• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Purbaya Menelanjangi Kemewahan Ara

Ali Syarief by Ali Syarief
October 15, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Purbaya Menelanjangi Kemewahan Ara
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Hal begini adalah semakin fenomenal. Bahwa kehidupan pejabat dan rakyat kini benar-benar jauh berbanding antara tanah dan langit. Di satu sisi, rakyat kecil berjuang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya di tengah harga pangan yang terus merangkak naik. Di sisi lain, para pejabat hidup dalam ruang kerja yang menyerupai istana mini — berlantai parket, berfurnitur Jepara, dan berpendingin udara tiga lapis. Puncak dari kontras ini mencapai titik kulminasi pada gelombang demonstrasi 25–28 Agustus 2025, ketika kemarahan rakyat tumpah. Amok massa meledak, bukan sekadar karena ekonomi yang terjepit, tetapi karena rasa keadilan yang terkoyak.

Peristiwa kecil di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (14/10/2025), menjadi gambaran sempurna dari ironi ini. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan sindiran tajam kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara), saat berkunjung ke kantornya. Dengan nada setengah bercanda, Purbaya berkata, “Lihat ruang kerja Anda, ya? Anda kasih apartemen ukuran berapa? Enggak adil ini.” Sebuah kalimat yang mengguncang nalar publik — karena justru diucapkan oleh sesama pejabat negara, di ruang mewah yang dikelilingi sofa biru toska, meja kayu berlapis kaca, dan pigura foto raksasa bersama presiden.

Sindiran itu menyentuh inti persoalan: standar kemanusiaan yang retak di tengah birokrasi yang berlebihan glamor. Sementara pejabat menikmati ruang kerja seluas aula, rakyat hanya mendapat hunian bersubsidi seluas 36 meter persegi — rumah mungil yang dipaksa memuat harapan, kehangatan, dan masa depan. Ironi ini bukan sekadar soal estetika ruang, tetapi tentang cara negara memperlakukan martabat warganya.

Purbaya kemudian menegaskan perlunya revisi standar hunian rakyat. Ia menyebut bahwa ukuran 36 meter persegi untuk rumah tapak dan 45 meter persegi untuk apartemen sudah tak manusiawi. Ara, yang menjadi sasaran sindiran, berusaha menangkis dengan mengatakan bahwa ruang kerjanya juga berfungsi sebagai ruang rapat dan aspirasi. Ia menambahkan bahwa program perumahan subsidi kini mempertimbangkan lokasi kerja rakyat agar mereka tidak terpaksa tinggal jauh dari tempat mencari nafkah. Namun, argumentasi itu terasa hambar di tengah kenyataan bahwa kemewahan dan kesederhanaan kini terpisah oleh sekat yang makin tebal.

Jika pejabat harus diingatkan soal keadilan oleh pejabat lain, itu artinya negara sedang kehilangan kepekaan. Negara bukan lagi cermin dari penderitaan rakyatnya, melainkan bayangan panjang dari kekuasaan yang mulai kehilangan arah moral. Demonstrasi besar yang terjadi Agustus lalu adalah alarm keras bahwa rakyat tidak lagi ingin menjadi penonton dalam drama kemewahan elite. Mereka menuntut kesetaraan yang nyata — bukan sekadar slogan, bukan pula sekadar candaan yang diselipkan dalam pertemuan formal.

Mungkin, peristiwa di Wisma Mandiri 2 hanyalah secuil potret dari sistem yang bobrok. Tapi di balik “candaan” Purbaya, terselip pesan moral yang dalam: bahwa keadilan sosial tidak bisa lahir dari ruang-ruang ber-AC dengan meja kayu berukir Jepara, melainkan dari empati yang lahir ketika pejabat mau turun dan merasakan sesak hidup di ruang 36 meter persegi yang mereka tetapkan sendiri untuk rakyat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Usai Diperiksa 10 Jam di Kejaksaan, Nadiem Makarim: “Alhamdulillah Berjalan Lancar, Insya Allah Kebenaran Akan Terungkap”

Next Post

Jokowi : Saya Akan Memastikan Gibran dan Kaesang Tetap Punya Panggung.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT
Economy

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh
Birokrasi

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026
Feature

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Next Post
Jokowi : Saya Akan Memastikan Gibran dan Kaesang Tetap Punya Panggung.

Jokowi : Saya Akan Memastikan Gibran dan Kaesang Tetap Punya Panggung.

Ribuan Buruh dan Petani Demonstrasi di Patung Kuda, Ajukan Enam Poin Tuntutan

50 Ribu Buruh Tumpah di Bekasi: Desak DPR Bahas RUU Ketenagakerjaan, Siap Kejutkan dengan Tokoh Nasional

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Noel: Dari Orator Jalanan ke Penjarah Mobil Mewah yang Hilang
Feature

Noel, Pahlawan Kesiangan yang Siap Dihukum Mati

by Karyudi Sutajah Putra
January 27, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Bukan Noel namanya kalau tidak pandai membuat sensasi. Bekas Wakil...

Read more
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

January 24, 2026
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

January 27, 2026
Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

January 27, 2026
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Reformasi POLRI Ditolak — Saat Kekuasaan Menjadi Alasan Menghindar dari Akuntabilitas Sipil

January 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist