• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

fusilat by fusilat
May 14, 2026
in Feature, Law, Tokoh/Figur
0
Pikiran Todung Mulya Lubis
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di Facebook, Pak Todung menulis seperti ini : Pukul 17.30 saya menerima kabar dari seorang wartawan yang meliput sidang Nadiem di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jaksa menuntut hukuman penjara 18 tahun, denda Rp1 miliar, serta uang pengganti lebih dari Rp5 triliun.

Saya menyebut tuntutan itu sebagai sesuatu yang “insane”. Bukan semata-mata karena beratnya angka tuntutan, melainkan karena terasa bertolak belakang dengan fakta-fakta yang muncul selama persidangan berlangsung. Yang tampak bekerja bukan lagi logika pencarian keadilan, melainkan logika penghukuman. Seolah sejak awal arah proses sudah ditentukan: terdakwa harus dihukum, apa pun tafsir atas fakta-fakta persidangan.

Dalam negara hukum, hukum seharusnya menjadi alat untuk menemukan kebenaran dan menghadirkan keadilan. Namun dalam banyak perkara besar akhir-akhir ini, yang terasa justru dominasi pendekatan punitive—pendekatan yang menempatkan hukuman sebagai tujuan utama. Akibatnya, asas praduga tak bersalah hanya tinggal slogan normatif yang indah di atas kertas, tetapi nyaris kehilangan makna dalam praktik.

Retorika tentang presumption of innocence memang terus diucapkan. Akan tetapi, suasana persidangan sering kali memperlihatkan hal yang berbeda. Sejak awal, opini publik diarahkan, tekanan moral dibangun, dan terdakwa diposisikan seolah sudah bersalah bahkan sebelum putusan hakim dijatuhkan. Dalam situasi seperti ini, proses hukum perlahan berubah menjadi arena legitimasi penghukuman, bukan ruang pencarian keadilan.

Padahal tugas utama jaksa, pembela, dan majelis hakim sesungguhnya sama: memproduksi keadilan. Jaksa bukan sekadar institusi yang bertugas memenangkan dakwaan. Dalam sistem hukum yang sehat, jaksa justru memiliki tanggung jawab moral untuk bersikap objektif. Karena itu, secara etik dan hukum, jaksa sah saja menuntut bebas apabila bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan tidak mendukung isi dakwaan. Keadilan tidak diukur dari seberapa berat tuntutan dijatuhkan, melainkan dari seberapa jujur hukum diperlakukan.

Beban paling berat justru berada di pundak majelis hakim. Di tangan merekalah palu keadilan diketukkan. Putusan hakim bukan hanya soal penerapan pasal-pasal hukum, tetapi juga soal nurani. Sebab setiap putusan selalu diawali dengan kalimat sakral: “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Kalimat itu bukan dekorasi formalitas. Ia adalah pengingat bahwa hukum tidak boleh kehilangan jiwa kemanusiaannya.

Ironisnya, hampir setiap Berita Acara Pemeriksaan di kepolisian maupun kejaksaan selalu dimulai dengan frasa pro justicia—untuk keadilan. Namun dalam kenyataan, istilah-istilah agung seperti praduga tak bersalah, pro justicia, dan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sering kali tenggelam di bawah semangat penghukuman. Hukum menjadi keras, tetapi belum tentu adil. Tegas, tetapi bisa kehilangan kebijaksanaan.

Tentu tuntutan jaksa bukan akhir dari segalanya. Proses persidangan masih berjalan. Masih ada pledoi, masih ada ruang bagi majelis hakim untuk menimbang ulang seluruh fakta secara jernih dan independen. Di titik inilah harapan publik terhadap lembaga peradilan dipertaruhkan.

Saya masih ingin percaya bahwa majelis hakim akan memanggul sekaligus dua hal yang tak boleh dipisahkan: law and justice. Sebab hukum tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketakutan, sementara keadilan tanpa hukum akan berubah menjadi kekacauan. Hakim dituntut bukan sekadar menjadi corong undang-undang, tetapi penjaga nurani negara hukum.

Apabila harapan itu kembali kandas, maka terasa relevan mengingat peringatan Sebastian Pompe dalam bukunya The Indonesian Supreme Court: A Study of Institutional Collapse—yang diterjemahkan menjadi Runtuhnya Mahkamah Agung. Namun mungkin hari ini yang sedang menghadapi ancaman keruntuhan bukan hanya lembaga peradilan tertinggi, melainkan cita-cita besar bangsa ini tentang negara hukum itu sendiri.

Kasus-kasus seperti Tom Lembong, Hasto Kristiyanto, Ira Puspawati, dan kini Nadiem, perlahan menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah hukum masih menjadi alat keadilan, atau telah berubah menjadi instrumen kekuasaan? Ketika proses hukum lebih sibuk membangun efek menghukum daripada menghadirkan rasa adil, maka yang runtuh bukan sekadar kepercayaan publik terhadap pengadilan, tetapi juga keyakinan bahwa republik ini benar-benar berdiri di atas prinsip rechtsstaat.

Dan ketika kepercayaan itu runtuh, sesungguhnya yang paling terancam bukan terdakwa di ruang sidang, melainkan masa depan negara hukum itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

Next Post

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

fusilat

fusilat

Related Posts

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi
News

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)
Feature

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa
Politik

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Next Post
Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Rusaknya Sebuah Negara Menurut Para Pemikir Terkenal

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Dari Desa ke Istana: Ambisi Politik di Tengah Anggaran yang Tertatih

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026
Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

June 28, 2026

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist