• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 4, 2026
in Economy, Feature
0
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Petani berlahan sempit—atau yang lebih dikenal dengan sebutan petani gurem—merupakan istilah untuk menggambarkan petani kecil yang mengelola lahan pertanian yang sangat terbatas. Umumnya, mereka memiliki lahan kurang dari 0,5 hektare, sebuah luasan yang jauh dari memadai untuk menopang kehidupan yang layak. Dalam kondisi seperti itu, meningkatkan produksi dan pendapatan menjadi tantangan yang nyaris mustahil.

Petani gurem menghadapi berlapis persoalan: keterbatasan lahan dan sumber daya, minimnya akses terhadap modal dan teknologi, kesulitan menjangkau pasar, hingga kerentanan tinggi terhadap perubahan cuaca dan fluktuasi harga. Mereka adalah kelompok paling rentan dalam struktur pertanian nasional, yang ironisnya justru menjadi tulang punggung penyedia pangan.

Nasib dan kehidupan petani gurem di Ranah Merdeka sungguh memilukan. Hidup mereka berlangsung dalam suasana serba kekurangan. Akses terhadap modal, teknologi, dan pasar sangat terbatas. Dengan lahan yang sempit, produktivitas pun rendah. Akibatnya, banyak petani gurem terjebak dalam lingkaran kemiskinan struktural, sehingga terpaksa mencari penghasilan tambahan di luar sektor pertanian atau bekerja sebagai buruh tani di lahan orang lain.

Data menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir jumlah petani gurem di Indonesia justru terus meningkat. Pada tahun 2013 tercatat sebanyak 14.248.864 rumah tangga, dan pada tahun 2023 melonjak menjadi 16.891.120 rumah tangga, atau naik 15,68 persen. Jika dihitung berdasarkan petani pengguna lahan, jumlahnya mencapai 17.248.181 orang, dengan konsentrasi terbesar berada di Pulau Jawa.

Provinsi dengan jumlah petani gurem terbanyak adalah:

  • Jawa Timur: 4.475.033 orang

  • Jawa Tengah: 3.466.475 orang

  • Jawa Barat: 2.551.067 orang

Meningkatnya jumlah petani gurem disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, fragmentasi lahan terjadi akibat sistem pewarisan tanah yang terus memecah kepemilikan. Kedua, ketimpangan penguasaan tanah serta alih fungsi dan penggusuran lahan pertanian untuk pembangunan infrastruktur. Ketiga, terbatasnya akses terhadap teknologi dan permodalan.

Di sisi lain, petani gurem juga dihadapkan pada persoalan laten yang terus berulang. Keterbatasan lahan membuat mereka sulit meningkatkan skala usaha. Akses ke sumber daya—modal, teknologi, dan pasar—sangat terbatas. Produktivitas rendah menjadi keniscayaan. Kemiskinan pun membelenggu, diperparah oleh kerentanan terhadap perubahan iklim dan gejolak harga pasar yang kerap tidak berpihak kepada petani kecil.

Berbagai persoalan tersebut menyebabkan petani gurem kesulitan keluar dari jerat kemiskinan dan jauh dari kesejahteraan. Oleh karena itu, perhatian serius dan keberpihakan nyata dari pemerintah serta masyarakat menjadi sebuah keharusan.

Sejumlah terobosan cerdas dapat dilakukan untuk menjawab persoalan tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani gurem, antara lain:

  1. Reforma agraria, guna memperluas akses petani gurem terhadap lahan dan sumber daya produktif.

  2. Pengembangan teknologi pertanian, khususnya teknologi yang sesuai dengan skala kecil, seperti pertanian presisi dan pemanfaatan teknologi informasi.

  3. Penguatan kelembagaan petani, melalui koperasi dan kelompok tani agar posisi tawar petani gurem terhadap pasar dan permodalan semakin kuat.

  4. Pengembangan pasar, termasuk jaminan akses dan harga yang adil bagi produk petani gurem.

  5. Pendidikan dan pelatihan, untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan, produksi, dan pascapanen.

  6. Akses pembiayaan yang ramah petani, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani gurem.

  7. Pengembangan agribisnis berbasis petani kecil, agar nilai tambah produk pertanian dapat dinikmati langsung oleh petani.

Dengan terobosan-terobosan tersebut, negara tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung dan penggerak. Meningkatkan kesejahteraan petani gurem berarti menjaga masa depan pangan nasional dan meneguhkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Next Post

Sikap Terhormat Prabowo Setelah Mencoreng Muka Sendiri

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?
Feature

Sandyakalaning Hotman Paris

July 21, 2026
Next Post
Sikap Terhormat Prabowo Setelah Mencoreng Muka Sendiri

Sikap Terhormat Prabowo Setelah Mencoreng Muka Sendiri

KPK OTT Bupati Pekalongan: Fadia “Menjamah”, Luthfi Membantah

KPK OTT Bupati Pekalongan: Fadia "Menjamah", Luthfi Membantah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...