• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

fusilat by fusilat
May 13, 2026
in Feature, Health
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ada satu ironi yang diam-diam menjadi kebiasaan manusia: kita baru memahami harga sebuah nikmat ketika nikmat itu mulai menjauh.
Selama tubuh masih kuat, tidur masih nyenyak, langkah masih ringan, dan rasa sakit belum menetap di tubuh—manusia merasa semuanya biasa saja.

Sehat dianggap normal. Waktu luang dianggap hal yang akan selalu tersedia. Akibatnya, banyak orang hidup seolah kesehatan adalah sesuatu yang permanen, padahal ia termasuk nikmat yang paling rapuh.

Kita bekerja keras demi rumah yang lebih besar, kendaraan yang lebih nyaman, jabatan yang lebih tinggi, dan tabungan yang lebih banyak. Tetapi ironinya, sering kali tubuh yang dipakai untuk mengejar semuanya justru paling sedikit diperhatikan.

Manusia rela begadang demi target. Rela stres demi ambisi. Rela mengorbankan waktu ibadah demi urusan dunia yang dianggap mendesak. Padahal ketika sakit datang, sebagian besar yang dulu dibanggakan perlahan kehilangan makna.

Di titik itu, manusia mulai memahami satu hal yang dulu terasa sederhana: bahwa sehat ternyata bukan sekadar kondisi tubuh— tetapi pintu untuk menikmati seluruh kehidupan.

Ada orang yang ketika sehat mampu bepergian ke mana saja, tetapi tidak sempat bersyukur. Mampu makan dengan lahap, tetapi lupa memuji Allah. Mampu sujud dengan mudah, tetapi justru malas mendekat kepada-Nya.
Namun ketika sakit datang, semuanya berubah.
Tidur yang dulu dianggap biasa berubah menjadi kemewahan. Berjalan beberapa langkah menjadi perjuangan. Makan tanpa rasa nyeri menjadi harapan. Dan yang paling menyentuh: banyak manusia akhirnya menyadari bahwa yang paling mereka rindukan bukan kemewahan dunia, melainkan tubuh yang kembali sehat agar bisa hidup normal seperti dulu.

Di situlah kehidupan sering membongkar kesombongan manusia secara perlahan.
Sebab ketika rasa sakit benar-benar menetap dalam tubuh, jabatan tidak banyak membantu. Popularitas tidak mampu mengurangi nyeri. Kekayaan besar pun sering hanya berubah menjadi alat untuk membeli harapan kesembuhan.
Manusia akhirnya kembali pada satu kesadaran paling dasar: bahwa dirinya sangat lemah.
Dan mungkin, di situlah salah satu hikmah sakit: ia mengembalikan manusia pada posisi aslinya—sebagai makhluk yang bergantung kepada Allah.

Dalam dunia medis, ada istilah sunburst pattern, gambaran tulang yang tampak seperti memancarkan duri-duri tajam menyerupai sinar matahari. Pola ini sering dikaitkan dengan osteosarkoma, kanker tulang ganas yang menyebabkan pertumbuhan abnormal pada tulang.
Sulit membayangkan bagaimana rasa sakit yang harus ditanggung penderitanya. Tubuh yang dahulu mungkin kuat perlahan berubah menjadi sumber nyeri yang terus menusuk. Istirahat tidak lagi benar-benar menenangkan. Tidur bukan lagi tempat nyaman untuk melepas lelah.

Dan di titik itu, manusia biasanya mulai kehilangan ketertarikan terhadap banyak hal yang dulu sangat dibanggakan. Rumah mewah tidak terasa penting. Jabatan tidak lagi memberi ketenangan. Pujian manusia menjadi sunyi tidak berarti.
Yang tersisa hanya satu harapan sederhana: “Ya Allah, sehatkan aku.”
Ironisnya, doa yang paling tulus sering justru lahir ketika manusia kehilangan apa yang dulu tidak pernah ia syukuri.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan sesuatu yang sangat mendasar namun sering dilupakan:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari no. 6412)
Kalimat ini terasa sederhana. Tetapi justru karena terlalu sederhana, manusia sering gagal menyadari kedalamannya.
Kita tertipu karena merasa sehat akan selalu ada. Kita tertipu karena mengira waktu masih panjang. Kita menunda ibadah karena merasa masih muda. Menunda taubat karena merasa masih punya kesempatan. Menunda amal karena merasa nanti masih bisa dilakukan.

Hidup tidak pernah memberi jaminan tentang “nanti”.
Banyak manusia baru ingin dekat kepada Allah ketika tubuh mulai melemah. Baru ingin memperbaiki hidup ketika usia mulai menua. Baru ingin menjaga ibadah ketika tenaga mulai berkurang.

Salah satu bentuk syukur terbesar atas nikmat sehat adalah menggunakan kesehatan itu untuk taat sebelum datang masa ketika tubuh tidak lagi mampu.
Karena sehat sejatinya bukan tujuan. Ia hanyalah sarana.
Sarana untuk sujud. Sarana untuk bekerja halal. Sarana untuk membantu orang lain. Sarana untuk mencari ilmu. Sarana untuk berbuat baik sebelum kesempatan itu diambil kembali.

Dari sinilah, kita mulai memahami bahwa masalah terbesar manusia bukan selalu kurangnya nikmat— tetapi kurangnya kesadaran terhadap nikmat yang sudah ada.
Kita terlalu fokus pada apa yang belum dimiliki, sampai lupa mensyukuri apa yang masih dimiliki hari ini.

Bisa jadi, ada orang lain yang rela menukar seluruh hartanya hanya untuk mendapatkan kembali kesehatan yang hari ini kita gunakan untuk mengeluh.
Dan mungkin, yang paling menyedihkan bukan ketika manusia sakit. Tetapi ketika manusia tetap sehat, namun hidupnya tidak semakin dekat kepada Allah.

Penyebabnya, kesehatan yang tidak mendekatkan kepada syukur bisa berubah menjadi kelalaian yang panjang. Sementara sakit, dalam banyak keadaan, justru membuat manusia kembali mengenal Tuhannya.
Maka sebelum tubuh dipaksa berhenti oleh sakit, sebelum waktu luang berubah menjadi penyesalan, dan sebelum usia kehilangan tenaga terbaiknya, barangkali kita perlu bertanya lebih jujur kepada diri sendiri:
Untuk apa sebenarnya kesehatan ini digunakan?
Apakah ia hanya habis untuk mengejar dunia? Ataukah ia juga dipakai untuk menyiapkan bekal menuju akhirat?
Sebab pada akhirnya, manusia tidak hanya akan ditanya tentang apa yang dimilikinya. Tetapi juga tentang bagaimana ia menggunakan nikmat yang pernah dititipkan kepadanya.

Kesimpulan
Nikmat sehat dan waktu luang adalah dua karunia besar yang paling sering diremehkan manusia karena keduanya terasa biasa selama masih dimiliki.

Ketika kesehatan mulai hilang, manusia baru menyadari bahwa banyak kenikmatan hidup ternyata bergantung padanya. Dan ketika waktu mulai habis, manusia baru memahami bahwa penundaan sering menjadi awal dari penyesalan.

Sehat bukan sekadar kenyamanan hidup, tetapi amanah. Waktu luang bukan sekadar kesempatan beristirahat, tetapi ruang untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal.

Pada akhirnya, yang membuat nikmat menjadi bernilai bukan hanya karena ia dimiliki— tetapi karena ia digunakan di jalan yang diridhai Allah.

Saran Reflektif
* Bersyukurlah atas kesehatan sebelum datang masa ketika tubuh tidak lagi kuat untuk beribadah dan beraktivitas.
* Gunakan waktu luang untuk amal, ilmu, dan memperbaiki diri sebelum kesibukan atau usia mengambil kesempatan itu.
* Jangan menunggu sakit untuk mulai mendekat kepada Allah.
* Rawat tubuh sebagai amanah, bukan sekadar alat mengejar dunia.
* Biasakan muhasabah harian: apakah kesehatan hari ini lebih banyak dipakai untuk kebaikan atau justru kelalaian.
* Kurangi mengeluh atas hal kecil, karena banyak orang sedang berjuang menghadapi rasa sakit yang jauh lebih berat.
* Jadikan sehat sebagai sarana memperbanyak sujud, bukan memperpanjang kelalaian.
Karena mungkin, yang paling menakutkan bukanlah sakit yang datang tiba-tiba— tetapi kesehatan yang panjang tanpa rasa syukur.
Dan mungkin pula, salah satu bentuk syukur paling jujur atas nikmat sehat adalah: menggunakan tubuh yang masih kuat untuk taat sebelum ia melemah.

Penutup
Manusia sering mengira kebahagiaan terletak pada apa yang berhasil dimiliki. Padahal sering kali kebahagiaan justru tersembunyi pada nikmat sederhana yang selama ini dianggap biasa: bisa bernapas tanpa alat, bisa tidur tanpa rasa nyeri, bisa berjalan tanpa bantuan, dan bisa sujud dengan tubuh yang masih kuat.

Karena itu, selama sehat masih Allah titipkan, jangan hanya dipakai untuk mengejar dunia yang sementara. Gunakan juga untuk memperbanyak amal yang kelak tetap menemani ketika tubuh sudah tidak lagi berdaya.
Sebab banyak orang baru memahami mahalnya kesehatan setelah semuanya terlambat.

Referensi
* Al-Qur’an QS. Ibrahim [14]: 7 — tentang syukur atas nikmat
* Al-Qur’an QS. Al-‘Ashr [103]: 1–3 — tentang pentingnya waktu
* Al-Qur’an QS. Al-Mulk [67]: 2 — tentang hidup sebagai ujian amal
* HR. Bukhari No. 6412 — tentang nikmat sehat dan waktu luang
* HR. Tirmidzi — tentang pemanfaatan hidup sebelum datang kematian
Tafsir Ibnu Katsir
* Tafsir Al-Misbah — M. Quraish Shihab
* Literatur tazkiyatun nafs tentang syukur, sakit, dan hakikat nikmat hidup

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Next Post

Revolusi Bermula dari Film!

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!
Feature

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026
Next Post
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...