• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sikap Terhormat Prabowo Setelah Mencoreng Muka Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
March 4, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Sikap Terhormat Prabowo Setelah Mencoreng Muka Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam tradisi diplomasi, kehormatan suatu negara sering kali diukur dari konsistensi sikapnya. Bukan sekadar dari keberanian berbicara tentang perdamaian, tetapi dari keteguhan menjaga prinsip ketika realitas justru menantangnya. Di titik inilah pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) memunculkan ironi yang sulit dihindari: sikap itu tampak terhormat, tetapi datang setelah wajah sendiri telanjur tercoreng.

Serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak akhir pekan lalu mengubah lanskap politik internasional secara drastis. Negara-negara yang berada di dalam struktur Dewan Perdamaian justru menjadi aktor konflik. Paradoks ini seolah menampar ide dasar pembentukan lembaga tersebut: menciptakan gencatan senjata, memfasilitasi bantuan kemanusiaan, dan menyiapkan rehabilitasi kawasan konflik.

Dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 3 Maret 2026, Presiden Prabowo mengumpulkan mantan presiden, wakil presiden, ketua umum partai politik, hingga para menteri. Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa presiden membuka kemungkinan mengevaluasi keanggotaan Indonesia di BoP jika lembaga tersebut tidak lagi mampu menjalankan mandatnya. Bahkan opsi keluar dari keanggotaan disebut tidak ditutup.

Secara diplomatik, pernyataan ini bisa dibaca sebagai sikap realistis. Ketika lembaga yang dibangun untuk perdamaian justru dihuni oleh pihak yang menyalakan perang, legitimasi moralnya memang dipertanyakan. Apalagi Indonesia disebut berencana mengirim 8.000 pasukan dalam misi ISF di Palestina—kontribusi yang sangat besar bagi sebuah mekanisme yang keberhasilannya kini diragukan.

Namun persoalan utamanya bukan hanya soal efektivitas lembaga. Yang lebih mendasar adalah soal ketepatan membaca situasi sejak awal.

Sejak awal pembentukan BoP, sudah ada keganjilan yang sulit diabaikan. Bagaimana mungkin sebuah dewan yang mengklaim dirinya sebagai penjaga perdamaian justru memasukkan negara-negara yang selama ini menjadi aktor utama konflik geopolitik di Timur Tengah? Pertanyaan itu seharusnya muncul sebelum Indonesia memutuskan untuk terlibat terlalu jauh.

Kini, setelah serangan terhadap Iran terjadi, barulah muncul gagasan evaluasi. Secara moral, sikap itu tentu terdengar mulia. Negara tidak ingin ikut terseret dalam mekanisme yang kehilangan legitimasi. Tetapi secara politik, langkah tersebut juga menyingkap keterlambatan membaca arah angin.

Diplomasi bukan hanya tentang merespons krisis, tetapi juga tentang kemampuan mengantisipasi krisis sebelum terjadi.

Ironinya, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang mengusung politik luar negeri bebas aktif—sebuah prinsip yang menempatkan Indonesia sebagai penengah, bukan sebagai bagian dari permainan kekuatan besar. Ketika Indonesia ikut dalam struktur yang berpotensi dikendalikan oleh negara-negara yang memiliki kepentingan militer langsung, prinsip itu sebenarnya sudah mulai tergerus.

Karena itu, keputusan untuk mengevaluasi keanggotaan dalam BoP bisa saja menjadi langkah terhormat. Tetapi kehormatan itu terasa datang terlambat. Ia hadir setelah realitas menunjukkan bahwa lembaga tersebut tidak benar-benar berdiri di atas prinsip perdamaian.

Dalam bahasa yang lebih sederhana: sikap itu seperti seseorang yang baru membersihkan wajahnya setelah sadar bahwa ia sendiri yang telah mengotori cermin.

Indonesia tentu tidak kehilangan kehormatannya hanya karena satu keputusan diplomatik. Namun peristiwa ini memberikan pelajaran penting: dalam dunia geopolitik yang penuh kepentingan, idealisme tanpa kewaspadaan mudah berubah menjadi jebakan.

Jika evaluasi terhadap BoP benar-benar dilakukan, maka ia tidak boleh berhenti pada sekadar keluar atau tetap bertahan. Yang lebih penting adalah mengembalikan arah politik luar negeri Indonesia pada fondasi moral yang lebih jernih—bahwa perdamaian tidak bisa dibangun bersama mereka yang pada saat yang sama menyalakan perang.

Sebab pada akhirnya, kehormatan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh seberapa cepat ia menarik diri dari kesalahan, tetapi oleh seberapa bijak ia menghindari kesalahan itu sejak awal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

Next Post

KPK OTT Bupati Pekalongan: Fadia “Menjamah”, Luthfi Membantah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik
Crime

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
Next Post
KPK OTT Bupati Pekalongan: Fadia “Menjamah”, Luthfi Membantah

KPK OTT Bupati Pekalongan: Fadia "Menjamah", Luthfi Membantah

Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan

Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...