• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Promotieus Shame: Ketika Otak Diparkir, Mulut Jalan Terus

Ali Syarief by Ali Syarief
March 19, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Promotieus Shame: Ketika Otak Diparkir, Mulut Jalan Terus
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Di negeri ini, berpikir sudah menjadi aktivitas yang mencurigakan. Terlalu banyak bertanya dianggap berbahaya, terlalu kritis dicap tidak sopan, dan terlalu logis bisa-bisa dituduh “kurang nasionalis.” Maka lahirlah satu fenomena yang patut kita abadikan dalam kamus sosial: promotieus shame—malu karena tidak bisa berpikir, tapi lebih malu lagi kalau ketahuan tidak ikut arus.

Lucunya, rasa malu ini tidak pernah benar-benar muncul di permukaan. Ia bersembunyi di balik kepercayaan diri yang meledak-ledak. Orang tidak tahu, tapi bicara seolah-olah paling tahu. Tidak paham, tapi berdebat seperti profesor. Dan yang paling spektakuler: tidak membaca, tapi mengomentari dengan penuh gairah, seakan-akan buku itu yang salah karena terlalu tebal.

Kita hidup di zaman di mana forward WhatsApp lebih dipercaya daripada riset ilmiah. Di mana video 30 detik lebih sakral daripada buku 300 halaman. Dan di mana logika sering kalah oleh “katanya.” Siapa “katanya”? Tidak jelas. Tapi entah kenapa, “katanya” selalu lebih meyakinkan daripada data.

Inilah panggung megah bagi manusia-manusia yang otaknya diparkir, tapi mulutnya tetap touring keliling kampung.

Fenomena ini bukan soal kebodohan. Jangan salah. Banyak dari mereka berpendidikan, bahkan bergelar. Tapi gelar rupanya tidak selalu menjamin keberanian berpikir. Kadang, ia hanya menjadi aksesori sosial—seperti dasi di leher yang dipakai saat acara resmi, tapi dilepas begitu pulang ke rumah.

Masalah utamanya bukan tidak bisa berpikir. Masalahnya adalah tidak mau repot berpikir.

Berpikir itu melelahkan. Ia butuh waktu, butuh keraguan, butuh keberanian untuk mengakui bahwa kita bisa salah. Sementara mengikuti arus itu nyaman. Tinggal ikut, angguk-angguk, dan selesai. Tidak perlu konflik, tidak perlu risiko. Yang penting aman.

Aman dari apa? Dari dikucilkan. Dari dianggap berbeda. Dari dituduh “aneh.”

Padahal sejarah tidak pernah ditulis oleh orang-orang yang aman-aman saja.

Coba kita lihat, betapa seringnya seseorang mengubah pendapat bukan karena argumen yang lebih kuat, tapi karena tekanan sosial yang lebih besar. Bukan karena tercerahkan, tapi karena takut sendirian. Di titik ini, promotieus shame berubah wujud: bukan lagi malu karena tidak berpikir, tapi malu karena berpikir sendiri.

Dan ini lebih berbahaya.

Karena ketika masyarakat lebih takut berbeda daripada salah, kebenaran tidak lagi penting. Yang penting adalah keseragaman. Semua harus sama, semua harus sepakat, bahkan jika yang disepakati itu keliru.

Kita akhirnya menjadi bangsa yang rajin menghafal, tapi malas memahami. Yang cepat bereaksi, tapi lambat merenung. Yang fasih berkomentar, tapi gagap dalam argumentasi.

Ironisnya, orang yang benar-benar berpikir justru sering dianggap mengganggu. Mereka yang bertanya dianggap cerewet. Yang mengkritik dianggap pembangkang. Yang berbeda dianggap ancaman.

Padahal tanpa mereka, kita hanya akan menjadi paduan suara tanpa nada—ramai, tapi kosong.

Maka, jika hari ini Anda merasa sedikit tidak nyaman karena mulai berpikir, selamat. Itu tanda otak Anda belum pensiun. Dan jika Anda mulai merasa ragu terhadap apa yang selama ini Anda yakini, jangan panik. Itu bukan kelemahan. Itu justru tanda bahwa Anda sedang hidup sebagai manusia, bukan sekadar gema.

Karena pada akhirnya, yang benar-benar memalukan bukanlah tidak tahu.

Yang memalukan adalah tidak mau tahu, tapi tetap merasa paling tahu.

Dan di negeri yang alergi berpikir ini, mungkin itulah bentuk keberanian terakhir: berani menggunakan akal sehat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Idul Fitri: Kembali ke Fitrah, Menghidupkan Makna yang Sering Terlupa

Next Post

Indonesia, Non-Blok, dan Disorientasi Arah: Mengkritisi Isi Kepala Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka
Feature

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026
Feature

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026
Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied
Birokrasi

Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

March 25, 2026
Next Post
Indonesia, Non-Blok, dan Disorientasi Arah: Mengkritisi Isi Kepala Prabowo

Indonesia, Non-Blok, dan Disorientasi Arah: Mengkritisi Isi Kepala Prabowo

Radar Miliaran Dolar Lumpuh: Serangan Iran Bongkar Titik Buta Pertahanan AS-Israel di Teluk

Radar Miliaran Dolar Lumpuh: Serangan Iran Bongkar Titik Buta Pertahanan AS-Israel di Teluk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

TNI Sabotase Penegakan Hukum

by Karyudi Sutajah Putra
March 19, 2026
0

Jakarta-FusilatNews- Puspom TNI dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan terhadap empat orang dari Denma BAIS...

Read more
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Anwar “Mengaum”, Prabowo “Mengembik”

Anwar “Mengaum”, Prabowo “Mengembik”

March 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026
Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

Negara Wajib Jamin Hak Warga Beribadah, Meski Beda Waktu Salat Ied

March 25, 2026
Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

Tragedi Suriah: Propaganda Sektarian di Tengah Perlawanan terhadap Amerika dan Zionis Oleh: Nazaruddin

March 25, 2026
Kereta Wisata Pemandangan Gunung Fuji untuk Turis Asing Mulai Beroperasi

Kereta Wisata Pemandangan Gunung Fuji untuk Turis Asing Mulai Beroperasi

March 20, 2026
Sap American Military Power: Erosi yang Tak Terlihat

Sap American Military Power: Erosi yang Tak Terlihat

March 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

Machiavelli dalam Cermin Indonesia 2026: Rubah dan Singa di Istana Merdeka

March 25, 2026

Menonton Diri Sendiri: Antara Prosedur, Akhlak, dan Integritas Radikal

March 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...