• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Jokowi : Saya Akan Memastikan Gibran dan Kaesang Tetap Punya Panggung.

Ali Syarief by Ali Syarief
October 15, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi : Saya Akan Memastikan Gibran dan Kaesang Tetap Punya Panggung.
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam sejarah republik ini, jarang sekali seorang presiden berani menanggalkan selubung kenegarawanan di depan publik. Tapi Joko Widodo, dalam pidatonya yang menyatakan akan “memimpin langsung PSI”, justru melakukan hal itu dengan kepala tegak dan senyum percaya diri. Ia tidak sedang menunjukkan kebijaksanaan seorang pemimpin, melainkan memperlihatkan ambisi seorang ayah yang mabuk kuasa dan terperangkap dalam ilusi dinasti.

Pidato itu menandai babak baru dalam drama politik Jokowi—drama yang semakin kehilangan makna kenegaraan dan berubah menjadi sandiwara keluarga. Dengan mengatakan dirinya akan turun tangan memimpin PSI demi “membimbing anak-anak muda”, Jokowi sebetulnya sedang berkata terang-terangan: “Saya akan memastikan Gibran dan Kaesang tetap punya panggung.”

Ini bukan lagi soal strategi politik, melainkan tentang seseorang yang menolak pensiun dari kekuasaan. Jokowi tak rela panggung negara ditutup baginya. Ia membangun kerajaan kecil dengan PSI sebagai instrumen, Kaesang sebagai simbol, dan Gibran sebagai pelapis kekuasaan di tingkat nasional.

Namun publik bukanlah penonton yang buta. Rakyat tahu, dua anak Jokowi itu bukanlah figur yang lahir dari prestasi atau kapasitas. Mereka tumbuh di atas relasi kuasa, bukan kompetensi. Gibran menjadi wali kota bukan karena keunggulan intelektual atau visi kebangsaan, melainkan karena nama belakangnya. Kaesang pun serupa, melesat dari pengusaha pisang goreng menjadi ketua partai politik, seolah negeri ini kekurangan kader cerdas dan berintegritas.

Pidato Jokowi hanya mempertegas apa yang selama ini dicurigai publik: bahwa di balik citra sederhana dan tutur merakyatnya, bersemayam ambisi besar untuk menanam dinasti politik. Ia bukan negarawan yang menyiapkan generasi baru untuk bangsa, tetapi seorang patriark yang menyiapkan kursi bagi darah dagingnya.

Negarawan sejati tahu kapan harus mundur. Mereka menanam nilai, bukan garis keturunan. Mereka melahirkan penerus ide, bukan penerus nama. Jokowi sebaliknya—ia menukar nilai-nilai itu dengan kepentingan keluarga. Dalam dirinya, kata “pengabdian” telah bergeser menjadi “pemeliharaan kekuasaan”.

Kekuasaan, kata Lord Acton, cenderung korup, dan kekuasaan absolut korup secara absolut. Jokowi kini bukan sekadar korup dalam arti kekuasaan, tetapi juga dalam makna moral: ia mengkhianati harapan rakyat yang dulu memilihnya karena percaya ia berbeda.

Kini, perbedaan itu telah sirna. Ia bukan lagi simbol kesederhanaan yang datang dari rakyat, tapi contoh paling vulgar dari nepotisme di era modern. Dari Istana Negara hingga markas PSI, aroma keluarga makin menyengat—dan dengan pidatonya sendiri, Jokowi telah menegaskan satu hal: bahwa ia bukan lagi milik bangsa, melainkan milik dinasti kecil bernama keluarga Widodo.

Dan dengan demikian, sejarah mencatat: pidato Jokowi bukan sekadar pernyataan politik, melainkan pengakuan tanpa malu—bahwa ia tak lagi seorang negarawan. Ia hanyalah bapak yang haus kuasa, yang menolak berhenti bahkan setelah tirai kekuasaan seharusnya turun.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Purbaya Menelanjangi Kemewahan Ara

Next Post

50 Ribu Buruh Tumpah di Bekasi: Desak DPR Bahas RUU Ketenagakerjaan, Siap Kejutkan dengan Tokoh Nasional

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT
Economy

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh
Birokrasi

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026
Feature

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Next Post
Ribuan Buruh dan Petani Demonstrasi di Patung Kuda, Ajukan Enam Poin Tuntutan

50 Ribu Buruh Tumpah di Bekasi: Desak DPR Bahas RUU Ketenagakerjaan, Siap Kejutkan dengan Tokoh Nasional

Darurat Regenerasi Petani: Siapa yang Akan Menanam Pangan Kita?

Politik Petani: Dari Sawah ke Senayan, dari Cangkul ke Kebijakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Noel: Dari Orator Jalanan ke Penjarah Mobil Mewah yang Hilang
Feature

Noel, Pahlawan Kesiangan yang Siap Dihukum Mati

by Karyudi Sutajah Putra
January 27, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Bukan Noel namanya kalau tidak pandai membuat sensasi. Bekas Wakil...

Read more
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

January 24, 2026
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

January 27, 2026
Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

January 27, 2026
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Reformasi POLRI Ditolak — Saat Kekuasaan Menjadi Alasan Menghindar dari Akuntabilitas Sipil

January 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist