CIMAHI-Fusilatnews— Di tengah problem sampah yang kian menumpuk dan tak kunjung selesai, Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Cimahi bersama Asobsi Jakarta Timur serta jaringan Lions Club menggelar sosialisasi pengelolaan sampah dan gaya hidup zero waste. Acara yang berlangsung Sabtu di kawasan Cibabat, Cimahi, itu menarik kehadiran warga Cimahi, Bandung Barat, hingga para pegiat lingkungan.
Meski menjadi gelaran perdana, panitia langsung memasang standar tinggi: acara harus berlangsung tanpa menghasilkan sampah. “Ini bukan hanya sosialisasi, tapi praktik langsung bagaimana sebuah kegiatan bisa ramah lingkungan sejak dari perencanaannya,” ujar salah satu panitia.
Cimahi Padat, Sampah Mengganas
Cibabat dan sekitarnya menanggung persoalan pelik. Dengan jumlah penduduk mencapai 650 ribu jiwa, volume sampah terus bertambah, sementara kemampuan pengangkutan dan pengolahan tak sebanding. Pemerintah kelurahan menyebut, urusan sampah tak bisa diserahkan hanya pada negara. Masyarakat pun harus turun tangan.
“Acara ini mampu menggerakkan warga. Ini bagian dari solusi nyata untuk persoalan sampah,” kata perwakilan Kelurahan Cibabat dalam sambutannya.
Mendorong Warga Mengolah Runtah dari Rumah
Sosialisasi menekankan konsep mencegah, memilah, dan mengolah sampah dari rumah. Peserta diperkenalkan pada pola kerja bank sampah, mulai dari cara menabung sampah anorganik, nilai ekonominya, hingga dampak ekologis bagi lingkungan.
Dari Asobsi Jakarta Timur hadir Ketua bank sampah, Ibu Geti, yang memberikan testimoni singkat namun mengena.
“Ku tak bisa jauh-jauh dari bank sampah,” senandungnya, membuat peserta tertegun dan melantunkannya dan disambut tepuk tangan riuh.
Demo Eco Enzyme, Eco Bricks, hingga Layanan Kesehatan
Beragam demonstrasi praktis digelar: pembuatan eco enzyme skala rumah dan komunitas, pembuatan eco bricks sebagai alternatif bahan bangunan, serta edukasi daur ulang sederhana yang bisa dilakukan siapapun.
Lions Club menambahkan sentuhan kemanusiaan lewat pemeriksaan gula darah, pembagian kacamata plus gratis, dan santunan goody bag yang ramah lingkungan.
Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar
Panitia berharap kegiatan ini menjadi ruang pencerahan—sekecil apapun langkahnya, selama dilakukan bersama, perubahan akan terasa.
“Ini baru permulaan. Jika semua elemen bergerak, masalah sampah bukan mustahil dikendalikan,” ujar salah satu penggagas kegiatan.
Di kota yang dibayang-bayangi tumpukan sampah, gerakan seperti ini menjadi napas baru: ajakan untuk kembali ke prinsip sederhana—mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri.

























