Oleh: Entang Sastratmadja
Ketahanan pangan dan gizi bukan sekadar jargon, melainkan fondasi bagi bangsa yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Strategi Ketahanan Pangan dan Gizi bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi bagi negara hingga perseorangan. Hal ini tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, beragam, bergizi, merata, terjangkau, dan selaras dengan agama, keyakinan, serta budaya masyarakat. Tujuannya: menciptakan status gizi yang optimal agar masyarakat dapat hidup sehat, aktif, dan produktif.
Strategi tersebut dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Strategi Ketahanan Pangan dan Gizi 2021–2024.
1. Strategi Ketersediaan
Mencakup upaya untuk:
Meningkatkan produksi pangan yang beragam dan berkualitas;
Menjamin keamanan pangan selama proses produksi;
Mengelola cadangan pangan pemerintah dan masyarakat;
Mengatur ekspor-impor pangan;
Mengurangi kerusakan dan kehilangan hasil panen (food loss);
Meningkatkan nilai gizi pangan melalui biofortifikasi.
2. Strategi Keterjangkauan
Fokus pada:
Menstabilkan pasokan dan harga pangan;
Memperluas akses informasi pasar;
Menguatkan UMKM, koperasi, dan BUMDes di sektor pangan;
Mengembangkan jaring pengaman sosial berbasis pangan beragam;
Menyediakan pangan darurat;
Mendorong kemandirian pangan di daerah rawan;
Mengembangkan sistem logistik pangan;
Memanfaatkan perdagangan internasional pangan.
3. Strategi Pemanfaatan
Meliputi:
Memperkuat sistem kewaspadaan dan pemantauan gizi;
Memutakhirkan status ketahanan dan kerentanan pangan tahunan;
Mendorong konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) sejak dini;
Meningkatkan sosialisasi keamanan dan mutu pangan;
Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, anak balita, dan kelompok rentan;
Mendukung ASI eksklusif dan MP-ASI berbasis lokal;
Memperluas layanan kesehatan dan gizi;
Mengendalikan pemborosan pangan;
Memperkaya pangan tertentu dengan fortifikasi;
Menjamin keamanan dan mutu pangan.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Gizi
Upaya ini harus bersifat komprehensif dan berkelanjutan, mencakup:
a. Ketahanan Pangan:
Meningkatkan produksi nasional melalui produktivitas dan efisiensi pertanian;
Diversifikasi pangan seperti jagung, kedelai, dan ubi-ubian;
Pengembangan infrastruktur pertanian;
Pemanfaatan teknologi pertanian, termasuk irigasi, penanaman, dan pasca panen.
b. Ketahanan Gizi:
Mendorong konsumsi makanan bergizi;
Mengembangkan program gizi untuk anak, ibu hamil, dan lansia;
Meningkatkan fasilitas pengolahan, penyimpanan, dan distribusi pangan;
Mengadopsi teknologi pengolahan, pengemasan, dan pengawasan gizi.
c. Strategi Integratif:
Mengembangkan sistem pertanian terpadu dari produksi hingga distribusi;
Memperkuat pendidikan gizi untuk masyarakat;
Mendorong kerja sama antar sektor pertanian, kesehatan, dan pendidikan;
Memperkuat sistem monitoring dan evaluasi program ketahanan pangan dan gizi.
Perum Bulog dan Gerakan Peduli Gizi
Perum Bulog patut mendapat apresiasi karena langsung menyalurkan pangan bergizi ke masyarakat, mendukung uji coba program makan bergizi gratis oleh Badan Gizi Nasional. Keberadaannya menjadi bukti bahwa implementasi kebijakan ketahanan pangan dan gizi bukan sekadar retorika.
Gizi: Investasi Paling Menguntungkan
Gizi adalah zat atau senyawa dalam pangan—karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat, air—yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan manusia. Investasi di bidang gizi terbukti menghasilkan hingga 30 kali lipat keuntungan, menjadikannya “smart investment” untuk pembangunan generasi masa depan.
Perbaikan gizi masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, meski pemerintah berperan sebagai prime mover. Kolaborasi pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media—menjadi kunci keberlanjutan gerakan perbaikan gizi.
Semoga program “Peduli Gizi” Perum Bulog menjadi langkah awal bagi penerapan makan bergizi gratis, sebagaimana gagasan Presiden Prabowo, dan menjadi berkah bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
Entang Sastratmadja
Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Oleh: Entang Sastratmadja





















