• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Negoro dan Kerusakan Sistemik Hukum Indonesia

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
November 18, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Yamin Nasution, SH
Ketua Bidang Advokasi Partai Negoro

GELOMBANG pemberitaan hukum sepanjang tahun ini menegaskan kembali satu kenyataan yang sulit dibantah: sistem hukum Indonesia tengah mengalami kemerosotan serius. Kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik, aparat penegak hukum, dan lembaga negara menjadi headline berulang selama dua tahun terakhir.

Rule of Law Index 2024 menempatkan Indonesia di peringkat 67 dari 142 negara, hampir tidak bergerak dalam tiga tahun terakhir. Transparancy International mencatat skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih berada pada angka 34, menunjukkan stagnasi yang mengakar. Data ini mengonfirmasi bahwa problem hukum kita bukan sekadar kelemahan teknis, tetapi krisis paradigma.

Dalam konteks inilah, pada Ahad 15 November 2025, Partai Negoro (Nasional Gotong Royong) menyelenggarakan Rapat Strategis Terbatas di kawasan Tebet Timur Dalam. Forum ini menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka dan guru besar dari berbagai universitas. Mereka menilai nama “Negoro” mengandung bobot filosofis yang jarang dijumpai pada partai politik lain: ia berakar pada konsep nagari, nangro, negara, yang menempatkan negara bukan sebagai alat perebutan kekuasaan, tetapi sebagai pranata moral dan sosial.

Dalam sesi tersebut, saya selaku Ketua Bidang Advokasi Partai Negoro, menyampaikan analisis strategis mengenai arah hukum Indonesia. Analisis tersebut saya ajukan berangkat dari dua asas universal teori negara yang relevan dengan kondisi aktual.

Pertama, masa depan tidak pernah pasti. Saya mengawali argumennya dengan asas klasik: “Una certitudo, de futuris nulla est.” Yaitu hanya satu yang pasti, masa depan penuh ketidakpastian. Asas ini selaras dengan pandangan teologis al-Quran dalam Surah Al-‘Asr, “Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.”

Bahkan sejalan pula dengan pesan dalam Amsal bahwa masa depan bukan wilayah yang dapat dipastikan. Dalam konteks bernegara, ia menjadi peringatan bahwa kebijakan publik harus dibangun dengan kehati-hatian, bukan ketergantungan pada narasi stabilitas semu yang dibentuk oleh kekuasaan.

Kedua, kepastian tidak boleh dikorbankan oleh ketidakpastian. Hal ini sesuai dengan asas “Certum propter incertum non est relinquendum.” Yaitu kepastian tidak boleh dilepaskan (dicela) hanya karena alasan ketidakpastian.

Namun, dalam praktik ketatanegaraan Indonesia, kepastian hukum kerap dikorbankan demi kepentingan jangka pendek politik dan ekonomi. Peraturan berubah seiring konstelasi kekuasaan; hukum dijalankan selektif mengikuti arah angin; kepastian publik dikalahkan oleh ketidakpastian institusional.

Kerusakan Sistemik: Dari Struktur ke Budaya

Kerusakan hukum Indonesia telah mencapai fase paling mengkhawatirkan, yaitu ia telah berubah menjadi kultur politik. Korupsi sudah dianggap hal biasa bahkan jadi budaya. Padahal, jika korupsi dianggap budaya, maka kejahatan tidak lagi diberantas, melainkan dipelihara.

Saya berpandangan, normalisasi korupsi melahirkan tiga konsekuensi besar. Pertama, pelanggaran dianggap kelaziman, bukan penyimpangan. Kedua, penegakan hukum menjadi transaksional, bukan objektif. Ketiga, institusi hukum kehilangan otoritas moral, berubah menjadi alat kepentingan.

Di titik ini, Indonesia menghadapi apa yang saya sebut sebagai korporatisasi hukum, pergeseran hukum menjadi mekanisme yang bekerja sebagaimana korporasi: keputusan dipengaruhi nilai transaksi, bukan nilai konstitusi; pemilik kepentingan sempit menguasai arah regulasi; sementara rakyat berada hanya sebagai penonton kebijakan.

Fenomena ini menandai erosi paling serius dalam sejarah hukum Indonesia setelah reformasi: hukum kehilangan jati dirinya sebagai pagar moral negara.

Mengapa Negoro hadir? Di tengah kemerosotan itu, kehadiran Partai Negoro bukan untuk menawarkan slogan atau penyelamatan instan, melainkan menyediakan ruang gagasan yang relatif bebas dari dominasi dinasti politik dan oligarki internal. Negoro, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Faizal Assegaf, ingin mengembalikan politik sebagai ruang pemikiran publik, bukan sekadar arena kompetisi suara.

Negoro menekankan bahwa pembaruan negara hukum harus dimulai dari (1) pembentukan ulang hukum itu sendiri yang menjadi sumber kerusakan utama, dimana hukum masih memiliki tradisi bahasa (lex certa) yang Kolonial selain banyaknya bertabrakan antara satu undang undang dengan aturan lainnya.

Kemudian (2) pemulihan integritas lembaga penegak hukum, penataan ulang hubungan antara kekuasaan politik dan kekuatan ekonomi, dan (3) pengembalian proses legislasi kepada nalar publik dan akademik. Pendekatan ini menempatkan Negoro bukan sebagai entitas elektoral semata, tetapi sebagai wadah penyusunan kerangka berpikir baru tentang negara.

Solusi Prinsipil

Untuk menghentikan laju kerusakan sistemik, beberapa langkah prinsipil perlu segera ditempuh yaitu (1) rekrutmen penegak hukum berbasis integritas, bukan loyalitas politik. (2) reformasi menyeluruh pada proses legislasi agar tidak lagi dikendalikan kepentingan segelintir aktor. (3) digitalisasi transparan proses hukum untuk menutup celah transaksi. (4) penguatan lembaga pengawasan independen dengan kewenangan substansial. (5) pengembalian hukum kepada nilai keadilan, bukan kepentingan birokratis.

Lebih dari itu, reformasi hukum di negeri ini hanya mungkin berjalan apabila negara kembali bertumpu pada prinsip moral yaitu: keadilan, kepastian, dan akuntabilitas. Bila menepikan tiga prinsip tersebut maka hukum hanya menjadi alat kepentingan sesaat dan bias politik, bahkan hukum kehilangan esensi dan dampaknya bagi warga bangsa, kecuali dampak buruk.

Rapat Strategis Partai Negoro beberapa hari hari lalu membuka kembali perbincangan penting tentang masa depan negara hukum kita. Ketika korupsi dinormalisasi menjadi budaya dan hukum diperdagangkan, negara perlahan kehilangan legitimasi moralnya. Di tengah ketidakpastian itu, harapan justru muncul dari keberanian menata ulang cara kita memahami hukum dan negara. Masa depan memang tidak pasti. Namun ketidakpastian itulah yang seharusnya menggerakkan kita untuk memperbaiki, bukan untuk menyerah. (*)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pernyataan Absurd dari Seorang Menteri Penegak Hukum

Next Post

Polemik Ijazah Jokowi: Arsip Hilang, Transparansi Menguap, dan Legacy yang Terperosok

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Economy

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran
Feature

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Next Post

Polemik Ijazah Jokowi: Arsip Hilang, Transparansi Menguap, dan Legacy yang Terperosok

SURIPTO: JEJAK SEORANG YANG SELALU BERDIRI DI TITIK PALING SULIT

SURIPTO: JEJAK SEORANG YANG SELALU BERDIRI DI TITIK PALING SULIT

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026
Peringatan Rusia Jika AS Bantu Israel Serang Iran

An Idiot’s Leaders Are Not Easy to Predict Their Decisions Netanyahu, Trump, and the Attack on Iran

March 3, 2026
Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

Amalia Ramadan Digelar di SLB A YAPTI Makassar, Nur Haco Tegaskan Program Unggulan Gubernur Sulsel

March 3, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Tak Ada Belasungkawa dari Prabowo

March 3, 2026
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Di Balik Manuver Trump: Panik Pemilu atau Penghambaan pada Lobi?

March 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN

NASIB PETANI BERLAHAN SEMPIT DI TANAH MERDEKA!

March 4, 2026
Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

Senat AS Putuskan 68–32 untuk Menghukum Presiden, Trump Tolak Terima Putusan

March 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...