• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Begal Marak di Bandung?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 31, 2026
in Feature, Layanan Publik
0
Mengapa Begal Marak di Bandung?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ali Syarief

Setiap kali aksi begal kembali menghiasi pemberitaan di Bandung, reaksi masyarakat hampir selalu sama: marah, cemas, sekaligus bertanya-tanya. Mengapa kota yang dahulu dikenal sebagai Paris van Java, kota pendidikan dan kreativitas, kini berkali-kali diwarnai oleh kabar pembegalan?

Jawabannya tentu tidak sesederhana satu kalimat. Kriminalitas tidak lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh ketika berbagai persoalan sosial bertemu pada waktu dan tempat yang sama.

Banyak pihak mengaitkan maraknya begal dengan melemahnya kondisi ekonomi. Ada yang menyebut pengangguran meningkat, daya beli menurun, sementara lapangan pekerjaan tidak bertambah secepat pertumbuhan penduduk. Dalam situasi seperti itu, sebagian orang memilih jalan pintas. Bukan karena kemiskinan otomatis melahirkan penjahat, tetapi karena tekanan ekonomi dapat menjadi salah satu faktor pendorong bagi mereka yang memang rentan melakukan tindak kriminal.

Dalam perjalanan menuju hotel beberapa hari lalu, saya memperoleh sudut pandang yang menarik. Seorang ibu pengusaha asal Bekasi yang menjadi teman perjalanan tiba-tiba berkomentar,

“Apalagi kebijakan KDM, semua pedagang kaki lima ditertibkan, jadi banyak yang kehilangan pekerjaan.”

Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan pertanyaan yang lebih besar.

Penataan kota memang penting. Trotoar harus kembali menjadi hak pejalan kaki. Jalan harus tertib. Bandung memang membutuhkan wajah kota yang lebih rapi dan lebih nyaman. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menegakkan aturan, dan berbagai penertiban PKL memang dilakukan dengan alasan mengembalikan fungsi ruang publik. Bahkan pemerintah menyatakan pendekatan yang digunakan bersifat dialogis dan telah menyiapkan solusi pekerjaan bagi pedagang terdampak.

Namun, penataan kota tidak boleh berhenti pada pembongkaran lapak.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: setelah lapaknya dibongkar, lalu mereka makan apa?

Di sinilah letak persoalannya.

Sebuah kebijakan publik tidak cukup dinilai dari keberhasilannya menata ruang fisik. Ia juga harus mampu menjaga ruang hidup masyarakat. Ketika ribuan pedagang kehilangan tempat berdagang tanpa transisi ekonomi yang memadai, maka tekanan sosial pasti meningkat. Sebagian akan mencari pekerjaan baru. Sebagian mungkin berhasil beradaptasi. Tetapi sebagian lainnya berpotensi terlempar ke sektor informal yang lebih keras, bahkan tidak menutup kemungkinan sebagian kecil memilih jalan kriminal.

Apakah semua pelaku begal adalah mantan pedagang kaki lima? Tentu tidak.

Apakah penertiban PKL otomatis menyebabkan begal? Juga tidak.

Tetapi mengabaikan dampak ekonomi dari sebuah kebijakan juga merupakan bentuk penyederhanaan yang berbahaya.

Kriminologi sejak lama mengajarkan bahwa kejahatan lahir dari kombinasi banyak faktor: kesempatan, lemahnya pengawasan, keberadaan kelompok kriminal, penyalahgunaan narkoba, hingga tekanan ekonomi. Karena itu, solusi terhadap begal pun tidak cukup hanya menambah patroli polisi. Patroli penting, tetapi itu adalah penanganan gejala, bukan akar persoalan. Aparat di Bandung sendiri belakangan meningkatkan patroli sebagai respons atas meningkatnya aksi begal di sejumlah titik.

Bandung membutuhkan pendekatan yang lebih utuh.

Penataan kota harus berjalan berdampingan dengan penciptaan lapangan kerja. Penertiban harus diikuti oleh relokasi yang benar-benar hidup. Pembongkaran harus dibarengi dengan pemberdayaan. Jangan sampai kota menjadi semakin indah, tetapi rakyat kecil kehilangan ruang untuk bertahan hidup.

Keamanan bukan hanya soal banyaknya polisi di jalan.

Keamanan juga lahir ketika masyarakat memiliki pekerjaan, harapan, dan masa depan.

Pada akhirnya, pertanyaan “Mengapa begal marak di Bandung?” mungkin tidak memiliki satu jawaban tunggal. Tetapi satu hal pasti: setiap kebijakan ekonomi selalu memiliki konsekuensi sosial. Dan bila konsekuensi itu tidak dikelola dengan baik, yang muncul bukan hanya pengangguran, melainkan juga rasa putus asa.

Sementara sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa putus asa adalah tanah yang paling subur bagi tumbuhnya kriminalitas.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”
Feature

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?
Feature

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati
Feature

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026

Mengubah Sunset Menjadi Sunrise Business (Peran Induk Koperasi sebagai Holding Company, Pembina sekaligus Resources Management)

July 31, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...