• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PANEN RAYA: FILOSOFI KEHIDUPAN DAN MARTABAT PETANI

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 25, 2026
in Feature, Komunitas
0
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Bagi petani, panen raya bukan sekadar musim menuai hasil. Ia adalah peristiwa batin. Saat bulir padi menguning dan sabit mulai bekerja, harapan lama yang ditanam bersama benih ikut dipanen: harapan akan kehidupan yang lebih layak, rezeki yang lebih pasti, dan martabat yang terangkat. Panen raya kerap menjadi momen perubahan nasib—penentu apakah setahun kerja keras berbuah manis atau justru pahit.

Di negeri agraris seperti Indonesia, panen raya padi memiliki makna simbolik yang kuat. Ia mencerminkan siklus kehidupan: menanam dengan kesabaran, merawat dengan ketekunan, lalu memetik dengan rasa syukur. Filosofi ini mengajarkan bahwa tidak ada hasil tanpa kerja keras, tidak ada panen tanpa kesabaran, dan tidak ada keberkahan tanpa ketulusan.

Lebih dari itu, panen raya adalah ruang kebersamaan. Dari menanam hingga memanen, banyak tangan terlibat, banyak keringat menyatu. Ia melahirkan solidaritas sosial, gotong royong, dan rasa memiliki atas tanah yang memberi hidup. Karena itu, panen raya bukan semata urusan produksi pangan, melainkan peristiwa budaya yang sarat kehormatan dan tanggung jawab.

Namun dalam praktiknya, panen raya tak selalu menghadirkan kegembiraan. Masalah klasik kerap menyertainya: harga gabah anjlok, akses pasar terbatas, dominasi tengkulak, hingga ancaman cuaca ekstrem. Tidak jarang, petani justru gundah di musim panen—karena hasil melimpah tak selalu berarti pendapatan meningkat.

Dalam perkembangannya, situasi ini mulai mengalami pergeseran. Kebijakan penetapan satu harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo membawa kepastian baru. Anjloknya harga gabah di tingkat petani kini relatif dapat ditekan. Harga menjadi lebih stabil, dan petani tidak lagi dihantui kecemasan setiap musim panen tiba.

Pertanyaannya: mengapa petani kini lebih tenang menghadapi panen raya? Jawabannya terletak pada kepastian harga. Dengan kebijakan satu harga, petani mengetahui bahwa gabah mereka memiliki nilai yang dijamin. Risiko permainan harga berkurang. Transparansi meningkat. Perlindungan dari praktik tengkulak yang menekan harga pun semakin nyata. Inilah bentuk kehadiran negara dalam menjaga martabat petani.

Panen raya juga tak bisa dilepaskan dari budaya panen yang tumbuh dalam masyarakat agraris. Tradisi seperti Seren Taun di Jawa Barat, wiwitan panen, atau upacara panen di Bali adalah ekspresi rasa syukur kolektif. Ia mempertemukan manusia dengan alam, kerja dengan doa, hasil dengan keberkahan.

Sayangnya, sebagian tradisi ini mulai memudar, terutama di kalangan generasi muda. Modernisasi pertanian, globalisasi, dan perubahan gaya hidup membuat orientasi ekonomi lebih dominan daripada ritual budaya. Panen kini dipandang semata sebagai transaksi, bukan peristiwa spiritual dan sosial.

Meski demikian, upaya pelestarian tetap tumbuh. Di beberapa daerah, tradisi panen masih dirawat. Desa Nglarangan di Temanggung, misalnya, masih menjalankan wiwitan panen tembakau. Pemerintah daerah dan komunitas budaya terus menghidupkan festival panen, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta promosi budaya melalui media sosial.

Peran pemerintah sangat penting dalam menjaga kesinambungan ini. Integrasi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, dukungan terhadap sistem pertanian tradisional ramah lingkungan, hingga fasilitasi pasar bagi petani adat adalah langkah konkret yang patut diperluas.

Contoh nyata terlihat di Desa Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, di mana pemerintah desa bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan kelompok masyarakat mengembangkan kurikulum berbasis budaya lokal. Program ini menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk bangga pada akar budayanya.

Pada akhirnya, panen raya adalah cermin peradaban. Ia menandai hubungan manusia dengan tanah, negara dengan petani, dan generasi kini dengan warisan leluhur. Ketika panen raya dihormati bukan hanya sebagai produksi pangan, tetapi juga sebagai peristiwa budaya dan sosial, maka di sanalah martabat petani benar-benar berdiri tegak.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konsumsi “Wine” Dunia Turun

Next Post

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI
Komunitas

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...