• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Ali Syarief by Ali Syarief
April 11, 2026
in Feature, Politik
0
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural
Share on FacebookShare on Twitter

Saya sependapat dengan Saiful Mujani: dalam kondisi tertentu, gagasan untuk “menjatuhkan” Prabowo Subianto bukanlah makar, melainkan ekspresi sah dari sikap politik warga negara. Namun justru di titik inilah kemunafikan demokrasi kita tersingkap—ketika sebuah opini dicurigai hanya karena ia berani melampaui kenyamanan prosedur.

Demokrasi Indonesia hari ini tampak gagah dalam aturan, tetapi rapuh dalam keberanian. Ia mengizinkan kritik, tetapi hanya sejauh tidak menggoyang fondasi kekuasaan. Ia merayakan kebebasan berbicara, tetapi panik ketika kebebasan itu mengarah pada konsekuensi politik yang nyata.


Sikap Politik Tidak Harus Steril

Kita perlu jujur: sikap politik bukan sekadar komentar dingin di ruang akademik. Ia adalah posisi, keberpihakan, bahkan dorongan untuk perubahan. Ketika Saiful Mujani berbicara tentang kemungkinan menjatuhkan presiden, ia tidak sedang mengkudeta negara—ia sedang menguji batas kesadaran publik.

Masalahnya, publik kita telah lama dididik untuk memisahkan opini dari tindakan, seolah-olah keduanya tidak boleh bersinggungan. Padahal sejarah menunjukkan sebaliknya: setiap perubahan besar selalu dimulai dari opini yang kemudian menjelma menjadi gerakan.

Lihat saja Reformasi 1998. Apakah itu lahir dari prosedur? Tidak. Ia lahir dari akumulasi opini yang berubah menjadi konsolidasi sosial.


Ketakutan pada Rakyat

Mengapa gagasan “menjatuhkan” menjadi begitu menakutkan? Jawabannya sederhana: karena ia mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.

Dalam sistem yang terlalu prosedural, kekuasaan sering kali berlindung di balik mekanisme formal. Impeachment dibuat rumit, pemilu dikendalikan oleh oligarki, dan pada akhirnya rakyat hanya menjadi penonton dari proses yang katanya demokratis.

Dalam konteks seperti ini, seruan untuk konsolidasi bukanlah ancaman, melainkan koreksi. Ia adalah pengingat bahwa legitimasi politik tidak hanya berasal dari prosedur, tetapi juga dari kepercayaan publik yang hidup.


Kontradiksi yang Dipaksakan

Namun di sinilah permainan bahasa dimulai. Ketika Saiful Mujani menyebutnya sebagai sikap politik, para pengkritiknya buru-buru menyematkan label: makar, inkonstitusional, berbahaya.

Padahal yang terjadi adalah kontradiksi yang dipaksakan.

Sebuah opini dianggap sah selama ia tidak efektif. Tetapi begitu ia berpotensi menggerakkan, ia langsung dicurigai. Ini bukan lagi soal hukum, melainkan soal ketakutan kekuasaan terhadap kemungkinan kehilangan kendali.

Dengan kata lain, masalahnya bukan pada ucapannya—melainkan pada dampak yang mungkin ditimbulkannya.


Demokrasi yang Takut pada Konsekuensi

Demokrasi sejati tidak takut pada konsekuensi dari kebebasan. Ia justru mengandalkan itu untuk memperbarui dirinya. Tetapi demokrasi yang setengah matang akan selalu berusaha membatasi—membolehkan kritik, tetapi melarang perubahan yang lahir darinya.

Di sinilah kita melihat paradoks: negara mengaku demokratis, tetapi alergi terhadap gagasan yang berpotensi mengubah peta kekuasaan.

Jika “menjatuhkan” selalu dianggap tabu, maka satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah menunggu lima tahun sekali—itu pun dalam sistem yang belum tentu adil.


Penutup: Dari Opini ke Gerakan

Saya tidak melihat pernyataan Saiful Mujani sebagai ancaman. Justru sebaliknya, ia adalah cermin—yang memantulkan betapa rapuhnya kepercayaan kita pada demokrasi itu sendiri.

Pertanyaannya bukan lagi: bolehkah seseorang berbicara tentang menjatuhkan presiden?

Melainkan:
mengapa kita begitu takut ketika rakyat mulai mempertimbangkannya?

Karena di situlah garis tipis itu menghilang—antara opini dan gerakan, antara wacana dan perubahan.

Dan mungkin, justru di situlah demokrasi menemukan maknanya yang paling jujur.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Murka: Pengusaha Tambang Ilegal 8 Tahun Harus Dipidana, Jaksa Agung Diberi Komando Tegas

Next Post

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Ketika Pejabat Karbitan Bicara Inflasi Pengamat

Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...