• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 30, 2026
in Birokrasi, Feature, Pojok KSP
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Setiap ada kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gaji mereka nyaris selalu jadi kambing hitam.

Begitu pun saat KPK menangkap Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro, Selasa (28/7/2026), terkait dugaan pemerasan dan suap pengadaan barang dan jasa. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendy langsung menyalahkan gaji kepala daerah yang kecil yang menjadi salah satu faktor pemicunya.

Padahal, katanya, biaya pencalonan kepala daerah tidak murah. Terutama karena maraknya money politics (politik uang).

Hasil kajian KPK juga menunjukkan hal senada: gaji kecil memicu kepala daerah korupsi.

Sebab itu, Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu mengusulkan agar pendapatan kepala daerah dinaikkan.

Dalam tahun 2026 ini saja, KPK telah menangkap 12 kepala daerah. Lima di antaranya berasal dari Jawa Tengah, termasuk Anom.

Kalau sudah tahu gaji kepala daerah kecil, mengapa mereka maju sebagai calon?

Kalau memang tidak siap dengan gaji yang tersedia, tak perlulah seseorang maju sebagai calon kepala daerah. Kecuali bagi mereka yang memang mau melakukan pengabdian.

Kalau memang money politics memicu tingginya biaya pilkada, mengapa mereka tetap menebar angpao?

Kalau semua kontestan tidak melakukan money politics, rakyat tetap akan memilih satu di antara sekian pasangan calon kepala daerah yang tersedia.

Pun, tidak ada jaminan ketika gaji dinaikkan lalu para kepala daerah tidak akan melakukan korupsi.

Ada dua motif korupsi. Pertama, corruption by need atau korupsi karena kebutuhan. Kedua, corruption by greed atau korupsi karena keserakahan. Nah, di Indonesia ini, jenis korupsi kedualah yang mendominasi. Korupsi karena keserakahan.

Lihat saja, mereka yang terlibat korupsi adalah orang-orang kaya. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang baru saja ditangkap KPK, misalnya. Mantan pejabat BUMN ini memiliki kekayaan total 21,3 miliar rupiah.

Artinya, tidak ada jaminan jika gaji kepala daerah dinaikkan lalu mereka tidak akan korupsi.

Faktor Lain

Ada faktor lain yang menjadi pemicu kepala daerah korupsi. Yakni, kekuasaan kepala daerah yang terlampau besar. Akibatnya, ada kecenderungan seorang kepala daerah menjadi raja-raja kecil. Mereka bisa berbuat apa saja. Termasuk memeras anak buah dalam lelang jabatan.

Lord Acton (1834-1902) berkata, “The power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely”.

Faktor lain berikutnya adalah kegagalan aparat penegak hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Aparat penegak hukum gagal menciptakan deterrent effect atau efek jera bagi pelaku korupsi, sehingga ada kepala daerah yang terjerat korupsi lebih dari sekali, dan gagal pula menciptakan shock therapy atau terapi kejut bagi calon pelaku korupsi lainnya. Contohnya saat ini. Ketika KPK menangkap seorang kepala daerah, kepala daerah lainnya tidak merasa takut. Mengapa demikian?

Karena hukuman bagi para koruptor di Indonesia relatif rendah. Yakni rata-rata 3,5 tahun penjara.

Dus, jangan jadikan gaji kepala daerah yang relatif kecil itu sebagai kambing hitam setiap ada kepala daerah tertangkap KPK. Sebab, mayoritas korupsi di Indonesia dipicu oleh faktor keserakahan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Next Post

Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Next Post
Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Birokrasi

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

by Karyudi Sutajah Putra
July 30, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Setiap ada kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gaji...

Read more
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026
Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

Sorotan Harta Rp92,1 Miliar Wakil Ketua DPRD Sulsel, Masyarakat Dorong Transparansi dan Pengawasan

July 30, 2026

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PASAL-PASAL DALAM DRAF RUU ADVOKAT MASIH MENYISAKAN AMBIGUITAS

July 30, 2026
Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

Terjawab, Teka-teki Pengunduran Diri Gubernur BI

July 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...