• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hisab, Presisi Langit, dan Tafsir di Bumi

fusilat by fusilat
March 19, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Hisab, Presisi Langit, dan Tafsir di Bumi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di langit, tidak ada perdebatan. Bulan bergerak dalam orbitnya dengan ketepatan yang nyaris tak memberi ruang bagi kesalahan. Matahari terbit dan tenggelam sesuai hukum yang sama sejak miliaran tahun lalu. Dalam bahasa sains, semua itu bisa dihitung. Dalam praktik modern, bahkan bisa diprediksi hingga hitungan detik. Di sinilah metode hisab berdiri: dingin, presisi, dan hampir tak terbantahkan.

Namun, setiap menjelang Ramadan dan Syawal, yang terjadi justru sebaliknya. Di bumi, perbedaan kembali muncul. Umat Islam di negeri yang sama bisa memulai puasa di hari yang berbeda, atau merayakan Idulfitri tidak serentak. Pertanyaannya kemudian sederhana: jika hisab sedemikian akurat, mengapa hasilnya tidak tunggal?

Jawabannya terletak bukan pada langit, melainkan pada cara manusia membaca dan memaknainya.

Secara astronomi, hisab adalah puncak kemajuan ilmu falak. Dengan perangkat lunak dan basis data modern, posisi bulan bisa diketahui secara pasti: kapan terjadi konjungsi (ijtimak), berapa derajat ketinggian hilal saat matahari terbenam, hingga seberapa jauh jarak sudut antara bulan dan matahari. Tidak ada ruang spekulasi di sini. Para astronom bisa memastikan apakah bulan sudah berada di atas ufuk atau masih tersembunyi di bawahnya.

Dalam pengertian ini, hisab nyaris sempurna. Ia tidak “kira-kira”. Ia tidak menunggu langit cerah. Ia tidak bergantung pada mata manusia yang bisa keliru. Hisab adalah kalkulasi—dan kalkulasi tidak mengenal kompromi.

Tetapi persoalan awal bulan Hijriah tidak berhenti pada data. Ia masuk ke wilayah norma, bahkan keyakinan.

Di Indonesia, setidaknya ada dua arus besar dalam memahami hasil hisab. Di satu sisi, Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal. Selama ijtimak telah terjadi dan bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka bulan baru dianggap telah masuk. Tidak menjadi soal apakah hilal itu dapat dilihat atau tidak. Keberadaannya secara geometris sudah cukup.

Di sisi lain, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama menggunakan pendekatan imkanur rukyat. Di sini, keberadaan bulan saja belum cukup. Hilal harus memenuhi syarat minimal agar secara teoritis bisa terlihat—misalnya tinggi tertentu di atas ufuk dan jarak sudut yang memadai dari matahari. Jika belum memenuhi batas itu, maka bulan dianggap belum “lahir” secara syar’i, meskipun secara astronomi ia sudah ada.

Perbedaan ini tampak teknis, tetapi dampaknya konkret. Dalam situasi tertentu, hisab yang sama bisa menghasilkan dua keputusan berbeda. Satu pihak menetapkan awal Ramadan, pihak lain menundanya sehari.

Ironisnya, justru metode rukyat—yang sering dianggap “tradisional”—memiliki unsur ketidakpastian yang lebih besar. Pengamatan hilal bergantung pada cuaca, kejernihan atmosfer, bahkan pengalaman pengamat. Awan tipis saja bisa menggagalkan penglihatan. Dalam beberapa kasus, klaim melihat hilal pun masih harus diverifikasi.

Namun rukyat memiliki landasan tekstual yang kuat dalam tradisi Islam. Hadis Nabi yang memerintahkan berpuasa karena melihat hilal menjadi pijakan utama. Di sinilah letak tarik-menarik antara teks dan konteks, antara tradisi dan sains.

Pada akhirnya, perdebatan hisab bukan soal benar atau salah. Ia adalah pertemuan antara dua cara pandang: satu yang menekankan kepastian ilmiah, satu lagi yang menjaga kehati-hatian normatif. Keduanya sama-sama berangkat dari niat yang sama—menentukan waktu ibadah dengan benar.

Langit sebenarnya tidak berubah. Yang berubah adalah cara manusia memaknainya.

Maka setiap kali perbedaan itu muncul, yang kita saksikan bukanlah kegagalan hisab. Melainkan cermin dari keragaman tafsir di bumi—tentang bagaimana presisi ilmiah diterjemahkan ke dalam keputusan keagamaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Negara Ikut Menentukan Hari Jumat

Next Post

Empat Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras, Guntur Romli: Sulit Disebut Sekadar Oknum

fusilat

fusilat

Related Posts

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka
Feature

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026
Feature

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026
Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied
Birokrasi

Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

March 25, 2026
Next Post
Empat Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras, Guntur Romli: Sulit Disebut Sekadar Oknum

Empat Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras, Guntur Romli: Sulit Disebut Sekadar Oknum

Jejak Gelap Kuota Haji: KPK Bongkar Dugaan Penghilangan Barang Bukti di Kantor Maktour Travel

Skandal Kuota Haji: Dugaan Fee Rp42,2 Juta per Jemaah hingga Upaya “Kondisikan” Pansus DPR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

TNI Sabotase Penegakan Hukum

by Karyudi Sutajah Putra
March 19, 2026
0

Jakarta-FusilatNews- Puspom TNI dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap empat orang dari Denma BAIS...

Read more
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Anwar “Mengaum”, Prabowo “Mengembik”

Anwar “Mengaum”, Prabowo “Mengembik”

March 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026
Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

March 25, 2026
Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

March 25, 2026
Kereta Wisata Pemandangan Gunung Fuji untuk Turis Asing Mulai Beroperasi

Kereta Wisata Pemandangan Gunung Fuji untuk Turis Asing Mulai Beroperasi

March 20, 2026
Sap American Military Power: Erosi yang Tak Terlihat

Sap American Military Power: Erosi yang Tak Terlihat

March 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist