• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mantan Kepala BAIS Desak Pemberi Perintah ke Personel Densus 88 Untuk Kuntit Jampidsus Diusut

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
May 26, 2024
in Feature
0
Mantan Kepala BAIS Desak Pemberi Perintah ke Personel Densus 88 Untuk Kuntit Jampidsus Diusut
Share on FacebookShare on Twitter

“Dan ini harus diusut tuntas, terutama kepada siapa pemberi perintah dan perannya dalam perkara yang sedang diusut oleh Jampidsus,” sambung Soleman.

Jakarta – fusilatnews – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis – Tentara Nasional Indonesia (BAIS-TNI) Laksamana Muda (Laksda) Purn Soleman Ponto menilai Pengerahan personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri dalam membuntuti pejabat resmi Kejaksaan Agung (Kejagung) melanggar konstitusi.

Selanjutnya Soleman mendesak pengusutan di internal kepolisian antiterorisme,tentang siapa yang memberikan perintah dalam misi pembuntutan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu.

“Pengerahan Densus 88 untuk menguntit Jampidsus adalah pelanggaran terhadap Undang Undang (UU) Terorisme,” kata Soleman Sabtu (25/5/2024).

“Karena (penguntitan oleh Densus 88) itu sudah keluar dari tupoksi (tugas pokok) Densus 88,” katanya menambahkan

Tupoksi Densus 88 dalam perundangan hanya terkait dengan penanganan ancaman, dan penindakan dalam tindak pidana terorisme yang terjadi di dalam negeri.

Pengerahan satuan khusus antiterorisme dari kepolisian dalam membuntuti pejabat tinggi aktif di Kejagung tentunya melanggar tugas pokoknya itu.

Soleman ragu pengerahan misi pembuntutan Jampidsus tersebut bersifat tanpa komando.

“Dan ini harus diusut tuntas, terutama kepada siapa pemberi perintah dan perannya dalam perkara yang sedang diusut oleh Jampidsus,” sambung Soleman.

Soleman menegaskan apalagi mengingat saat ini banyaknya perkara-perkara korupsi besar yang dalam penanganan dan penyidikan oleh Jampidsus. Sebab itu, kata Soleman, harus diusut apakah pengerahan satuan Densus 88 tersebut, ada terkait dengan perkara korupsi yang saat ini dalam penyidikan di Jampidsus-Kejagung.

“Ini (pembuntutan Densus 88 terhadap Jampidsus) masalah yang sangat serius,” tegas Soleman.

Purnawirawan bintang dua Angkatan Laut (AL) itu juga mengingatkan agar Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo memberikan sanksi tegas terhadap anggota Densus 88, maupun yang memberi perintah dari internal kepolisian dalam aksi penguntitan Jampidsus tersebut.

“Kalau tidak ada perintah dari Kapolri, yang artinya itu adalah inisiatif sendiri dari anggota Densus, maka yang bersangkutan harus segera dipecat. Karena masalah ini akan menjadi sangat serius bagi hubungan dua institusi penegak hukum (Kejakgung dan Polri),” ujar Soleman.

TNI dari satuan Polisi Militer (POM) yang melakukan pengawalan melekat terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah menangkap satu orang anggota Densus 88.

Penangkapan tersebut berawal dari aksi enam anggota Densus 88 yang melakukan pembuntutan, dan penguntitan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah saat melakukan aktivitas pribadi di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) pertengahan pekan lalu.

Dari informasi yang diterima kalangan wartawan di Kejagung, enam anggota Densus 88 yang melakukan pembuntutan itu, empat di antaranya dari wilayah penugasan di Jawa Tengah (Jateng), dan dua dari Jawa Barat (Jabar).

“Enam orang anggota Densus 88, empat Jateng, dua Jabar, satu orang tertangkap, lima dalam lidik,” demikian berdasarkan informasi yang diterima wartawan.

Enam anggota Densus 88 itu menjalankan operasi pembuntutan terhadap Febrie Adriansyah dengan misi ‘Sikat Jampidsus’. POM TNI menangkap satu anggota Densus 88 yang diketahui bernama Bripda IM.

POM TNI yang mengawal Jampidsus membawa Bripda IM untuk diinterogasi maksimal di Gedung Kartika yang berada di kompleks Kejagung. Sementara lima anggota Densus 88 yang lainnya berhasil kabur.

Belum diketahui pasti apa motif dalam aksi pembuntutan, maupun penguntitan yang dilakukan Densus 88 terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah itu.

Namun perlu diketahui, bahwa tim penyidikan Jampidsus-Kejagung saat ini, sedang melakukan pengusutan korupsi jumbo penambangan timah ilegal di Provinsi Bangka Belitung yang merugikan negara sekitar Rp 271 triliun.

Dalam pengusutan kasus tersebut penyidik Jampidsus-Kejagung sudah menetapkan 21 orang sebagai tersangka. Dan dari beberapa nama tersangka itu, ada terkait dengan nama-nama yang selama ini ‘dekat’ dengan kepolisian.

Setelah peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh POM TNI terhadap anggota Densus 88 tersebut, sejumlah peristiwa diduga sebagai upaya intimidasi dan provokasi yang dilakukan terhadap koorps Kejagung. Sejak Senin (20/5/2024) lalu,

kompleks Kejakgung yang berada di kawasan Kebayoran Baru di Jakarta Selatan (Jaksel) dalam pengamanan maksimal oleh satuan POM TNI, dan Angkatan Darat (AD).

Alasannya, pada Senin (20/5/2024) malam, sekitar pukul 23:00 WIB, terjadi peristiwa pengerahan puluhan personel Polri dengan seragam hitam-hitam dan bersenjata laras panjang menyatroni Gedung Kejagung. Satuan dengan seragam hitam-hitam itu saling berboncengan dengan puluhan motor trail.

Mereka bahkan membawa serta kendaraan lapis baja antihuru-hara untuk ‘pamer’ kekuatan di depan gerbang barat kompleks Kejakgung yang berada di Jalan Bulungan.

Puluhan satuan seragam hitam-hitam tersebut berhenti lama di depan gerbang kompleks Kejagung sambil menggeber-geber motor, dan berteriak-teriak. Mereka lalu melakukan konvoi bersenjata mengitari sisi luar kompleks Kejagung dari Jalan Bulungan ke kawasan Blok M yang berada di Jalan Panglima Polim sebanyak tiga sampai empat kali.

Kejadian serupa juga terjadi pada Kamis (23/5/2024) malam

Sejak Selasa (21/5/2024), seluruh personel pengamanan dalam (Pamdal) Kejagung diwajibkan mengenakan rompi antipeluru dalam bertugas. Dan pada Selasa (21/5/2024) petang, satuan pamdal, bersama-sama POM TNI dan AD melakukan sweeping drone di areal Gedung Kartika-Kejakgung tempat anggota Densus 88 ditahan.

Dikabarkan, sweeping drone dilakukan lantaran diketahui adanya aktivitas pesawat pengintai tanpa awak yang mengawasi Gedung Kartika dari udara. POM TNI dan AD, mendatangkan satu unit peralatan penembak drone yang bersiaga di lapangan terbuka di depan Gedung Kartika.

Gedung Kartika, sebetulnya kantor dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer (Jampidmil) Mayor Jenderal (Mayjen) Wahyoedho Indrajit.

Namun Gedung Kartika tersebut, sejak Desember 2023 sampai saat ini juga menjadi tempat berkantor Jampidsus Febrie Adriansyah bersama staf, dan seluruh tim penyidikannya. Karena Gedung Bundar, yang merupakan kantor utama Jampidsus dalam pemugaran, dan renovasi total.

Sejak Desember 2023 aktivitas pengusutan berbagai kasus korupsi yang ditangani Kejakgung berada di Gedung Kartika. Termasuk dalam penanganan kasus korupsi timah

Sejak Selasa (21/5/2024), TNI dari berbagai satuan, dari POM TNI, AL, AU, dan juga AD melakukan pengamanan maksimal di kompleks Kejakgung. Sampai dengan Jumat (24/5/2024) malam, aktivitas di dalam, maupun di luar kompleks Kejakgung dalam pengamanan prajurit berseragam militer bersenjata.

Dari informasi yang diterima, satuan pengamanan militer itu melakukan patroli berkeliling setiap satu jam sekali untuk memastikan wilayah Kejagung steril dari aksi-aksi sepihak aparat penegak hukum lainnya.

Namun begitu, sampai Sabtu (25/5/2024) belum ada pernyataan, maupun penjelasan resmi dari Kejakgung perihal rentetan peristiwa tersebut. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana yang saat ini merangkap jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mengaku tak tahu dengan pembuntutan Densus 88 terhadap Jampidsus Febria Adriansyah

“Saya tidak mengetahui informasi tersebut,” kata dia.

Perihal adanya aksi-aksi provokasi, maupun intimidasi pengerahan personel kepolisian bersenjata di kawasan Kejagung, Ketut mengaku tak mengetahui.

Akan tetapi Ketut menerangkan, peningkatan keamanan dari satuan militer di Gedung Kartika di seluruh areal Kejakgung, sebetulnya situasi yang wajar. Karena dikatakan dia, penyidik Jampidsus-Kejagung saat ini sedang menangani perkara-perkara korupsi dengan nilai kerugian negara yang terbilang besar.

“Pengamanan oleh TNI itu kan sudah dari dulu sejak dari Gedung Bundar. Dan sekarang pengamanan oleh TNI itu ditambah karena banyaknya kasus-kasus korupsi besar yang sedang ditangani oleh penyidikan di Jampidsus,” ujar Ketut.,

Pengamanan oleh militer tersebut, mengingat adanya posisi Jampidmil di Kejagung. “Memang kan di Kejasaan Agung itu, ada pengamanan organiknya dari TNI,” ujar dia.

Sementara dari Mabes Polri, sampai dengan hari ini, juga tak memberikan respons apa pun perihal para personelnya yang melakukan aksi-aksi provokasi, dan intimidasi di Kejagung.

Dari Densus 88, juga tak memberikan komentar apapun perihal adanya operasi pembuntutan terhadap Jampidsus tersebut.

Juru Bicara Densus 88 Komisaris Besar (Kombes) Aswin Siregar juga tak membalas pertanyaan terkait adanya satu anggota Densus 88 yang ditangkap oleh militer pengawal Jampidsus tersebut

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jepang Siaga Menghadapi Serangan Hama Kepik Bau yang Tak Musim

Next Post

Mampukah Karim Khan dan ICC Bertahan dari Standar Ganda Barat?

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka
Feature

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026
Feature

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026
Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied
Birokrasi

Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

March 25, 2026
Next Post
Mampukah Karim Khan dan ICC Bertahan dari Standar Ganda Barat?

Mampukah Karim Khan dan ICC Bertahan dari Standar Ganda Barat?

Paslon Prabowo – Gibran Kumpulkan Advokad Kondang untuk Menangkan PHPU di MK

Akibat Keterbatasan Fiskal Prabowo Berencana Ganti Susu Gratis Dengan Telor

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

TNI Sabotase Penegakan Hukum

by Karyudi Sutajah Putra
March 19, 2026
0

Jakarta-FusilatNews- Puspom TNI dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap empat orang dari Denma BAIS...

Read more
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Anwar “Mengaum”, Prabowo “Mengembik”

Anwar “Mengaum”, Prabowo “Mengembik”

March 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026
Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

March 25, 2026
Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

March 25, 2026
Kereta Wisata Pemandangan Gunung Fuji untuk Turis Asing Mulai Beroperasi

Kereta Wisata Pemandangan Gunung Fuji untuk Turis Asing Mulai Beroperasi

March 20, 2026
Sap American Military Power: Erosi yang Tak Terlihat

Sap American Military Power: Erosi yang Tak Terlihat

March 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist