• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Keyakinan Orang Baduy dan Tren Dunia Menyelamatkan Ekosistem

Ali Syarief by Ali Syarief
January 26, 2026
in Cross Cultural, Feature
0
Keyakinan Orang Baduy dan Tren Dunia Menyelamatkan Ekosistem
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika para pemimpin dunia berkumpul di konferensi iklim, menandatangani deklarasi hijau, dan berjanji menekan emisi karbon, di pedalaman Lebak, Banten, sekelompok manusia berjalan tanpa alas kaki menyusuri hutan yang tetap utuh selama ratusan tahun.
Mereka tak membawa proposal. Tak mengutip laporan IPCC. Tak berbicara tentang net zero emission. Namun mereka menjalankan sesuatu yang kini menjadi obsesi global: menyelamatkan ekosistem.

Mereka adalah orang Baduy.
Dan keyakinan mereka telah lama mempraktikkan apa yang dunia baru mulai sadari.

Di saat negara-negara maju berlomba merumuskan kebijakan hijau, orang Baduy sudah memegang satu doktrin sederhana:
Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak.
Gunung tak boleh dihancurkan. Lembah tak boleh dirusak.

Bagi mereka, ini bukan slogan lingkungan. Ini adalah perintah spiritual. Kepercayaan Sunda Wiwitan mengajarkan bahwa Sang Hyang Kersa menitipkan alam kepada manusia untuk dijaga, bukan dieksploitasi. Maka merusak hutan bukan sekadar pelanggaran hukum adat, tetapi dosa kosmis.

Kesadaran inilah yang membuat Baduy menolak listrik, menolak kendaraan, menolak bahan kimia pertanian, dan menolak gaya hidup konsumtif. Mereka membatasi kebutuhan agar alam tidak dipaksa melampaui kemampuannya. Di tengah dunia yang mengukur kemajuan lewat konsumsi energi, orang Baduy justru mengukur kesalehan lewat jejak yang nyaris tak meninggalkan luka di bumi.

Ironisnya, peradaban modern baru tersentak ketika krisis datang: suhu global naik, laut meninggi, hutan terbakar, dan bencana ekologis berulang. Dunia kemudian melahirkan istilah-istilah baru: sustainability, green economy, circular economy, environmental ethics. Semua konsep itu kini menjadi tren global. Tetapi di Baduy, prinsip-prinsip tersebut telah menjadi laku hidup lintas generasi, tanpa istilah asing, tanpa konferensi internasional.

Ritual Seba Baduy yang setiap tahun membawa mereka berjalan kaki menuju pusat pemerintahan sering dianggap sekadar atraksi budaya. Namun sejatinya, itu adalah simbol kontrak ekologis: laporan kepada dunia luar bahwa masih ada komunitas yang setia menjaga titipan bumi.

Puun, pemimpin adat Baduy, tidak merancang kebijakan publik. Ia merawat keseimbangan kosmos. Sebab bagi orang Baduy, jika alam rusak maka manusia kehilangan tempat berpijak, dan kehidupan kehilangan arah.

Dunia hari ini tengah mencari model pembangunan yang ramah lingkungan. Para akademisi menyusun teori ekoteologi. Aktivis mengkampanyekan hak alam. Negara merumuskan regulasi hijau. Tetapi jauh sebelum semua itu, orang Baduy telah mengajarkan satu hal mendasar: mengurangi hasrat adalah cara paling efektif menyelamatkan ekosistem.

Mereka tidak menolak modernitas karena takut perubahan. Mereka menolak modernitas yang rakus. Dan dalam penolakan itulah tersimpan pesan penting bagi peradaban: bahwa tidak semua yang maju layak diikuti, dan tidak semua yang sederhana berarti tertinggal.

Di masa ketika dunia berlomba menyelamatkan bumi dari kehancuran, keyakinan orang Baduy berdiri sebagai arsip hidup kearifan ekologis. Sebuah bukti bahwa solusi krisis ekosistem tidak selalu datang dari teknologi tinggi, tetapi bisa lahir dari kerendahan hati manusia pada alam.

Barangkali suatu hari, ketika kota-kota megapolitan tenggelam oleh banjir dan hutan terakhir habis ditebang, manusia akan menoleh ke pedalaman Banten dan menyadari:
bahwa mereka yang dulu disebut primitif, justru paling mengerti cara bertahan hidup di planet ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Uji Kelayakan Thomas Djiwandono di DPR, Bursa Deputi Gubernur BI Menghangat, Pasar Ikut Gelisah

Next Post

Korban Hilang Masih Dicari, DPR Desak Audit Menyeluruh Longsor Bandung Barat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Korban Hilang Masih Dicari, DPR Desak Audit Menyeluruh Longsor Bandung Barat

Korban Hilang Masih Dicari, DPR Desak Audit Menyeluruh Longsor Bandung Barat

Yusril : Gugatan AMIN dan Ganjar Terlambat, Kini Gugatan Melawan MK, Bukan KPU

PENEGASAN YUSRIL: Pencabutan Status WNI Tidak Bisa “Otomatis”, Harus Melalui Keputusan Menteri Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...