• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Kebijakan Penyerapan Gabah: Menolong Petani atau Membebani Bulog?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 25, 2025
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Kebijakan adalah serangkaian keputusan dan tindakan pemerintah, organisasi, atau individu untuk mencapai tujuan tertentu. Ia bisa berupa peraturan, keputusan, program, maupun strategi. Dalam konteks pangan, kebijakan biasanya berfokus pada tiga hal: peningkatan produksi, pengaturan distribusi, dan stabilisasi harga.

Namun, kebijakan penyerapan gabah yang baru saja diterapkan pemerintah justru menimbulkan persoalan serius. Dengan dalih “membebaskan” petani menjual hasil panennya tanpa syarat kadar air dan hampa tertentu, aturan ini memunculkan masalah baru di lapangan.

Petani Kesulitan, Bulog Tertekan

Banyak petani di berbagai daerah kesulitan mengeringkan gabah karena keterbatasan alat pengering. Situasi semakin pelik ketika musim panen berbarengan dengan musim hujan. Tanpa sinar matahari, gabah sulit dikeringkan, sementara harga ditetapkan Rp6.500/kg apa pun kualitasnya.

Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 14/2025 memang mewajibkan Bulog dan offtaker lain membeli gabah minimal Rp6.500/kg. Namun, ketentuan ini justru memberatkan Bulog. Sebagai BUMN berbentuk Perum, Bulog dituntut tidak hanya menjalankan fungsi sosial, tetapi juga menjaga kinerja keuangan agar tidak merugi.

Padahal sebelumnya, harga Rp6.500/kg berlaku jika kadar air maksimal 25% dan kadar hampa 10%. Kini, aturan “any quality” berpotensi menghasilkan gabah dengan mutu rendah yang sulit disimpan dan berisiko menimbulkan kerugian.

Risiko Beras Berkutu

Tak lama berselang, publik dihebohkan dengan temuan beras berkutu di gudang Bulog oleh Komisi IV DPR. Temuan ini menjadi bukti adanya kelemahan dalam tata kelola penyimpanan. Jika standar kualitas gabah terus diturunkan, kasus serupa berpotensi semakin sering terjadi.

Mengapa Perlu Koreksi Kebijakan?

Koreksi kebijakan adalah proses peninjauan dan perubahan untuk memperbaiki efektivitas sebuah aturan. Alasan perlunya koreksi pada kebijakan penyerapan gabah antara lain:

  1. Tujuan tak tercapai – kebijakan belum menjamin kesejahteraan petani.
  2. Kondisi berubah – panen berbarengan dengan musim hujan membuat kualitas gabah sulit dijaga.
  3. Kelemahan teknis – penyerapan gabah “any quality” menyulitkan penyimpanan dan berpotensi merugikan Bulog.

Langkah koreksi meliputi evaluasi efektivitas kebijakan, identifikasi kelemahan, perumusan alternatif, hingga implementasi kebijakan baru.

Beberapa Koreksi yang Mendesak

  • Harga pembelian: Pemerintah sudah menaikkan harga GKP dari Rp6.000 menjadi Rp6.500/kg. Namun, kenaikan harga harus dibarengi dengan standar mutu agar kualitas gabah terjaga.
  • Target penyerapan: Bulog diberi target menyerap 3 juta ton gabah pada panen raya 2025, naik dari target sebelumnya. Tanpa perbaikan kualitas, target ini hanya akan menambah beban gudang.
  • Pendampingan petani: Penyediaan sarana pengeringan, teknologi pascapanen, dan pelatihan harus diperkuat agar petani mampu memenuhi standar kualitas.

Penutup

Kebijakan penyerapan gabah seharusnya melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional. Namun, dengan aturan “any quality”, justru muncul risiko kualitas beras menurun, gudang Bulog terbebani, dan masyarakat dirugikan.

Karena itu, koreksi kebijakan bukan hanya penting, tetapi mendesak. Tinjau ulang syarat kualitas, beri solusi nyata bagi petani, dan pastikan Bulog mampu menjalankan fungsinya tanpa terbebani keputusan yang salah arah.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ijazah Jokowi, Anwar Usman, dan Ambiguitas Hukum: Perspektif Damai Hari Lubis

Next Post

Demo 25 Agustus: Jejak Jokowi, Operasi Senyap, dan Panggung Bayangan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat
Economy

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia
Feature

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
Next Post
Demo 25 Agustus: Jejak Jokowi, Operasi Senyap, dan Panggung Bayangan

Demo 25 Agustus: Jejak Jokowi, Operasi Senyap, dan Panggung Bayangan

Bahlil Dapat Bintang Mahaputera: Ketika Fakta Dibalikkan Menjadi Ilusi

Bahlil Dapat Bintang Mahaputera: Ketika Fakta Dibalikkan Menjadi Ilusi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

“AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

February 27, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

February 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...