• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
January 25, 2026
in Feature, Politik
0
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila


PENDAHULUAN

Dalam berbagai pidatonya, khususnya pada periode 1950–1959, Bung Karno dengan tegas mengecam free fight liberalism—liberalisme pertarungan bebas—baik dalam politik maupun ekonomi. Ia menilai sistem tersebut sebagai warisan kolonial yang melahirkan pertarungan partai tanpa akhir, krisis kabinet, ketimpangan ekonomi, dan perpecahan sosial. Semua itu bertentangan dengan semangat gotong royong dan jiwa Pancasila.

Hari ini, setelah UUD 1945 diamandemen, bangsa ini justru masuk kembali ke dalam jebakan yang dulu dikutuk Bung Karno. Demokrasi liberal dengan pemilihan langsung telah menggantikan Demokrasi Pancasila. Ironisnya, PDIP yang mengklaim diri sebagai pewaris ajaran Soekarno justru menjadi pelopor utama sistem yang menyingkirkan ajaran beliau. Nasionalisme Soekarno diganti liberalisme elektoral.


ANTARA IDEOLOGI PANCASILA DAN LIBERALISME

Bung Karno, dalam pidato 17 Agustus 1966, mengingatkan:

“Pertentangan ideologi antara partai dengan partai, antara golongan dengan golongan, menjadikan masyarakat berubah menjadi arena pertarungan politik. Nafsu individualisme dan egoisme merajalela. Bangsa menjadi a nation divided against itself.”

Ia memperingatkan bahwa perpecahan politik yang dibiarkan akan menggerogoti jiwa bangsa hingga akhirnya menghancurkan keutuhan negara.

Peringatan itu kini menjadi kenyataan. Demokrasi liberal telah membelah rakyat ke dalam kubu-kubu elektoral. Persatuan diganti polarisasi. Musyawarah diganti pertarungan suara. Gotong royong diganti transaksi kekuasaan.


TIDAK PERCAYA PADA PANCASILA

Bung Karno menyebut kelemahan terbesar bangsa adalah hilangnya kepercayaan pada jati diri sendiri. Akibatnya, bangsa ini menjadi penjiplak sistem asing.

Hari ini, ketidakpercayaan pada Pancasila tampak jelas:
UUD 1945 diamandemen, demokrasi Pancasila diganti demokrasi liberal, permusyawaratan perwakilan digeser oleh pemilihan langsung. Lebih ironis lagi, Ketua Dewan Pembina BPIP sendiri tidak percaya pada Demokrasi Pancasila.

Narasi yang dibangun: bahwa pemilihan langsung adalah satu-satunya bentuk demokrasi. Padahal, itu menyesatkan sejarah dan konstitusi.


DEMOKRASI KEPALSUAN

Dalam pemilihan langsung, rakyat hanya berdaulat selama lima menit di bilik suara. Setelah itu, kekuasaan sepenuhnya berada di tangan elite partai dan pemodal politik. Rakyat tidak dapat mencalonkan dirinya sendiri; hanya mereka yang mendapat “tiket” dari ketua partai dan mampu membayar mahar politik yang bisa maju.

Ini bukan kedaulatan rakyat. Ini kedaulatan oligarki atas nama rakyat.


BIAYA MAHAL, HASIL KORUP

Demokrasi liberal membutuhkan biaya triliunan rupiah: pilkada, pileg, pilpres. Politik uang menjadi normal. Lebih dari seratus kepala daerah terjerat korupsi. Petugas KPPS ratusan meninggal dalam beban kerja sistemik. Komisioner KPU dipecat karena pelanggaran etik. Semua ini bukan kebetulan—ini akibat sistem.

Demokrasi liberal tidak memperkuat persatuan, justru mengikis nasionalisme dan menggantinya dengan pragmatisme sesaat.


PILKADA DAN PILSUNG BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA

Negara Pancasila tidak mengenal konsep mayoritas-minoritas dalam perebutan kekuasaan. Ia mengenal musyawarah mufakat.

Bung Karno menegaskan:

“Kita mendirikan negara bukan untuk satu golongan, bukan untuk yang menang, bukan untuk yang kuat, tetapi semua untuk semua.”

Pemilihan langsung yang menjadikan kekuasaan sebagai hadiah bagi pemenang adalah pengingkaran terhadap prinsip tersebut.


KESALAHAN MENAFSIRKAN DEMOKRASI

Pembukaan UUD 1945 menyatakan dengan jelas:

“Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan.”

Artinya, demokrasi Indonesia adalah demokrasi permusyawaratan perwakilan, bukan demokrasi liberal elektoral.

Tafsir bahwa “dipilih secara demokratis” harus selalu berarti pemilihan langsung adalah tafsir sepihak yang layak diuji secara konstitusional.


DEMOKRASI TANPA MARTABAT

Fenomena calon kepala daerah melawan “kotak kosong” adalah simbol paling telanjang dari degradasi demokrasi. Manusia dilawan benda mati. Ini bukan demokrasi bermartabat, ini absurditas politik.

Demokrasi Pancasila menuntut kemanusiaan yang adil dan beradab. Bukan pertunjukan prosedural tanpa makna.


DAMPAK TERHADAP BANGSA

  1. Politik uang melahirkan pemimpin korup.

  2. Polarisasi identitas memecah masyarakat.

  3. Partisipasi menurun karena rakyat tidak percaya sistem.

  4. Lembaga pemilu kehilangan wibawa.

  5. ASN dan aparat kehilangan netralitas.

Semua ini berujung pada krisis kepercayaan nasional.


SOLUSI: KEMBALI KE DEMOKRASI PANCASILA

Solusi bukan tambal sulam sistem liberal. Solusi adalah kembali ke:

  • Permusyawaratan Perwakilan melalui DPRD.

  • Biaya politik murah.

  • Seleksi pemimpin berbasis kapasitas, bukan kapital.

  • Menghidupkan kembali semangat gotong royong politik.

Inilah demokrasi yang sesuai konstitusi, sesuai jati diri bangsa, dan sesuai ajaran Bung Karno.


KESIMPULAN

Amandemen UUD 1945 telah melahirkan kontradiksi antara Pembukaan dan Batang Tubuh konstitusi. Demokrasi liberal telah menjauhkan bangsa dari Pancasila.

Pertanyaannya:
Apakah kita akan terus memelihara sistem yang memecah, memiskinkan, dan mengkorup bangsa?

Atau kita berani kembali kepada jati diri kita sendiri:
Demokrasi Pancasila — permusyawaratan perwakilan — negara semua untuk semua.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Next Post

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth - Ekonomi Tumbuh 5% - Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...