• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 18, 2026
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto, Rabu (18/3/2026), menyatakan telah menangkap dan menahan empat tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, Kamis (12/3/2026) lalu.

Keempatnya berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, satuannya Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Mereka adalah tiga perwira, satu bintara. Yang perwira adalah Kapten NDB, Lettu SL dan Lettu BHW. Adapun yang bintara adalah Serda ES.

Sejak awal insiden terjadi, penulis sudah menduga pelakunya adalah oknum TNI. Sebab merekalah yang berkepentingan untuk membungkam Andrie yang baru saja merekam podcast bertajuk, “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”. Andrie selama ini juga getol mengkritisi TNI.

Tentu kita apresiasi Puspom TNI yang kurang dari seminggu sudah berhasil menangkap tersangka pelaku teror air keras, dan berani jujur bahwa tersangkanya adalah oknum TNI.

Akan tetapi, menangkap aktor lapangan saja tidak cukup. Yang juga diperlukan adalah mengungkap siapa dalang di balik aksi teror itu dan kemudian menangkapnya. Ini bukan teror atau percobaan pembunuhan biasa. Tapi teror politik untuk membunuh demokrasi.

Mereka hanya operator lapangan. Ibarat wayang, ada dalang yang menggerakkan mereka. Dalang itulah yang juga harus ditangkap.

Para perwira dan bintara itu memang berkepentingan untuk membungkam Andrie. Tapi kepentingan mereka barangkali cuma menjalankan perintah. Siapa yang memberi perintah? Siapa lagi kalau bukan pihak yang sangat berkepentingan dengan pembungkaman Andrie. Siapa dia? Biarkan Puspom TNI dan juga Polri untuk terus bekerja.

Tanpa menangkap dalang, kasus serupa diyakini akan terulang kembali. Seperti yang pernah menimpa Novel Baswedan, saat itu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Munir Said Thalib, saat itu Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Dalam dua kasus teor dan pembunuhan itu, yang tertangkap hanya aktor-aktor lapangannya. Dalangnya masih ongkang-ongkang saja.

Para pelaku juga tak akan jera. Sebab Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis tahun 1997-1998 kini justru banyak menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Melawan Kodrat

TNI, seperti kata Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Jenderal Oerip Soemohardjo, adalah tentara rakyat. Yakni tentara yang berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Ketika kemudian TNI justru meneror rakyat, berarti mereka melawan kodratnya sebagai tentara rakyat.

Mengapa TNI justru kerap meneror atau memata-matai rakyatnya sendiri, seolah-olah dianggap sebagai musuh negara?

Mungkin karena TNI kekurangan ajang perang. Tapi tidak. Sebab Papua juga cukup menjadi ajang perang TNI melawan milisi separatis. Sayangnya, TNI banyak mengalami kekalahan di sana, sehingga milisi separatis pun masih eksis di Papua.

Presiden Prabowo Subianto, yang berencana mengirim puluhan ribu tentara ke Gaza, untuk menjaga perdamaian di sana, mungkin benar. Sebab mungkin tentara kekurangan ajang perang, meskipun hal ini tidak sepenuhnya benar, sehingga tentara suka iseng memata-matai dan meneror rakyatnya sendiri. Rakyat yang membayar pajak untuk membayar mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Husnul Khotimah Hanya Menjadi Impian

Next Post

JABAR DARURAT PANGAN: TANPA DEWAN PANGAN, KITA MENUJU KRISIS YANG DIBIARKAN

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun
Crime

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Next Post
JABAR DARURAT PANGAN: TANPA DEWAN PANGAN, KITA MENUJU KRISIS YANG DIBIARKAN

JABAR DARURAT PANGAN: TANPA DEWAN PANGAN, KITA MENUJU KRISIS YANG DIBIARKAN

Ahlaq Tentara Itu “Yes Sir” – Civil “Yes Hukum”

Ahlaq Tentara Itu “Yes Sir” - Civil "Yes Hukum"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...