• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

fusilat by fusilat
February 27, 2026
in Economy, Feature
0
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Malika Dwi Ana

Ada satu hal yang seolah menjadi keniscayaan pahit dalam sejarah politik Indonesia kontemporer: dua presiden berturut-turut, Jokowi dan Prabowo, sama-sama berperan sebagai akselerator kehancuran — hanya saja dengan gaya yang berbeda, tapi tujuannya sama: mempercepat proses kehilangan kedaulatan, melemahkan fondasi negara, dan menggadaikan masa depan rakyat demi kepentingan segelintir elite dan kekuatan asing.

Jokowi “mempercepat kehancuran” dengan cara halus, sistematis, dan berbalut jargon pembangunan.
– Omnibus Law Cipta Kerja: buruh dipotong haknya, investor asing dikasih karpet merah, lingkungan dibabat demi proyek.
– IKN Nusantara: hutan Kalimantan digunduli, utang negara membengkak, demi “kota masa depan”, katanya.
– Hilirisasi nikel: smelter China merajalela, nikel kita diekspor mentah-mentah, limbah menumpuk, masyarakat adat digusur.
Semua dikemas sebagai “percepatan pembangunan”, tapi yang dipercepat sebenarnya adalah kehancuran ekologi, ketimpangan sosial, dan ketergantungan pada modal asing.

Lalu berganti era rezim MBG Prabowo — yang dulu menulis buku Paradoks Indonesia — memperingatkan bahwa negara kaya SDA tapi lemah hukum dan rapuh persatuan bisa bubar jika tidak dibenahi.
Tapi begitu duduk di kursi presiden, apa yang dia lakukan?
Justru mempercepat kehancuran dengan cara yang lebih brutal dan terang-terangan:
– Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Trump: barter kedaulatan SDA, energi, data, regulasi halal, hanya demi diskon tarif 19% yang masih kalah saing dengan Vietnam.
– Freeport diperpanjang sampai 2061, ExxonMobil nego bagi hasil lebih “ramah” (55-45), impor energi AS US$15 miliar/tahun, padahal minyak kita sendiri yang diekspor dulu lalu dibeli lagi dengan harga mahal.
– Smelter nikel dibatasi produksi agar tidak mengganggu kepentingan AS, mineral kritis diserahkan ke rantai pasok Washington.
Semua ini dikemas sebagai “kemenangan diplomasi” dan “New Golden Age”. Golden buat siapa? Buat kantong segelintir konglomerat importir dan kroni yang dapat komisi, bukan buat rakyat.

Jadi, jika Jokowi mempercepat kehancuran lewat pembangunan yang timpang dan obral izin,
Prabowo mempercepatnya lewat diplomasi capitulation dan penggadaian kedaulatan secara terang-terangan.

Dua gaya berbeda, satu tujuan sama: mempercepat proses di mana Indonesia bukan lagi tuan rumah di rumah sendiri, melainkan penyewa jangka panjang dengan kontrak yang sangat mahal — dan kontrak itu baru saja diperpanjang sampai 2061.

Apa yang tersirat dari semua ini?
Bahwa keniscayaan politik Indonesia saat ini adalah dua presiden yang sama-sama mempercepat kehancuran, hanya saja yang satu menggunakan jargon infrastruktur, yang satu pakai jargon diplomasi.
Yang satu membabat hutan demi IKN dan merusak ekosistem demi hilirisasi, yang satu membuka pintu belakang bagi AS demi tarif murah.
Hasil akhirnya pun sama: rakyat merana, gigit jari, SDA habis, kedaulatan ludes, anak-cucu dapat warisan utang, kerusakan lingkungan, dan cerita sebelum tidur bahwa “dahulu kala negeri kita pernah kaya raya”.

Jadi, kalau ada yang bilang “Prabowo presiden terakhir karena Indonesia bubar 2030”, itu bukan prediksi fiksi lagi.
Itu sudah menjadi self-fulfilling prophecy yang sedang ditulis sendiri oleh orang yang dulu memperingatkannya.

Ironi terbesar abad ini:
Buku Paradoks Indonesia yang dulu dijadikan senjata kritiknya terhadap sistem sekarang menjadi bukti bahwa dia sendiri adalah bagian dari paradoks yang paling dalam — dan yang paling mematikan. 💀🇮🇩

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Next Post

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

fusilat

fusilat

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...