• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 15, 2026
in Bencana, Feature, Law
0
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pemimpin KPK 2019-2024

Jakarta – DPR tetap mencoba meyakinkan publik bahwa Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset (RUU PA) masih terus berproses dan ditargetkan rampung tahun ini.

Padahal, sudah hampir 20 tahun RUU ini mangkrak. Diketahui, yang menginisiasi dan mengusulkan RUU PA pertama kali adalah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2008. Pada 2012, naskah akademiknya baru selesai dibuat.

Mengapa DPR ogah-ogahan membahas RUU PA? Sebab, RUU itu bisa menjadi bumerang. DPR pun tak mau menggali kubur mereka sendiri.

RUU PA akan memungkinkan negara menyita harta hasil kejahatan tanpa harus menunggu vonis pidana berkekuatan hukum tetap (inkrah), sekaligus menargetkan kekayaan yang tidak wajar (unexplained wealth) untuk dirampas buat negara.

Dampak utama dari implementasi beleid ini meliputi pemulihan keuangan negara yang lebih cepat; negara dapat merampas aset hasil korupsi atau tindak pidana lain meskipun tersangka melarikan diri, meninggal dunia, atau perkaranya dihentikan.

Mengapa DPR terkesan takut dengan RUU PA?

Sebab, pada DPR periode 2024-2029 ini terdapat 354 orang dari total 580 anggota DPR yang terafiliasi dengan bisnis atau berlatar belakang pengusaha. Angka ini setara dengan hampir 60% dari keseluruhan anggota parlemen yang sedang menjabat. Banyak harta anggota DPR yang masuk wilayah abu-abu atau grey area.

Apalagi sudah banyak anggota DPR yang terlibat dalam korupsi. Sejak awal era reformasi hingga kini, sudah lebih dari 100 orang anggota DPR masuk bui karena korupsi.

Selain melindungi diri mereka sendiri, para anggota DPR itu juga tentu melindungi kawan-kawan mereka sesama pengusaha, termasuk pengusaha hitam, sehingga mereka tidak happy dengan RUU PA.

Ada pula anggota DPR yang kekayaannya melonjak drastis setelah beberapa tahun menjabat. Yang model begini juga pasti takut dengan RUU PA.

Banyaknya anggota DPR yang berlatar pengusaha merupakan konsekuensi logis dari sistem pemilihan langsung yang cenderung liberal dalam demokrasi kita, sehingga ongkos politik atau political cost di Indonesia relatif mahal atau high cost politics. Terutama untuk serangan fajar atau money politics (politik uang).

Maka begitu terpilih, yang pertama kali muncul dalam benak mereka adalah bagaimana caranya cepat balik modal. Segala cara pun dilakukan. Termasuk korupsi.

Kalau sudah balik modal, mereka mencari modal baru untuk bertarung di pemilu berikutnya.

Terciptalah lingkaran setan korupsi: wakil rakyat merampok uang rakyat untuk dibagikan sebagian kecil kepada rakyat. Rakyat pun senang. Mereka memilih wakil rakyat yang membayar. Wakil rakyat yang terpilih pun senang. Suka sama suka.

Dus, bagi rakyat, demokrasi itu sangat murah. Cuma puluhan atau maksimal ratusan ribu rupiah.

Akan tetapi, demokrasi mahal bagi wakil rakyat. Sebab banyak suara rakyat yang harus mereka beli. Rakyat dan wakil rakyat pun sama-sama merusak demokrasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

Next Post

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan
Feature

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas
Birokrasi

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026
Next Post

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...