Makassar-Fusilatnews — Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI) secara resmi menggelar kegiatan Amalia Ramadan melalui program pesantren kilat selama empat hari. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin, 12 Ramadan 1447 H (2 Maret 2026) hingga Kamis, 15 Ramadan 1447 H (5 Maret 2026), dan diikuti oleh siswa, mahasiswa, serta para guru di lingkungan SLB A YAPTI.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pengawas SLB, kepala sekolah, guru, serta para orang tua siswa. Acara seremonial diawali dengan penampilan kasidah dari Syifaul Qulub, ekstrakurikuler OSIS SLB A YAPTI, yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Berdasarkan pantauan awak media, pesantren kilat ini mengusung tema “Cerdas Berilmu, Mulia Berakhlak.”
Ketua OSIS SLB A YAPTI, Hamdan Dani Ismail, dalam sambutannya melaporkan mekanisme dan rangkaian kegiatan pesantren kilat hingga dapat terlaksana dengan baik.
“Kegiatan pesantren kilat ini digelar selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Maret 2026, dengan peserta siswa-siswi dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama praktik shalat dan tadarus Al-Qur’an, sedangkan sesi kedua berupa penyampaian materi oleh ustaz yang berkompeten di bidang keagamaan,” jelas Hamdan.
Selama pelaksanaan kegiatan, panitia menghadirkan empat pemateri, yakni Ustaz Ijas Muslim, Ustaz Sudirman, Ustaz Baim, dan Ustaz Andi Nasir. Hamdan juga menyampaikan bahwa seluruh pendanaan kegiatan bersumber dari dana operasional sekolah.
“Kami berharap seluruh peserta Amalia Ramadan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta menyerap dan mengamalkan ilmu yang disampaikan oleh para pemateri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB A YAPTI, Subu B., S.Pd., mengaku gembira atas perkembangan pembinaan di SLB A YAPTI, khususnya dengan terbentuknya organisasi intrasekolah (OSIS).
“Terbentuknya OSIS dilandasi komitmen kami sebagai pembina untuk membekali siswa dengan keterampilan sebagai bekal kemandirian sebelum terjun ke masyarakat,” tutur Subu.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pembukaan pesantren kilat ini tidak hanya dihadiri oleh siswa aktif, tetapi juga alumni, baik yang berstatus mahasiswa maupun nonmuslim, yang turut menunjukkan antusiasme tinggi.
Di akhir sambutannya, Subu menegaskan kepada para guru agar fokus melatih kemampuan menyanyi, mengaji, berdongeng, dan berpuisi para siswa sebagai persiapan menghadapi ajang FLS 3N yang akan digelar setelah Idulfitri.
Hal senada ditegaskan oleh Nur Haco selaku Pengawas SLB A YAPTI. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pesantren kilat merupakan bagian dari program unggulan Gubernur Sulawesi Selatan yang bertumpu pada tiga pilar utama.
“Pilar pertama adalah pembentukan karakter dan religiusitas peserta didik. Ini merupakan program prioritas gubernur. Pilar kedua adalah dimensi lingkungan, yakni menciptakan aksesibilitas dan ekosistem sekolah yang nyaman sebagai tempat belajar. Pilar ketiga adalah program khusus SLB yang sejalan dengan visi dan misi YAPTI, yakni memandirikan peserta didik agar dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya dan tidak bergantung pada keluarga setelah lulus,” jelas Nur Haco.
Ia menegaskan apabila program tersebut tidak berjalan, maka lembaga pendidikan SLB akan kehilangan ciri khasnya.
“Kurikulum SLB itu mirip dengan kurikulum SMK, di mana sekitar 60 persen merupakan pendidikan vokasi. Karena itu, selain penguatan pendidikan karakter, kita juga harus memperkuat program vokasi sebagai identitas pendidikan SLB dan selaras dengan kurikulum pemerintah,” tutupnya sebelum secara resmi membuka kegiatan pesantren kilat Amalia Ramadan SLB A YAPTI Makassar.

























