• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 5, 2026
in Economy, Feature
0
Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Pamor hortikultura—buah-buahan, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias—kembali menjadi bahan perbincangan. Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional. Sekitar 18 persen produksi padi nasional dihasilkan oleh para petani Jawa Barat.

Namun, Tatar Sunda tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi. Wilayah ini juga merupakan sentra berbagai komoditas hortikultura unggulan. Lembang dan Cipanas (Cianjur) terkenal sebagai penghasil sayuran. Ciwidey dan Pangalengan dikenal dengan produksi kentangnya. Subang dengan nanasnya, Indramayu dengan mangganya, Cilembu dengan ubi manisnya, serta Bogor dengan talasnya. Daftar ini masih bisa diperpanjang dengan berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Melihat potensi yang demikian besar, sudah sepatutnya pengembangan hortikultura di Jawa Barat digarap jauh lebih serius. Dibandingkan dengan komoditas padi, perhatian pemerintah terhadap pengembangan hortikultura—bahkan juga palawija—terkesan masih belum maksimal.

Pemerintah tampaknya masih menempatkan padi sebagai komoditas utama dalam kebijakan pembangunan pertanian. Alasan ini tentu dapat dipahami, karena padi kerap diposisikan sebagai komoditas yang bersifat politis sekaligus strategis. Sebaliknya, hortikultura dan palawija masih sering dipandang sekadar komoditas pelengkap.

Akibatnya, pengembangan hortikultura berjalan seolah setengah hati, dan masih menyisakan banyak persoalan mendasar. Padahal jika dikelola dengan serius, sektor ini bukan hanya mampu meningkatkan produksi pangan, tetapi juga berpotensi mengangkat harkat dan martabat petani hortikultura ke tingkat yang lebih baik.

Persoalannya tidak berhenti pada produksi. Kita sering menyaksikan paradoks di sektor hortikultura: ketika produksi meningkat, pendapatan petani justru tidak ikut naik, bahkan terkadang malah menurun. Mengapa demikian?

Salah satu jawabannya adalah minimnya informasi pasar yang dapat diakses oleh para petani.

Sistem informasi pasar yang ada saat ini—terutama untuk komoditas hortikultura—masih sangat sederhana. Akibatnya, para petani produsen maupun pedagang kesulitan memperoleh informasi pasar yang cepat dan akurat. Padahal informasi tersebut sangat penting bagi mereka.

Informasi mengenai perkembangan harga, permintaan pasar, standar mutu, dan tren konsumsi menjadi dasar penting bagi petani untuk mengambil keputusan yang rasional dalam produksi maupun pemasaran.

Jika sistem informasi pasar ini berjalan dengan baik, setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa diperoleh para petani dan pedagang.

Pertama, mereka dapat dengan mudah mengetahui situasi pasar—jenis komoditas yang dibutuhkan konsumen, standar mutu yang diminta, serta tingkat harga yang berlaku.

Kedua, mereka dapat mengambil keputusan produksi dan pemasaran yang sesuai dengan kondisi pasar.

Ketiga, mereka memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga yang wajar atas hasil produksinya.

Namun, meningkatkan produktivitas sekaligus mengefisienkan pemasaran komoditas pertanian bukanlah perkara sederhana. Persoalan ini melibatkan banyak unsur yang saling berkaitan: produsen, konsumen, pedagang pengumpul, pedagang besar, sarana transportasi, infrastruktur pasar, mekanisme harga, permintaan dan penawaran, hingga kelembagaan yang mengaturnya.

Secara umum, persoalan pengembangan hortikultura dapat dikelompokkan ke dalam tiga aspek utama: produksi, pemasaran, serta sarana dan prasarana.

Dari sisi produksi, tantangan utama adalah mendorong para petani untuk berani mengubah pola tanam dengan memanfaatkan varietas unggul. Konsekuensinya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan bibit unggul hortikultura yang mudah diakses oleh petani. Jika selama ini bibit unggul padi relatif mudah diperoleh, maka hal yang sama juga seharusnya berlaku bagi komoditas hortikultura.

Namun, mengubah pola tanam bukanlah hal yang mudah. Perubahan tersebut juga menuntut penyesuaian dalam cara bercocok tanam, teknik budidaya, hingga manajemen usaha tani. Di sinilah diperlukan proses adaptasi yang tidak sederhana bagi petani.

Karena itu, perubahan pola tanam harus diikuti dengan perubahan pola sikap, pola musim tanam, pola panen, serta teknik pengolahan dan pengawetan hasil pertanian. Di sinilah pentingnya peran pendidikan dan penyuluhan pertanian.

Melalui kegiatan penyuluhan yang intensif, para petani diharapkan dapat memahami berbagai inovasi dan teknologi baru yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen mereka.

Selain itu, perhatian juga perlu diberikan pada penanganan pascapanen, agar hasil produksi hortikultura dapat dikelola secara lebih baik dan tidak banyak mengalami kerusakan sebelum sampai ke pasar.

Dari sisi pemasaran dan sarana prasarana, setidaknya terdapat lima persoalan penting yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, mutu produk. Peningkatan mutu produksi dapat dilakukan melalui proses sortasi dan grading yang lebih selektif. Untuk menjaga kualitas selama proses penanganan, diperlukan keberadaan collecting house yang memenuhi standar teknis dan dekat dengan sentra produksi.

Kedua, kemasan (packaging). Sistem kemasan yang baik sangat penting untuk mengurangi tingkat kerusakan produk selama distribusi. Rasionalisasi ukuran dan bentuk keranjang atau wadah pengangkutan terbukti mampu menurunkan tingkat kerusakan komoditas hortikultura dari sekitar 30 persen menjadi 15 persen.

Ketiga, standarisasi produk. Standarisasi berat, mutu, dan kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasar akan mempermudah pemasaran, terutama dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara produsen lainnya.

Keempat, transportasi. Dalam pengembangan ekspor hortikultura, metode pengangkutan menjadi faktor penting. Penyempurnaan sistem pengapalan tradisional—misalnya melalui penggunaan exhauster untuk sirkulasi udara—serta pemanfaatan kontainer modern dapat membantu menjaga kualitas produk selama perjalanan.

Kelima, kelembagaan pasar. Untuk menjamin harga yang lebih adil bagi petani, perlu dikembangkan pasar induk hortikultura yang berfungsi sebagai tempat pelelangan. Melalui mekanisme ini, para petani dapat menjual hasil panennya secara langsung—baik secara mandiri maupun melalui koperasi—sehingga memperoleh harga yang lebih wajar.

Dengan adanya pasar induk hortikultura, disparitas harga antara daerah produksi dan pasar konsumsi dapat ditekan. Praktik spekulasi yang selama ini sering dilakukan oleh para tengkulak pun dapat diminimalkan.

Harapannya, melalui penataan sistem produksi dan pemasaran yang lebih terpadu, kharisma hortikultura sebagai potensi riil Jawa Barat dapat benar-benar diwujudkan.

Jika itu terjadi, hortikultura tidak hanya menjadi pelengkap sektor pertanian, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan baru bagi petani Jawa Barat—sebuah kebanggaan yang layak kita raih bersama.

(Penulis: Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK OTT Bupati Pekalongan: Fadia “Menjamah”, Luthfi Membantah

Next Post

Halomoan Sianturi Minta JPU Perkara Marcella Santoso Dijatuhi Sanksi

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak
Birokrasi

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Next Post
Halomoan Sianturi Minta JPU Perkara Marcella Santoso Dijatuhi Sanksi

Halomoan Sianturi Minta JPU Perkara Marcella Santoso Dijatuhi Sanksi

PERJANJIAN DAGANG RESIPROKAL INDONESIA-AS Stabilitas Cepat, Penguncian dan Tantangan “Dansa Tanpa Leverage”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...