Ribet: Ironi Kedaulatan Digital yang Terbalik

February 11, 2026

Bermimpi Gig Economy Bertransformasi Menjadi Korporasi, Melalui Koperasi Digital Produktif

February 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist