• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ketika Negara Ikut Menentukan Hari Jumat

Ali Syarief by Ali Syarief
March 19, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Ketika Negara Ikut Menentukan Hari Jumat
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ada satu jenis humor yang hanya lahir dari kelelahan kolektif. Bukan humor yang membuat perut terguncang, tapi yang membuat dada sesak sambil tersenyum getir. Satire yang belakangan beredar—“Alhamdulillah Muhammadiyah dan NU sepakat tanggal 20 Maret jatuh pada hari Jumat”—adalah contoh sempurna dari jenis humor itu.

Sekilas, kalimat tersebut tampak seperti lelucon receh. Tapi justru di situlah letak kedalamannya. Ia menyenggol sesuatu yang jauh lebih serius: rasa jengah publik terhadap negara yang kian gemar mencampuri wilayah yang seharusnya menjadi ruang keyakinan umat.

Hari Jumat, dalam logika sederhana, bukanlah hasil sidang. Ia bukan produk musyawarah, apalagi kompromi politik. Ia adalah bagian dari keteraturan waktu yang bahkan anak sekolah dasar pun tak perlu diajari dengan debat panjang. Namun ketika masyarakat mulai merasa perlu “menyepakati” bahkan sesuatu yang sesederhana itu, kita sedang menyaksikan ironi yang tak lagi bisa disembunyikan.

Satire itu lahir dari pengalaman berulang: ketika perbedaan keyakinan—yang sejatinya adalah keniscayaan dalam kehidupan beragama—diperlakukan seolah-olah masalah administratif yang harus diseragamkan. Negara, yang semestinya menjadi penjamin kebebasan berkeyakinan, perlahan berubah menjadi penentu tafsir.

Dan di titik itulah kepercayaan mulai retak.

Bukan karena masyarakat anti pada aturan. Bukan pula karena mereka menolak otoritas. Tapi karena ada garis tipis yang dilanggar: batas antara mengatur kehidupan publik dan mengintervensi keyakinan privat.

Ketika negara terlalu jauh masuk ke wilayah iman, yang muncul bukan kepastian, melainkan keganjilan. Orang mulai bertanya dalam hati: apakah besok kita juga perlu menunggu pengumuman resmi untuk memastikan matahari terbit dari timur?

Humor tentang “kesepakatan hari Jumat” menjadi semacam pelarian. Ia adalah cara masyarakat menertawakan situasi yang sebenarnya tidak lucu. Sebab di balik tawa itu, ada kegelisahan: jika hal-hal mendasar saja bisa dipolitisasi, lalu apa lagi yang akan menyusul?

Lebih jauh lagi, satire ini juga mencerminkan kecerdasan publik. Mereka tidak melawan dengan teriakan, tapi dengan ironi. Tidak dengan amarah, tapi dengan sindiran yang halus namun menohok. Ini adalah bentuk kritik yang paling berbahaya bagi kekuasaan: karena ia menyebar cepat, dipahami luas, dan sulit dibungkam.

Yang menarik, satire seperti ini tidak menyerang agama. Justru sebaliknya—ia membela kemurnian ruang keyakinan dari intervensi yang dianggap berlebihan. Ia mengingatkan bahwa iman tidak bisa dipaksa seragam, dan keyakinan tidak lahir dari keputusan administratif.

Pada akhirnya, mungkin yang perlu direnungkan bukanlah mengapa satire itu muncul, melainkan mengapa ia terasa begitu relevan.

Sebab jika suatu hari nanti kita benar-benar harus menunggu pengumuman resmi untuk memastikan hari Jumat jatuh pada hari Jumat, maka yang bermasalah bukanlah kalender—melainkan cara kita memahami batas kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gammara Inklusi Salurkan Zakat Fitrah dan Maal untuk Tunanetra dalam Program Ramadan Berbagi

Next Post

Hisab, Presisi Langit, dan Tafsir di Bumi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Economy

Ketika Feasibility Study Menjadi Formalitas Pembangunan

May 14, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Next Post
Hisab, Presisi Langit, dan Tafsir di Bumi

Hisab, Presisi Langit, dan Tafsir di Bumi

Empat Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras, Guntur Romli: Sulit Disebut Sekadar Oknum

Empat Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras, Guntur Romli: Sulit Disebut Sekadar Oknum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Ketika Feasibility Study Menjadi Formalitas Pembangunan

May 14, 2026
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist