• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
May 13, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Di republik yang katanya lahir dari rahim perjuangan melawan penindasan ini, ternyata menonton film pun kini bisa dianggap ancaman. Bukan film propaganda pemberontakan. Bukan film yang mengajarkan terorisme. Hanya sebuah karya seni berjudul Pesta Babi. Namun, di era pemerintahan Prabowo Subianto, pemutaran film bisa dibubarkan oleh aparat berseragam.

Ironis. Sangat ironis.

Kita pernah mengira bahwa setelah tumbangnya rezim Soeharto, bangsa ini belajar tentang arti kebebasan. Kita percaya Reformasi 1998 bukan sekadar pergantian orang di istana, melainkan perubahan cara negara memperlakukan rakyatnya. Tetapi hari ini, aroma ketakutan itu datang lagi. Bahkan terasa lebih vulgar. Lebih telanjang.

Di masa Orde Baru, sensor memang kejam. Buku dibakar, diskusi dibubarkan, wartawan diteror. Tetapi negara saat itu setidaknya masih memiliki rasa malu untuk menyebut tindakannya sebagai “demi stabilitas nasional.” Sekarang? Menonton film saja bisa dianggap berbahaya tanpa penjelasan hukum yang masuk akal. Tidak perlu lagi dalih ideologi. Tidak perlu lagi keputusan pengadilan. Cukup ada aparat datang, lalu kegiatan warga dibubarkan.

Apa bedanya dengan negara otoriter?

Koalisi Masyarakat Sipil benar ketika menyebut tindakan TNI di Ternate sebagai bentuk perampasan kebebasan berekspresi. Negara ini punya konstitusi. Pasal 28F UUD 1945 menjamin hak warga untuk memperoleh dan menyampaikan informasi. Film adalah ekspresi budaya. Seni adalah ruang pikiran manusia untuk berbicara. Jika ruang itu dibungkam, maka demokrasi tinggal papan nama.

Yang lebih mengkhawatirkan bukan hanya soal filmnya. Tetapi tentang watak kekuasaan yang mulai merasa berhak mengatur apa yang boleh ditonton rakyatnya. Hari ini film dibubarkan. Besok diskusi buku. Lusa mungkin ceramah, puisi, teater, atau bahkan percakapan di warung kopi.

Demokrasi memang tidak mati sekaligus. Ia mati perlahan. Sedikit demi sedikit. Dimulai dari pembiaran atas tindakan sewenang-wenang. Dimulai dari ketakutan masyarakat untuk bersuara. Dimulai ketika aparat merasa dirinya lebih tinggi dari hukum.

Keterlibatan TNI dalam urusan sipil seperti ini juga memperlihatkan gejala lama yang dulu menjadi alasan rakyat menjatuhkan Orde Baru: militerisme. Reformasi dahulu berjuang keras memisahkan tentara dari politik praktis dan kehidupan sipil. Karena pengalaman sejarah mengajarkan, ketika tentara terlalu jauh masuk ke ruang warga, yang lahir bukan ketertiban, melainkan ketakutan.

Pertanyaannya sederhana: sejak kapan tentara menjadi kurator film?

Apakah negeri ini sedang kembali ke masa ketika negara menentukan apa yang boleh dipikirkan rakyatnya? Jika ya, maka ini bukan sekadar kemunduran demokrasi. Ini alarm bahaya.

Sebab bangsa yang sehat tidak takut pada film. Yang takut pada film biasanya adalah kekuasaan yang rapuh. Kekuasaan yang khawatir rakyat mulai berpikir. Kekuasaan yang ingin publik diam, tunduk, dan hanya menonton propaganda resmi.

Kita sedang menyaksikan sesuatu yang dulu dianggap mustahil terjadi setelah Reformasi: rakyat kembali harus meminta izin untuk berpikir.

Dan jika menonton film saja kini bisa dilarang, mungkin benar kata banyak orang: jangan-jangan era ini sedang bergerak menjadi lebih gelap daripada masa Pak Harto dahulu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Next Post

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)
Feature

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Feature

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Feature

Berani Memutuskan atau Takut Dipenjara? (Di Mana Batas Diskresi dan Korupsi?)

June 28, 2026
Next Post

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

June 28, 2026

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...