• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Ketika Asas Hukum Dipinggirkan: Seruan Damai Hari Lubis untuk Menjaga Akal Sehat Negara

fusilat by fusilat
November 15, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Law
0
Antara Gibran, Anwar Usman – Jokowi dan Pilpres 2024  Dalam Perspektif Hukum Prof. Suteki
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam hiruk-pikuk politik dan hukum Indonesia yang kian terasa seperti panggung sandiwara tanpa jeda, suara Damai Hari Lubis (DHL) kembali menohok. Dengan ketegasan khasnya, ia mengingatkan bahwa asas-asas hukum bukan sekadar pajangan akademik—melainkan fondasi yang menentukan apakah sebuah negara berdiri tegak sebagai negara hukum atau terjerembab menjadi negara selera.

Sorotannya kali ini tertuju pada penetapan status tersangka terhadap delapan orang yang dikaitkan dengan kelompok TPUA. DHL menilai langkah itu cacat sejak awal: tak ada kepastian hukum, tak ada kejelasan unsur pidana, dan lebih jauh lagi—tak ada jaminan keadilan. Karena itu, ia mendorong Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menolak status tersangka tersebut. Bukan sebagai bentuk perlawanan institusional, melainkan sebagai upaya mengembalikan kewarasan proses hukum yang telah dirasuki tafsir-tafsir yang kian lentur mengikuti arah angin kekuasaan.

DHL mengingatkan kembali apa yang semestinya menjadi kompas moral dalam sistem hukum Indonesia: asas legalitas, asas praduga tak bersalah, dan asas kesamaan di muka hukum. Tiga asas ini adalah benteng terakhir untuk memastikan bahwa hukum tak berubah menjadi alat pemukul. Tanpa asas-asas itu, proses hukum dapat dipelintir menjadi instrumen represi yang memelihara ketakutan, bukan keadilan.

Dalam gaya kritiknya yang lugas, DHL seperti ingin mengatakan bahwa persoalan ini bukan sekadar salah pada teknisnya—tetapi salah pada etikanya. Ia menegaskan, JPU tidak boleh menjelma alat politik. Profesionalitas penegak hukum harus menjadi benteng terhadap segala bentuk manipulasi asas hukum demi kepentingan sempit. Ketika asas hukum direkayasa, maka yang tergerus bukan hanya kepastian hukum, melainkan martabat negara itu sendiri.

Kepedulian DHL terhadap keberlangsungan hukum tak bisa dilepaskan dari pandangan kritisnya terhadap situasi politik Indonesia yang semakin kabur antara batas legalitas dan kepentingan. Dalam berbagai kesempatan, ia menunjukkan kepekaan terhadap nasib rakyat dan kondisi ekonomi yang kian menekan. Kritiknya tajam, tetapi bukan tanpa arah—selalu kembali pada gagasan bahwa negara harus kembali berpihak pada warga, bukan pada syahwat kekuasaan.

Seruan DHL adalah pengingat keras: asas hukum bukan ornamen. Ia adalah nafas dari negara hukum. Bila dibiarkan menguap, maka yang tertinggal hanyalah negara yang berjalan tanpa pedoman—menindas yang lemah, menguntungkan yang kuat, dan melahirkan ketidakadilan yang sistemik.

Dan bila itu terjadi, hukum bukan lagi penjaga keadilan, melainkan pelayan kekuasaan. Sebuah masa depan yang justru ingin dicegah oleh suara kritis seperti Damai Hari Lubis.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanda-Tanda Gibran Mulus Menjadi Presiden RI — dan Rintangannya, Serta Faktor Takdir

Next Post

Menjadikan Rumah Sakit sebagai Cermin Jiwa: Tempat Kita Mendekat kepada Allah

fusilat

fusilat

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post

Menjadikan Rumah Sakit sebagai Cermin Jiwa: Tempat Kita Mendekat kepada Allah

Tinjauan Terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi Melalui Sorotan Sidang Sengketa Pilpres 2024

MK Cukur Habis Kepolisian RI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist