Cisarua, Bandung Barat-Fusilatnews– Bencana longsor dahsyat yang menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat hingga Minggu pagi, 25 Januari 2026, berhasil mengevakuasi 11 jenazah korban. Namun hingga kini, puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan tengah dicari tim SAR gabungan.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan data terbaru menunjukkan dari total warga yang terdampak, 23 orang telah selamat, sementara 79 orang lainnya masih belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR di sejumlah titik yang diprediksi masih terdapat korban tertimbun material longsor.
Perjalanan Tragedi Longsor
Longsor terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya. Tebing lereng Gunung Burangrang yang jenuh air secara tiba-tiba ambruk dan menghantam pemukiman warga, menimbun puluhan rumah. Banyak warga yang terjebak saat mereka masih tertidur lelap, sehingga evakuasi menjadi sangat sulit dan berbahaya.
Menurut laporan dari media internasional, material longsor juga disertai aliran air besar yang membuat puluhan rumah rata dengan tanah dan ribuan meter kubik tanah menerjang permukiman.
Upaya Pencarian yang Semakin Intensif
Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk polisi, TNI, Basarnas, BPBD dan relawan lokal. Upaya pencarian juga dibantu oleh anjing pelacak dari Polda Jawa Barat. Meski medan sangat berat dan masih ada potensi longsoran lanjutan akibat hujan, tim tetap bekerja siang dan malam untuk menemukan korban yang masih hilang.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, telah menetapkan status tanggap darurat bencana agar proses penyelamatan dan penanganan dampak bencana bisa dilakukan secara lebih cepat dan fleksibel, termasuk pencairan anggaran darurat dan konsentrasi logistik ke posko pengungsian. (Disway)
Respons dari Tingkat Nasional
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan pencarian korban serta perhatian penuh terhadap warga terdampak longsor. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dikoordinasikan untuk memastikan bantuan medis, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya tersalurkan ke keluarga korban serta masyarakat yang mengungsi.
Dampak Luas Bencana
Longsor ini tidak hanya menimbun rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas umum serta akses jalan di beberapa titik. Sejumlah warga mengungsi ke kantor desa dan lokasi aman lainnya sambil menanti informasi tentang keluarga mereka yang hilang. Kondisi cuaca yang belum stabil juga menjadi tantangan serius bagi operasi SAR.
Catatan Pemerintah & SAR:
– Jumlah korban diperkirakan masih dapat berubah karena pencarian masih terus berjalan.
– Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan.


























