• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
January 25, 2026
in Aya Aya Wae, Tokoh/Figur
0
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Di panggung politik Indonesia, perpindahan kader antarpartai bukan lagi peristiwa langka. Ia telah menjadi semacam ritus rutin: perpindahan rumah ideologis, reposisi kepentingan, atau sekadar pencarian perahu baru yang lebih menjanjikan. Namun, ketika Rusdi Masse Mappasessu mengajukan pengunduran diri dari Partai NasDem—partai yang selama ini dikenal mapan dan stabil—peristiwa ini tidak sekadar administrasi organisasi. Ia adalah sinyal: ada termul-termul baru yang sedang bergerak dalam arus politik nasional.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh telah menerima surat pengunduran diri itu. Tak menunggu lama, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) langsung membuka pintu selebar-lebarnya. Sambutan ini bukan sekadar keramahan politik, melainkan pengakuan bahwa Rusdi Masse adalah aset elektoral—terutama di Sulawesi Selatan—yang dapat mengubah peta kekuatan lokal sekaligus nasional.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, membaca peristiwa ini dari sudut yang menarik: faktor kawan seperjuangan. Politik Indonesia memang sering kali lebih digerakkan oleh jejaring loyalitas personal ketimbang garis ideologi partai. Ketika Ahmad Ali hengkang dan “login” ke PSI, jejaknya meninggalkan magnet. Bestari Barus sudah lebih dulu menyeberang. Jika Rusdi Masse menyusul, maka terbentuklah pola klasik politik Indonesia: migrasi kolektif, bukan individual. Sebuah rombongan yang berpindah, bukan sekadar satu orang yang berjalan sendiri.

Namun faktor loyalitas saja tidak cukup menjelaskan keputusan sebesar ini. Ada dimensi lain yang lebih strategis: tantangan baru. NasDem adalah partai mapan—struktur kuat, kursi parlemen terjamin, mesin politik relatif stabil. Bergabung di sana berarti bermain di jalur yang sudah jadi. Sementara PSI adalah partai yang masih berjuang menembus ambang parlemen. Memilih PSI berarti memilih medan tempur, bukan zona nyaman. Dalam politik, tidak semua orang mau bertaruh pada kapal yang belum pasti berlabuh. Jika Rusdi Masse benar ke PSI, itu menunjukkan keberanian untuk bertarung, bukan sekadar bertahan.

Lalu ada faktor yang paling personal: anak. Putra Rusdi Masse kini menjabat Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan. Politik di Indonesia tidak pernah sepenuhnya steril dari ikatan darah. Mentoring langsung, membentuk regenerasi, menurunkan pengalaman tempur dari ayah ke anak—ini adalah investasi jangka panjang dalam dinasti politik. Adi Prayitno menyebutnya sebagai proses mendidik putra agar menjadi politisi besar. Sebab berjuang di partai yang belum lolos parlemen membutuhkan nyali, ketekunan, dan daya tahan di atas rata-rata. Kalimat ini menyiratkan satu hal: Rusdi Masse mungkin sedang menyiapkan bukan hanya langkah hari ini, tetapi panggung masa depan keluarganya.

Di sisi lain, PSI tentu tidak akan menyia-nyiakan peluang. Bestari Barus dengan terbuka menyatakan bahwa PSI siap menyambut Rusdi Masse. Pernyataannya sederhana tapi penuh makna: “sayang sekali kalau PSI tidak membuka pintu.” Dalam bahasa politik, ini berarti PSI sadar betul bahwa untuk menembus Senayan, mereka membutuhkan figur-figur berpengaruh, bukan hanya idealisme anak muda dan retorika anti-korupsi.

Maka, perpindahan ini bukan semata soal kursi partai. Ia adalah persilangan antara loyalitas, tantangan, dan regenerasi. Ia juga menandai fenomena yang lebih luas: partai-partai baru seperti PSI tidak lagi hanya mengandalkan citra segar, tetapi mulai mengumpulkan para operator politik berpengalaman. Sebaliknya, partai mapan seperti NasDem mulai menghadapi realitas bahwa loyalitas kader tidak selalu permanen.

Pada akhirnya, jika Rusdi Masse benar berlabuh ke PSI, maka ia bukan sekadar pindah rumah. Ia sedang ikut membangun rumah baru—dengan segala risiko, harapan, dan kemungkinan runtuh atau berdirinya bangunan itu di masa depan. Politik Indonesia memang penuh termul-termul. Tapi dari pusaran itulah arah baru kekuasaan sering kali dilahirkan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

Next Post

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan
Feature

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Next Post
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...