• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

fusilat by fusilat
June 15, 2026
in Feature, Sport
0
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Share on FacebookShare on Twitter

Anwar Husen
Pemerhati Sosial / Pengagum Timnas Belanda

Dalam sebuah tulisan bernada ringan tentang Timnas Maroko pada Piala Dunia 2026, saya pernah menulis:

“Saya pengagum Timnas Belanda sejak lama. Bahkan mungkin hingga perhelatan Piala Dunia ini bubar. Tetapi belum sekalipun saya menulis tentang profil mereka. Kiprah Timnas Maroko dan Jepang di Piala Dunia 2022 di Qatar justru yang terpilih untuk ditulis. Cukuplah ini menjadi penanda bahwa mengagumi dan menulis adalah dua hal yang bisa berbeda. Sedikit mirip bait lagu: tak selamanya cinta harus memiliki.”

Mengagumi dan mendukung sebuah tim nasional bukan semata soal kemenangan atau jumlah trofi yang berhasil diraih. Kita juga tidak mungkin berpindah kewarganegaraan hanya karena jatuh hati pada sebuah tim sepak bola. Selalu ada pesan, pelajaran, dan nilai yang lebih besar dari sekadar hasil akhir pertandingan.

Bagi saya, perjalanan Timnas Belanda di setiap edisi Piala Dunia selalu menghadirkan sensasi baru yang memantik kekaguman. Mereka bukan hanya bermain untuk menang, tetapi juga menghadirkan cara yang berbeda dalam meraih kemenangan. Cara yang sering kali meninggalkan jejak sejarah dan kenangan yang sulit dilupakan.

Juara Hanyalah Gelar

Gelar juara dapat diraih dengan berbagai cara. Namun Belanda hampir selalu menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar hasil akhir. Dalam setiap turnamen besar, mereka menyuguhkan momen-momen yang bernilai artistik, unik, bahkan sensasional.

Momen-momen itulah yang kemudian hidup abadi dalam rekaman sejarah dan jejak digital. Setiap kali Piala Dunia digelar, memori itu kembali muncul dan mengingatkan dunia bahwa Belanda selalu memiliki cerita yang berbeda.

Mari mulai dari Piala Dunia 2014.

Gol Terbang Van Persie yang Melegenda

Pada fase grup Piala Dunia 2014, Belanda berhadapan dengan juara bertahan, Spanyol. Pertandingan diawali kontroversi ketika wasit Nicola Rizzoli memberikan penalti kepada Spanyol setelah Diego Costa terjatuh di kotak terlarang akibat kontak dengan Stefan de Vrij.

Banyak pengamat menilai Costa terlalu mudah jatuh. Namun keputusan tetap berlaku dan Xabi Alonso sukses mengeksekusi penalti tersebut.

Alih-alih goyah, Belanda justru mengamuk.

Mereka mengendalikan permainan seolah sedang memberikan pelajaran tentang bagaimana sepak bola modern dimainkan. Lima gol bersarang ke gawang Spanyol. Bukan lima gol biasa, melainkan lima gol yang penuh kualitas dan estetika.

Yang paling dikenang tentu gol “terbang” Robin van Persie. Sebuah sundulan spektakuler dari luar kotak penalti yang melayang melewati Iker Casillas, salah satu penjaga gawang terbaik dunia saat itu. Gol tersebut menjadi salah satu gol paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

Belum lagi aksi Arjen Robben yang berkali-kali mengoyak pertahanan Spanyol dengan kecepatan dan kelincahannya.

Secara historis, Spanyol memang pernah mengalami kekalahan yang lebih telak. Namun dalam era sepak bola modern dan panggung sebesar Piala Dunia, kekalahan 1-5 dari Belanda menjadi salah satu luka paling membekas dalam sejarah mereka.

“Penipuan” Paling Bersejarah

Piala Dunia 2022 di Qatar mungkin menjadi milik Argentina. Namun Belanda meninggalkan satu momen yang layak dikenang sepanjang masa.

Pada perempat final melawan Argentina, saat pertandingan memasuki masa injury time dan harapan tampak hampir habis, Belanda menampilkan salah satu skema tendangan bebas paling cerdik dalam sejarah turnamen.

Alih-alih menembak langsung ke gawang, Teun Koopmeiners mengirim bola datar ke Wout Weghorst yang berdiri di dalam kotak penalti. Weghorst lalu memutar badan dan melepaskan tembakan yang mengubah skor menjadi 2-2.

Argentina, termasuk Emiliano Martínez yang dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia, benar-benar terkecoh.

Boleh disebut sebagai “penipuan” yang sangat sopan. Tidak melanggar aturan, tetapi berhasil memperdaya lawan dengan kecerdasan tingkat tinggi. Sebuah momen yang akan terus diputar dan dibahas dalam sejarah sepak bola dunia.

Rekor yang Meneror

Menjelang Piala Dunia 2026, Jepang datang dengan reputasi yang mengesankan. Dalam berbagai laga persahabatan, mereka mampu mengalahkan tim-tim besar dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

Jepang pernah mempermalukan Jerman 4-1 di Wolfsburg pada 2023. Mereka juga membangun reputasi sebagai tim yang disiplin, cepat, dan sangat sulit dikalahkan.

Karena itu, laga pembuka Belanda melawan Jepang menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian banyak pengamat.

Rekor Teror yang Patah

Belanda memasuki Piala Dunia 2026 dengan rasa percaya diri tinggi. Di bawah arahan Ronald Koeman, skuad Oranje dihuni perpaduan pemain senior dan generasi muda berbakat.

Nama-nama seperti Virgil van Dijk dan Memphis Depay menjadi tulang punggung pengalaman. Sementara Cody Gakpo, Brian Brobbey, dan sejumlah talenta muda lainnya memberikan energi baru.

Dalam laga melawan Jepang pagi tadi, Belanda tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai sekitar 60 persen. Mereka mengendalikan ritme pertandingan dan membuat catatan impresif Jepang di laga-laga sebelumnya nyaris tidak terlihat.

Virgil van Dijk membuka keunggulan melalui sundulan akurat pada awal babak kedua. Jepang sempat menyamakan kedudukan melalui Keito Nakamura. Namun Belanda kembali menunjukkan kualitasnya hingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Sensasi Itu Masih Ada

Di luar hasil imbang tersebut, ada satu hal yang kembali mengingatkan saya mengapa Belanda selalu menarik untuk ditonton.

Mereka selalu menemukan cara menghadirkan kejutan.

Pagi tadi, dua gol Belanda lahir dengan tingkat presisi yang luar biasa. Bola sama-sama memantul tiang gawang sebelum masuk. Satu melalui sisi kiri, satu lagi melalui sisi kanan.

Bagi sebagian orang mungkin itu sekadar gol. Tetapi bagi penikmat sepak bola, itu adalah gambaran tentang ketelitian, kecermatan, dan seni dalam permainan.

Gol-gol itu seperti mewakili karakter Belanda sendiri: sederhana, efektif, namun dieksekusi dengan tingkat akurasi yang nyaris sempurna.

Karena itulah, setiap kali Piala Dunia datang, selalu ada alasan untuk menunggu Belanda bermain.

Mereka mungkin tidak selalu menjadi juara.

Tetapi mereka hampir selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Dan Belanda, seperti biasa, selalu saja berbeda.

Wallahu a’lam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

fusilat

fusilat

Related Posts

Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Feature

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...