• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ali Syarief by Ali Syarief
July 31, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ajaran Menyesat Umat

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Kesalehan Berubah Menjadi Kebisingan

Oleh: Ali Syarief

Dalam sebuah tayangan di akun Instagram Yusuf Mansur, ia mengomentari lantunan dzikir yang dikumandangkan dengan pengeras suara sebelum azan. Responsnya sederhana, “Adem banget.”

Ungkapan itu mungkin mewakili perasaan sebagian orang. Namun, persoalannya bukanlah apakah seseorang merasa “adem” atau tidak. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah rasa nyaman pribadi boleh dijadikan ukuran bagi kenyamanan semua orang? Dan yang lebih penting lagi, apakah praktik tersebut selaras dengan tuntunan Al-Qur’an?

Di sinilah kita sering menemukan paradoks dalam kehidupan beragama. Banyak orang begitu bersemangat menampilkan simbol-simbol kesalehan, tetapi lupa memeriksa apakah caranya sesuai dengan petunjuk yang justru berasal dari kitab sucinya sendiri.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 205:

“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205)

Ayat ini memberikan tiga prinsip penting dalam berdzikir.

Pertama, dzikir adalah aktivitas yang berangkat dari hati, bukan sekadar dari pengeras suara. Kedua, dilakukan dengan penuh kerendahan hati (tadarru’an) dan rasa takut kepada Allah (khiifah), bukan sebagai ekspresi yang cenderung demonstratif. Ketiga, Al-Qur’an secara eksplisit menggunakan frasa “wa duunal jahri minal qaul”, yaitu tidak mengeraskan suara.

Kalimat itu seharusnya cukup jelas. Jika Allah sendiri menganjurkan agar dzikir dilakukan tanpa suara keras, mengapa justru kita merasa semakin keras menunjukkan semakin menunjukkan kecintaan kepada agama?

Persoalan ini bukan semata-mata soal volume suara. Yang dipertanyakan adalah cara berpikir yang menjadikan preferensi pribadi sebagai standar kebenaran. Ketika seseorang berkata, “Saya merasa adem,” lalu menganggap semua orang harus merasakan hal yang sama, di situlah muncul sikap yang cenderung egois.

Rasa damai memang bersifat personal. Apa yang menenangkan seseorang belum tentu menenangkan orang lain. Ada yang sedang sakit, ada bayi yang tidur, ada lansia yang membutuhkan ketenangan, ada mahasiswa yang sedang belajar, ada pekerja yang baru pulang setelah bekerja semalaman. Mereka juga memiliki hak yang sama atas ruang publik yang nyaman.

Islam tidak pernah mengajarkan bahwa ibadah harus mengganggu orang lain. Bahkan Rasulullah SAW pernah menegur para sahabat yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras hingga saling mengganggu. Setiap orang diperintahkan bermunajat kepada Tuhannya tanpa mengganggu kekhusyukan orang lain. Prinsipnya sederhana: ibadah yang baik tidak menghilangkan hak orang lain untuk memperoleh ketenangan.

Ironisnya, dalam banyak kasus kita justru lebih sibuk mempertahankan tradisi daripada memeriksa dalilnya. Ketika ada ayat Al-Qur’an yang secara langsung berbicara tentang cara berdzikir, ayat itu sering kali tidak mendapat perhatian. Yang dipertahankan justru kebiasaan yang diwariskan, seolah-olah tradisi memiliki kedudukan lebih tinggi daripada petunjuk wahyu.

Tentu tidak ada yang mempersoalkan dzikir itu sendiri. Berdzikir adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Yang menjadi persoalan adalah ketika pelaksanaannya mengabaikan tuntunan Al-Qur’an sekaligus mengesampingkan kenyamanan masyarakat.

Kesalehan sejati tidak diukur dari seberapa keras suara yang diperdengarkan kepada publik. Kesalehan justru tampak ketika seseorang mampu mengendalikan dirinya, menjaga adab, menghormati ruang bersama, dan menaati petunjuk Allah meskipun tidak selalu sesuai dengan kebiasaan yang berkembang.

Barangkali sudah saatnya kita mengubah pertanyaan.

Bukan lagi, “Apakah saya merasa adem?”

Melainkan, “Apakah Allah meridhai cara saya berdzikir?”

Sebab ukuran kebenaran dalam Islam bukanlah rasa nyaman menurut diri sendiri, melainkan kesetiaan kepada petunjuk Al-Qur’an dan keteladanan Rasulullah SAW.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?
Feature

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati
Feature

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026
Economy

Mengubah Sunset Menjadi Sunrise Business (Peran Induk Koperasi sebagai Holding Company, Pembina sekaligus Resources Management)

July 31, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026

Mengubah Sunset Menjadi Sunrise Business (Peran Induk Koperasi sebagai Holding Company, Pembina sekaligus Resources Management)

July 31, 2026
Bursa Calon Gubernur BI Memanas

Bursa Calon Gubernur BI Memanas

July 31, 2026

Gold, Gospel, dan Glory: Paradoks Sejarah yang Terus Berulang dalam Wajah Baru

July 31, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...