• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Di Balik Banjir Bandang Sumatera: Jejak Panjang Izin Sawit Zulkifli Hasan

Ali Syarief by Ali Syarief
December 4, 2025
in Crime, Feature, Lingkungan Hidup, Tokoh/Figur
0
Di Balik Banjir Bandang Sumatera: Jejak Panjang Izin Sawit Zulkifli Hasan

Hanya Zulhas Yg Memikul Beras

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Nama Zulkifli Hasan kembali mencuat. Bukan karena jabatan menterinya, bukan pula karena aktivitas politiknya, melainkan karena banjir bandang di Sumatera yang merenggut nyawa, menghancurkan kampung, dan meninggalkan luka ekologis mendalam. Dalam setiap tumpahan lumpur dan kayu gelondongan yang menghajar rumah-rumah warga, publik menemukan kembali jejak kebijakan masa lalu yang tak pernah benar-benar dipertanggungjawabkan.

Pada periode ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan (2009–2014), Zulkifli Hasan tercatat sebagai pejabat yang mengobral izin konversi hutan terbesar dalam sejarah modern Indonesia, yakni mencapai 1,64 juta hektare. Angka ini, menurut laporan Greenomics Indonesia, adalah bagian dari total 2,4 juta hektare hutan yang dilepas menjadi perkebunan sawit sepanjang 2004–2017.

Kini, hampir satu dekade setelah periode jabatannya berakhir, dampak dari izin-izin itulah yang terhampar dalam bentuk banjir bandang, tanah longsor, dan runtuhnya sistem hidrologi di beberapa provinsi Sumatera.

Jejak Izin yang Tidak Pernah Hilang

Investigasi ini menelusuri jejak perizinan yang diterbitkan dalam tiga periode pemerintahan:

  • MS Kaban (2004–2009): 600 ribu hektare

  • Zulkifli Hasan (2009–2014): 1,64 juta hektare — terbesar

  • Siti Nurbaya (2014–sekarang): 216 ribu hektare

Dari tiga nama ini, kontribusi terbesar terhadap pelepasan kawasan hutan berada di tangan Zulkifli Hasan. Pada masa inilah konversi hutan mencapai puncaknya, terutama untuk ekspansi sawit skala industri yang saat itu sedang dimanjakan oleh tingginya harga minyak sawit mentah.

Yang lebih problematis: sebagian besar izin terbit di kawasan dengan risiko ekologis tinggi — hulu sungai, lereng curam, jalur patahan, dan zona resapan air.

Di provinsi-provinsi yang kini menjadi lokasi banjir bandang — termasuk Sumatera Barat, Riau, dan Aceh — konversi terjadi besar-besaran. Hutan alam yang dulu bertindak sebagai spons penahan air berubah menjadi bentang sawit yang seragam dan berakar dangkal.

Ketika hujan ekstrem datang, tanah tak lagi punya kekuatan untuk menahan limpasan air. Sungai-sungai berubah menjadi lorong percepatan banjir.

Banjir Bandang: Bencana yang Sudah Diprediksi

Para ahli hidrologi sejak 2010 sudah memperingatkan bahwa konversi hutan masif di Sumatera akan melahirkan “banjir kilat berskala besar”. Data curah hujan bukan variabel tunggal. Hutan-lah fondasi ekosistem yang mempertahankan keseimbangan.

Namun, alih-alih memperlambat pelepasan izin, kementerian justru mempercepatnya.

Di beberapa kabupaten, peta izin justru menunjukkan pola yang konsisten:
perusahaan yang memperoleh izin berada di tepi sungai besar, jalur aliran lahar, dan kawasan konservasi yang dilemahkan statusnya.

Ketika banjir bandang menghantam, yang terbawa bukan hanya lumpur dan kayu, tapi juga pertanyaan:
siapa yang dulu menandatangani semua izin ini?

Ketika Kebijakan Politik Mengalahkan Logika Ekologi

Dari penelusuran dokumen Kementerian Kehutanan, pelepasan kawasan hutan era Zulkifli Hasan banyak diberikan dalam konteks “percepatan ekonomi daerah”. Narasi ini kemudian menjadi justifikasi untuk melepas ratusan ribu hektare hutan primer dan sekunder.

Namun investigasi lapangan menunjukkan fakta lain:
banyak izin jatuh ke perusahaan yang memiliki hubungan politik dengan partai-partai yang berperan dalam koalisi pemerintahan saat itu.

Inilah yang membuat banjir bandang bukan sekadar bencana alam, tetapi bencana politik-ekologis.
Ketika pohon terakhir ditebang demi kepentingan politik, air pertama yang mengalir tidak lagi memberi kehidupan — tapi membawa kehancuran.

Dari Jakarta, Tanda Tangan; di Sumatera, Kuburan Massal

Di berbagai lokasi banjir bandang, reporter menemukan pola serupa:

  • Lereng yang gundul akibat izin kebun sawit.

  • Sungai yang berubah keruh dan dangkal karena sedimentasi berat.

  • Desa-desa yang berada tepat di bawah area konsesi perusahaan.

  • Tumpukan kayu besar yang bukan bagian dari hutan sekunder, melainkan limbah tebangan.

Sementara warga menggali sisa-sisa rumah mereka, para pejabat yang dulu menandatangani izin-izin itu kini sibuk tampil di televisi, menghadiri rapat nasional, atau bahkan mengurus agenda politik menghadapi Pemilu.

Mereka jarang — atau bahkan tidak pernah — hadir di lokasi banjir untuk menjelaskan bagaimana kebijakan mereka berkontribusi pada bencana hari ini.

Kesimpulan: Banjir Bandang Bukan Bencana Alam, Tapi Bencana Izin

Investigasi ini tidak berhenti pada angka luas izin. Ia menghubungkan titik-titik:
kebijakan masa lalu – ekspansi sawit – hilangnya hutan – kerentanan ekologis – banjir bandang.

Dan pada rantai sebab-akibat itu, nama Zulkifli Hasan berdiri di titik paling besar:
pemberi izin terbanyak, representasi paling jelas dari bagaimana kebijakan negara mengabaikan prinsip keberlanjutan.

Sumatera tidak kebanjiran tiba-tiba.
Ia dibanjiri oleh keputusan-keputusan politik yang sudah lama ditandatangani.
Air hanya menjadi pembawa pesan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertanyaan Dunia: Mengapa Prabowo Tidak Mau Memutuskan Bencana Nasional?

Next Post

Banjir Bandang Bukan Bencana Alam, Tapi Bencana Izin

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post
Banjir Bandang Bukan Bencana Alam, Tapi Bencana Izin

Banjir Bandang Bukan Bencana Alam, Tapi Bencana Izin

NEGARA BUBAR DI GERBANGNYA SENDIRI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...