• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Ali Syarief by Ali Syarief
January 25, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Waktu tidak pernah bernegosiasi. Ia datang perlahan, lalu tiba-tiba menetapkan batas. Pada usia 79 tahun, Megawati Soekarnoputri kini berdiri di titik itu: antara sejarah yang telah ia menangkan, dan masa depan partai yang belum sepenuhnya ia siapkan.

Selama lebih dari dua dekade, Megawati bukan sekadar Ketua Umum PDIP. Ia adalah poros ideologis, jangkar loyalitas, sekaligus pemegang kunci semua pintu keputusan. Di tangannya, PDIP tumbuh menjadi partai paling disiplin, paling solid, dan paling konsisten memenangkan pemilu nasional sejak Reformasi. Tidak ada partai lain yang mampu mempertahankan dominasi elektoral selama itu tanpa pecah kongsi internal.

Namun kekuatan yang terlampau terpusat selalu menyimpan paradoks: stabil selama figur utama ada, rapuh ketika ia tiada.

Di usia 79, Megawati masih memegang kendali penuh. Struktur partai patuh. Kader menunggu isyarat. Bahkan arah koalisi nasional pun masih sering bergantung pada satu kalimat darinya. Tetapi di balik keteguhan itu, pertanyaan mendasar mengendap: apakah PDIP telah menyiapkan hidup setelah Megawati?

Regenerasi kepemimpinan di PDIP berjalan, tapi tidak pernah benar-benar dilembagakan. Figur-figur potensial dibiarkan tumbuh, namun tetap berada dalam orbit tunggal. Tidak ada mekanisme kompetisi terbuka. Tidak ada proses transisi yang jelas. Semua kemungkinan suksesi masih berakhir di ruang tamu yang sama.

Model ini efektif menjaga kesatuan. Tapi ia menunda masa depan.

Lebih dari itu, usia juga membawa konsekuensi gaya kepemimpinan. Semakin ke sini, keputusan strategis partai kian bersifat tertutup. Lingkaran pengaruh menyempit. Hubungan emosional sering lebih menentukan daripada kalkulasi politik rasional. Pecahnya relasi PDIP dengan Jokowi adalah contoh paling terang: peristiwa politik besar yang diwarnai bukan hanya strategi, tapi juga perasaan.

Di era politik digital, pemilih muda, dan komunikasi instan, model kepemimpinan yang bertumpu pada karisma historis menghadapi tantangan baru. Sejarah tidak lagi cukup. Generasi baru menuntut relevansi. Dan partai yang tak cepat beradaptasi berisiko tertinggal oleh arus.

Megawati masih kuat. Itu tidak diragukan. Ia masih bisa mengontrol mesin partai, menjaga disiplin, dan memelihara ideologi nasionalisme yang menjadi napas PDIP. Tetapi ekspansi—membaca zaman baru, merangkul demografi muda, menghadapi oligarki politik yang makin cair—bukan lagi medan yang mudah dikuasai hanya dengan otoritas simbolik.

Karena itu, ujian terbesar Megawati hari ini bukan memenangkan pemilu berikutnya. Melainkan memenangkan transisi.

Sejarah akan mencatatnya sebagai pemimpin besar bila ia mampu menyiapkan partai yang tetap hidup tanpa dirinya. Sebaliknya, ia akan dikenang sebagai tokoh kuat yang meninggalkan kekosongan bila suksesi terus ditunda hingga waktu memutuskan sendiri.

Usia 79 bukan sekadar angka. Ia adalah peringatan halus dari waktu: bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang memegang kendali, tetapi juga tentang tahu kapan melepaskannya.

Dan di situlah ujian terakhir Megawati sesungguhnya dimulai.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PANEN RAYA: FILOSOFI KEHIDUPAN DAN MARTABAT PETANI

Next Post

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT
Economy

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh
Birokrasi

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026
Feature

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Next Post
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Noel: Dari Orator Jalanan ke Penjarah Mobil Mewah yang Hilang
Feature

Noel, Pahlawan Kesiangan yang Siap Dihukum Mati

by Karyudi Sutajah Putra
January 27, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Bukan Noel namanya kalau tidak pandai membuat sensasi. Bekas Wakil...

Read more
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

January 24, 2026
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026

PRABOWO: BERTAHAN ATAU DISANTAP

January 27, 2026
Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

Bukan Kebetulan: Mengapa Kesamaan Selera, Hobi, dan Cara Pandang Sering Bertemu

January 27, 2026
Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

Nunukan Terkoyak, Kedaulatan Dipertanyakan Sejengkal tanah yang bergeser adalah alarm bagi kehormatan republik.

January 27, 2026
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Reformasi POLRI Ditolak — Saat Kekuasaan Menjadi Alasan Menghindar dari Akuntabilitas Sipil

January 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MENGGERAKKAN MULTI ANGKUTAN MELALUI TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA: MULTIMODA TRANSPORT

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

January 27, 2026
Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

Polri: “Sampai Titik Darah Penghabisan” demi Tetap Jadi Superbody yang Tak Tersentuh

January 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist