• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Reformasi POLRI Ditolak — Saat Kekuasaan Menjadi Alasan Menghindar dari Akuntabilitas Sipil

Ali Syarief by Ali Syarief
January 27, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu
Share on FacebookShare on Twitter

Debat mengenai reformasi POLRI bukan sekadar soal struktur, tetapi soal kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, supremasi konstitusi, dan posisi institusi penegak hukum dalam tata pemerintahan demokratis. Baru-baru ini, Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menyusun rekomendasi yang menyentuh berbagai aspek kelembagaan kepolisian — termasuk usulan menempatkan POLRI di bawah kementerian, pembatasan masa jabatan Kapolri, hingga pembubaran unit yang dinilai tidak efektif.

Namun, sikap tertinggi kepolisian justru menolak keras setiap gagasan struktural yang membuka ruang pengawasan sipil — bahkan jika reformasi itu dimaksudkan untuk memperkuat akuntabilitas. Penolakan ini diperkuat oleh pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di DPR, bahwa ia lebih baik “jadi petani” atau “dicopot dari jabatan” daripada menerima kepolisian berada di bawah kementerian.

Sikap ini memaksa kita bertanya: Apakah reformasi POLRI gagal bukan karena gagasannya, tetapi karena institusi itu sendiri menolak disentuh?


Rekomendasi Komisi Reformasi: Kritik atas Stagnasi dan Birokrasi Tua

Komisi Percepatan Reformasi Polri, yang ditugaskan langsung oleh Presiden untuk merumuskan langkah pembaruan, menyentuh isu-isu yang sangat mendasar:

  • Pembatasan masa jabatan Kapolri untuk mencegah konsentrasi kekuasaan dan memperkuat akuntabilitas;
  • Evaluasi unit-unit dalam POLRI yang dianggap tidak efektif dalam konteks modern;
  • Usulan struktur kelembagaan baru, termasuk kemungkinan penempatan POLRI di bawah kementerian yang relevan atau perwakilan sipil lain untuk memperkuat kontrol administratif.

Rekomendasi ini menunjukkan bahwa para pakar — baik dari kalangan hukum, institusi, maupun pemangku kepentingan — melihat kebutuhan pembenahan kultur, struktur, dan pengawasan jauh lebih penting ketimbang sekadar mempertahankan status quo. Karena pada banyak sistem demokrasi yang berfungsi baik, pengawasan administratif terhadap kepolisian dipandang sebagai bagian fundamental dari sistem checks and balances.


Kenapa Struktur Kepolisian Menjadi Isu Inti Reformasi?

Kepolisian di negara demokrasi maju selalu berada di bawah kendali sipil, entah itu kementerian, pemerintah lokal, atau komisi independen. Hal ini bukan sekadar formalitas birokrasi, tetapi sebuah prinsip demokrasi: bahwa alat kekuasaan koersif negara berada di bawah kendali otoritas sipil yang dipilih masyarakat dan diawasi parlemen atau lembaga independen.

Contoh di negara demokratis:

  • Amerika Serikat: Kepolisian kota bertanggung jawab kepada mayor dan dewan kota; lembaga federal dikontrol oleh Departemen Kehakiman.
  • Inggris: Polisi berada di bawah Home Office dengan pengawasan oleh Police and Crime Commissioner yang dipilih rakyat.
  • Jerman: Kepolisian federal dan negara bagian berada di bawah menteri dalam negeri masing-masing.
  • Jepang: Kepolisian berada di bawah National Public Safety Commission yang diawasi parlemen.

Model-model ini membuktikan satu hal: bahwa kepolisian profesional harus berada di bawah kontrol sipil untuk menjamin supremasi hukum tanpa meniadakan independensi operasional.


Penolakan Terhadap Struktur Sipil: Tanda Stagnasi Reformasi

Penolakan absolut terhadap gagasan penempatan POLRI di bawah kementerian atau otoritas sipil lain bukan sekadar soal preferensi organisasi. Ini adalah sinyal institusi kurang siap menghadapi mekanisme pengawasan yang lebih kuat.

Penolakan semacam ini memiliki efek serius:

  1. Menguatkan dugaan bahwa institusi sedang mempertahankan kekuasaan internal ketimbang melayani publik.
  2. Melemahkan proses reformasi yang sah secara konstitusional dan teknokratik.
  3. Meninggalkan kesan bahwa pengawasan sipil dianggap sebagai ancaman, bukan alat demokrasi.

Sikap seperti ini, jika terus berlanjut, bukan hanya menunda reformasi — tetapi mengubur tujuan reformasi itu sendiri.


Saatnya Publik Menuntut Reformasi Substantif

Reformasi bukan ancaman bagi POLRI. Reformasi adalah cara agar POLRI menjadi lebih profesional, akuntabel, dan dipercayai rakyat.

Negara-negara demokrasi maju tidak serta merta membatasi kekuasaan polisi karena mereka tidak percaya pada hukum atau institusi — tetapi untuk memastikan hukum itu sendiri berpihak pada rakyat, bukan kepada institusi.

Dalam konteks ini, sikap menolak every change — apalagi perbaikan struktur — menempatkan POLRI dalam posisi yang tidak lagi zamannya. Bukan reformasi yang gagal, tetapi yang gagal adalah keberanian institusi untuk mereformasi dirinya sendiri.

Karena pada akhirnya, negara hukum bukan soal melindungi institusi dari kritik, tetapi melindungi rakyat dari institusi yang tidak diawasi.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Sendiri Yang Menjelaksan Ijazahnya Palsu

Next Post

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu
Aya Aya Wae

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

January 27, 2026
Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.
Feature

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

January 27, 2026
Next Post
Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Noel: Dari Orator Jalanan ke Penjarah Mobil Mewah yang Hilang
Feature

Noel, Pahlawan Kesiangan yang Siap Dihukum Mati

by Karyudi Sutajah Putra
January 27, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Bukan Noel namanya kalau tidak pandai membuat sensasi. Bekas Wakil...

Read more
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

January 24, 2026
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

January 27, 2026
Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

January 27, 2026
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Reformasi POLRI Ditolak — Saat Kekuasaan Menjadi Alasan Menghindar dari Akuntabilitas Sipil

January 27, 2026
Jokowi Sendiri Yang Menjelaksan Ijazahnya Palsu

Jokowi Sendiri Yang Menjelaksan Ijazahnya Palsu

January 27, 2026
Noel: Dari Orator Jalanan ke Penjarah Mobil Mewah yang Hilang

Noel, Pahlawan Kesiangan yang Siap Dihukum Mati

January 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

January 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...