• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 11, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Haruskah seorang pengamat memiliki spesialisasi sesuai latar belakang pendidikan atau pekerjaannya?

Pengamat perberasan harus punya latar belakang pendidikan ilmu pertanian, misalnya. Pengamat politik harus punya latar belakang pendidikan ilmu politik, misalnya. Pengamat ekonomi harus punya latar belakang pendidikan ilmu ekonomi, misalnya. Pengamat sepakbola harus punya latar belakang pendidikan ilmu olahraga atau bahkan sepakbola, dan seterusnya.

Pertanyaan tersebut perlu dilontarkan untuk merespons pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Jumat (10/4/2026), mantan ajudan Prabowo Subianto semasa menjabat Menteri Pertahanan RI ini mengkritik para pengamat yang ia nilai bicara tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau pekerjaannya, dan tidak sesuai pula dengan fakta. Menurut Teddy, kini ada fenomena inflasi pengamat.

Inflasi dalam istilah ekonomi berarti mengalami penurunan nilai.

Teddy lalu merujuk contoh prediksi pengamat bahwa Indonesia akan mengalami chaos atau kekacauan yang ternyata hingga kini Indonesia masih baik-baik saja.

Teddy juga mengambil contoh pengamat yang menggiring opini publik sejak sebelum Pemilihan Presiden 2024, tapi ternyata 94 juta rakyat Indonesia memberikan kepercayaan kepada Prabowo.

Angka 96 juta itu barangkali merujuk pada jumlah pemilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 yang mencapai 96 juta atau 58 persen suara.

Pertanyaannya, sejak kapan ada kewajiban seorang pengamat bidang tertentu harus ada latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja di bidang tertentu tersebut?

Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sama sekali tidak punya latar belakang pendidikan olahraga, apalagi spesialisasi sepakbola, dan bukan pula pemain atau pelatih sepakbola profesional.

Akan tetapi ketika Gus Dur bicara soal sepakbola, keahliannya jauh melebihi mereka yang menjadi pengamat sepakbola atau bahkan pemain atau pelatih sepakbola profesional. Ini sekadar contoh.

Tapi baiklah. Mungkin begitulah cara pejabat karbitan berbicara. Mungkin ia bangga bahkan jemawa, bagaimana bisa seorang perwira menengah atau tentara dengan pangkat letnan kolonel menjadi Sekretaris Kabinet. Ibarat buah, Teddy matang setelah dikarbit. Mungkin karena itulah Teddy mengalami apa yang disebut sebagai “shock culture” atau gegar budaya.

Apalagi kenaikan pangkatnya dari mayor menjadi letkol tidak sesuai kelaziman. Kenaikan pangkatnya menjadi letkol menimbulkan kontroversi karena ia diangkat tanpa melalui pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) yang diatur dalam Peraturan Panglima TNI Nomor 40 Tahun 2018.

Bahkan untuk mengangkat Teddy sebagai Seskab, Presiden Prabowo Subianto sampai-sampai membuat aturan tersendiri agar sesuai prosedur dan kriteria.

Inflasi Pejabat

Para pengamat justru menilai sebaliknya. Para pejabat negaralah yang mengalami inflasi. Misalnya, bagaimana bisa Bahlil Lahadalia yang seorang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak masyarakat hemat energi dengan mengambil contoh mematikan kompor gas setelah selesai memasak.

Tanpa disuruh pun ibu-ibu rumah tangga akan mematikan kompor gasnya setelah selesai memasak. Sebab kalau tidak dimatikan akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri karena gas akan cepat habis. Bahkan bisa menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain manakala kompor gas yang tidak dimatikan itu menimbulkan kebakaran atau meledak.

Artinya, pernyataan Bahlil tidak ada gunanya. Bagaimana bisa seorang pejabat tinggi negara mengeluarkan pernyataan yang sia-sia? Inilah inflasi yang nyata bagi seorang pejabat negara.

Tidak hanya Bahlil. Prabowo sendiri pun telah mengalami inflasi. Ia dikonotasikan sebagai Presiden yang hanya bisa omon-omon belaka.

Misalnya, Prabowo teriak-teriak akan mengejar koruptor sampai ke ujung dunia. Tapi pada saat yang sama ia memberikan abolisi dan amnesti bagi terdakwa dan terpidana korupsi.

Prabowo teriak-teriak soal efisiensi anggaran. Tapi pada saat yang sama banyak melakukan kunjungan luar negeri yang bahkan tidak cukup dengan satu pesawat, tetapi dengan dua pesawat, misalnya.

Bahkan saat melakukan kunjungan kerja ke Magelang, Jawa Tengah, kemarin pesawat kepresidenan Prabowo dikawal 4 jet tempur dan 2 helikopter militer.

Prabowo teriak-teriak efisiensi. Tapi pada saat yang sama ia mengangkat banyak wakil menteri.

Prabowo juga membiarkan Badan Gizi Nasional (BGN) mengimpor ratusan ribu mobil pikup dari India. Pun, membiarkan BGN membeli puluhan ribu sepeda motor.

Ironisnya, dalam pembelian puluhan ribu sepeda motor oleh BGN itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa mengaku kecolongan. Di sinilah Purbaya mengalami inflasi yang nyata.

Klaim Teddy bahwa Prabowo mendapat kepercayaan dari 96 juta rakyat Indonesia juga tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, legitimasi Pilpres 2024 sampai saat ini masih banyak memunculkan tanda tanya besar. Terutama terkait dugaan keterlibatan aparat.

Ihwal “chaos” yang ditepis Teddy sepertinya juga hanya soal waktu saja. Lihatlah aksi-aksi demonstrasi massa akhir Agustus 2025 lalu.

Dus, silakan Teddy bangga dengan pengkarbitan dirinya. Tapi jangan nafikan pengamat. Jangan salahkan pengamat yang mengkritisi pemerintah yang justru banyak mengalami inflasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Next Post

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)
Feature

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Feature

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural
Feature

Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

April 11, 2026
Next Post
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Feature

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

by Karyudi Sutajah Putra
April 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Masih ingatkah kita akan Ahmad Sahroni? Anggota DPR RI dari...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

IPW Desak Kapolri Tarik Kasus Dugaan Korupsi Bupati Minahasa ke Bareskrim

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

April 11, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

April 11, 2026
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Murka: Pengusaha Tambang Ilegal 8 Tahun Harus Dipidana, Jaksa Agung Diberi Komando Tegas

April 11, 2026
Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

Donald Trump’s Ceasefire Shows How America Has Changed

April 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

Petani, Sensor, dan Pasar: Ketika Pisang Tidak Lagi Sekadar Pisang (Catatan Kecil tentang Masa Depan yang Diam-Diam Sudah Datang)

April 11, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...